Keunggulan Layar 120Hz iPhone: Smooth Gaming & Baterai Hemat, Kok Bisa?

Pernah merasa scrolling di ponsel terasa seperti menggulir kertas lama? Saya juga. Saat Apple mengumumkan iPhone 17 dengan ProMotion Display 120 Hz pada acara “Awe Dropping” (10/9/2025), saya langsung terbayang bagaimana penggunaan sehari-hari bisa berubah.
Berita bahwa refresh rate tinggi hadir di model reguler membuat topik ini ramai. Ini bukan sekadar angka. Bagi banyak orang, itu soal pengalaman dan kenyamanan.
Kami akan jelaskan dengan jelas: apa itu refresh rate, bedanya 60 Hz vs 120 Hz, dampak ke game dan multimedia, serta efek ke baterai dan fitur seperti always-on. Artikel ini bersifat review informasional dengan fokus pada rutinitas pengguna Indonesia.
Ekspektasinya realistis: tidak semua aplikasi akan berjalan di 120 fps. Manfaat paling terasa saat scrolling cepat, chat interaktif, dan bermain game populer. Setelah membaca, Anda akan tahu apakah upgrade ini cocok untuk kebiasaan Anda.
Ringkasan Penting
- ProMotion 120 Hz kini hadir di model reguler setelah peluncuran iPhone 17.
- Antarmuka terasa lebih mulus; gaming lebih responsif.
- Refresh rate adaptif berpotensi hemat baterai.
- Fokus artikel pada pengalaman nyata pengguna di Indonesia.
- Manfaat maksimal pada aktivitas tertentu; tidak semua aplikasi pakai 120 fps.
Kenapa layar 120Hz jadi sorotan di iPhone 17
Keputusan Apple menempatkan ProMotion di versi non‑Pro membuat percakapan tentang nilai upgrade jadi panas. Perubahan ini langsung berdampak pada cara konsumen menilai perbedaan antara model standar dan Pro.
Layar 120Hz akhirnya hadir di model non‑Pro
Kompas.com mencatat bahwa setelah empat tahun sejak iPhone 13 Pro (2021), ProMotion 120 Hz kini masuk ke model reguler. Artinya, fitur yang dulu eksklusif kini tersedia di versi yang lebih terjangkau.
Posisi Apple di tengah tren yang sudah lama ada
Bagi pengguna setia, langkah ini terasa seperti berkurangnya pembeda buatan. Selama ini non‑Pro berarti tanpa beberapa fitur premium pada versi Pro.
- Banyak ponsel Android dan flagship lain sudah lama menawarkan refresh rate tinggi.
- Di pasar global, 120Hz sering dianggap standar, bukan keistimewaan.
- Bagi pembeli, ini bisa mengubah keputusan: tidak lagi harus naik ke model Pro hanya untuk menikmati tampilan halus.
Sebelum menilai manfaat teknis, pembaca perlu paham dulu apa itu refresh rate dan bagaimana 120 Hz bekerja. Bagian berikut akan menjelaskan aspek itu secara sederhana.
Apa itu refresh rate dan bagaimana 120Hz bekerja di layar
Refresh rate adalah ukuran kecepatan perangkat memperbarui tampilan. Secara sederhana, ini memberi tahu berapa kali gambar diganti tiap detik. Satuannya Hertz (Hz), yang menunjukkan jumlah pembaruan per detik.
Contoh mudah: 120Hz berarti gambar diperbarui 120 kali dalam 1 detik. Bandingkan dengan 60Hz yang hanya 60 kali per detik. Perbedaan ini membuat animasi dan perpindahan objek terlihat lebih halus.
Hubungan dengan sentuhan langsung. Ketika sistem dan aplikasi menampilkan frame cepat, perubahan visual muncul lebih cepat setelah Anda menyentuh layar. Itu sebabnya respons terasa lebih “nempel”.
- Definisi singkat: refresh rate = berapa kali gambar diperbarui per detik.
- Perbandingan: 120 kali vs 60 kali dalam satu detik memberi rasa halus yang berbeda.
- Istilah: orang kerap membedakan refresh dan frame rate; keduanya berhubungan tapi bukan selalu sama.
- Catatan penting: manfaat maksimal muncul jika konten atau aplikasi memang dirender pada frame tinggi.
layar 120Hz iPhone: apa yang terasa berbeda saat dipakai sehari-hari
Saat menggulir feed, perbedaan terasa sejak detik pertama: animasi jadi jauh lebih halus.
Scrolling media sosial dan perpindahan aplikasi lebih mulus
Banyak pengguna merasakan efek “wow” saat scroll Instagram, Twitter, atau TikTok. Transisi antar aplikasi juga tampak lebih rapi dan tanpa jeda.
Animasi iOS terasa lebih halus, termasuk efek “bouncy” di iOS terbaru
Animasi membuka dan menutup aplikasi, gesture back, atau efek elastis di iOS jadi lebih nyata. Gerakan terlihat lentur dan tidak patah.
Responsivitas UI: input terasa lebih “nempel”
Saat mengetuk atau menggeser, feedback visual muncul lebih cepat. Sensasi ini membuat interaksi terasa lebih presisi bagi pengguna yang sering multitasking.
Contoh penggunaan sehari-hari: chat panjang, belanja di e-commerce, baca artikel, dan pindah cepat dari kamera ke WhatsApp. Manfaat ini tidak selalu mengubah hidup, namun setelah terbiasa, kembali ke 60Hz sering terasa patah.
Secara singkat, pengalaman sehari-hari menjadi lebih mulus. Untuk aktivitas bermain game, efek ini akan terasa lebih kuat ketika respons dan gerakan cepat dibutuhkan.
Pengalaman bermain game dengan layar 120Hz iPhone

Saat game mendukung frame tinggi, perbedaan terlihat pada setiap gerakan kamera dan aksi cepat.
Gameplay lebih smooth — gerakan karakter dan kamera jadi lebih halus pada judul yang menyediakan frame rate tinggi. Balinesia dan Kompas menyorot bahwa efek ini paling terasa pada game kompetitif.
Lebih responsif untuk pertandingan — input terasa lebih presisi untuk timing seperti flick, aim, atau dodge. Update visual yang lebih sering membantu pemain membaca momen krusial lebih cepat.
Gerakan cepat lebih jelas — blur berkurang sehingga tracking target menjadi lebih nyaman, terutama saat banyak efek di layar. Ini meningkatkan kepuasan saat bermain game aksi.
- Periksa setting game: aktifkan mode high frame rate bila tersedia.
- Pastikan game memang mendukung 90/120 fps untuk merasakan manfaat penuh.
- Ingat batasan: engine, panas, atau pengaturan daya bisa menurunkan performa.
Catatan review: hasil akhir bergantung pada optimasi sistem operasi, game, dan kondisi thermal. Jadi ekspektasi dibuat realistis meski teknologi ini membawa kecepatan dan kualitas gambar yang nyata.
Multimedia dan tampilan gambar: efek 120Hz yang sering diremehkan
Interaksi pada pemutar video dan galeri sering mendapat keuntungan yang tak disangka dari refresh tinggi. Ini bukan tentang membuat semua video jadi 120 fps, melainkan tentang bagaimana UI dan kontrol merespons sentuhan.
Navigasi timeline dan gesture terasa lebih licin
Scrubbing timeline, swipe, atau pinch untuk zoom jadi terasa lebih presisi. Saat menggeser titik potong saat edit sederhana, umpan balik visual muncul lebih rapat.
Gerakan cepat pada konten aksi lebih tajam
Panning dan aksi cepat di video tampak lebih jelas karena technology pada panel menampilkan transisi UI lebih mulus. Mata tidak cepat lelah saat menonton klip penuh aksi.
- Video tetap di 24/30/60 fps, tapi interaksi pemutar lebih responsif.
- Kreator mendapat keuntungan saat memilih frame atau trim klip singkat.
- Kebiasaan nyata: scroll galeri, preview klip di media sosial, dan berpindah tab terasa ‘licin’.
Kenyamanan visual ini akumulatif: semakin sering digunakan, semakin terasa dampaknya pada pengalaman konsumsi dan penggunaan aplikasi sehari-hari.
Kok bisa lebih hemat baterai? Peran ProMotion dan panel LTPO OLED
ProMotion pintar menyeimbangkan halus dan hemat daya tanpa Anda sadari.
Intinya: refresh rate adaptif membuat tampilan naik-turun sesuai aktivitas. Sistem tidak mengunci pada angka tinggi terus-menerus. Saat Anda sekadar melihat notifikasi, frekuensi turun drastis. Saat scrolling atau main game, ia naik lagi supaya respons tetap mulus.
Adaptive refresh rate: turun-naik sesuai aktivitas
Sistem bisa menyesuaikan refresh rate dari 1 hingga 120 Hz. Contoh praktis: bila layar menampilkan jam atau notifikasi statis, framerate bisa turun mendekati 1 Hz. Ini mengurangi konsumsi daya signifikan dibandingkan jika tetap di nilai tinggi.
Skema 1Hz hingga 120Hz: saat layar statis dibuat super irit
Panel LTPO memungkinkan perubahan cepat dan efisien. Karena panel ini mendukung variasi frekuensi, penghematan jadi lebih optimal dibanding panel biasa yang kurang fleksibel.
Kenapa ini berbeda dibanding 120Hz “tetap”
Model yang mengunci di refresh tinggi menguras baterai lebih cepat. Sedangkan ProMotion adaptif hanya memakai angka tinggi saat dibutuhkan. Hasilnya: kombinasi pengalaman halus dan durasi pakai lebih lama.
Dampak ke pemakaian harian: notifikasi, baca artikel, dan aplikasi chat
Aktivitas membaca artikel panjang atau membuka chat biasanya membuat tampilan relatif statis. Dalam kondisi itu, fitur adaptif berperan besar menghemat daya.
| Situasi | Refresh (contoh) | Efek pada baterai |
|---|---|---|
| Tampilan statis (jam/notif) | 1–10 Hz | Hemat tinggi |
| Browsing & chat | 30–60 Hz | Seimbang |
| Game / animasi cepat | 90–120 Hz | Lebih boros (saat aktif) |
Perbedaan layar 60Hz vs 120Hz di iPhone: siapa yang paling terasa
Banyak pengguna bertanya: kapan perbedaan ini benar‑benar terasa di tangan? Jawabannya bergantung pada kebiasaan sehari‑hari.
Kapan 60Hz masih terasa cukup
Untuk yang jarang gaming dan lebih sering membaca atau melihat foto statis, layar 60hz umumnya sudah memadai.
Aktivitas seperti menonton film 24/30 fps atau membaca artikel panjang tidak memberi manfaat besar dari frame lebih tinggi.
Kapan 120Hz terasa “sekali coba susah balik”
Bagi yang tiap hari scrolling media sosial panjang, cepat pindah aplikasi, atau sensitif pada animasi patah, perbedaan jadi jelas.
Setelah terbiasa, kembali ke 60Hz sering dianggap kurang responsif dan kurang mulus.
Efek untuk pengguna multitasking dan heavy scroller
Multitasker yang sering buka‑tutup aplikasi dan melakukan gesture cepat memperoleh keuntungan nyata: input terasa lebih nempel dan transisi lebih rapi.
Di samping kenyamanan mata, persepsi bahwa ponsel “lebih cepat” muncul walau chipset juga memainkan peran penting.
| Profil Pengguna | Kondisi Nyata | Apa yang Terasa |
|---|---|---|
| Pengguna kasual | Menonton, membaca, foto | 60Hz cukup; hemat daya |
| Heavy scroller | Feed panjang, sosial media | 120Hz terasa signifikan; sulit kembali |
| Multitasker / mobile worker | Buka‑tutup aplikasi sering | Lebih responsif; pengalaman lebih lancar |
Jika Anda masih puas dengan perbandingan layar 60Hz vs 120Hz, mungkin tak perlu buru‑buru ganti. Namun bila prioritas Anda fluiditas dan gameplay, peningkatan dapat terasa besar. Untuk konteks penghematan daya dan manajemen energi, baca juga ulasan hemat baterai iPhone yang relevan.
Evolusi 120Hz di ekosistem Apple: dari iPad Pro ke iPhone Pro lalu iPhone reguler

Perjalanan ProMotion dimulai di perangkat yang lebih besar, lalu menyusut ke ponsel. Langkah ini menunjukkan pola produk Apple: fitur premium dipakai dulu di versi khusus sebelum disebarkan ke model yang lebih umum.
ProMotion di iPad Pro (2017)
Pertama kali teknologi ini muncul pada iPad Pro 2017. Tujuannya: memberi respons dan visual yang halus untuk tugas kreatif dan interaksi stylus.
Masuk ke iphone pro pada 2021
Pada 2021, seri iPhone 13 Pro jadi perangkat Apple pertama di ponsel dengan ProMotion. Langkah ini mempertegas posisi iphone pro sebagai versi yang menawarkan keunggulan tampilan.
Empat tahun kemudian: melebar ke model reguler
Baru pada 2025 fitur ini menyentuh lini reguler lewat iPhone 17. Tradisi 60 Hz pada ponsel non‑Pro bertahan hingga generasi ke‑16, sehingga perubahan ini terasa sebagai titik balik.
- Strategi produk: fitur premium sebagai pembeda antara versi dan model.
- Persepsi pasar: 120hz lama identik dengan status pro.
- Nilai jual: bila layar kini setara, pembeli harus menimbang apakah iphone pro masih sepadan untuk peningkatan lain.
| Tahap | Tahun | Signifikansi |
|---|---|---|
| iPad Pro | 2017 | Perkenalan ProMotion untuk produktivitas |
| iPhone Pro | 2021 | Fitur premium masuk ponsel, beda versi |
| iPhone reguler | 2025 | Adopsi massal; titik balik penawaran |
Di sisi lain, Android sudah lebih dulu menyebarkan refresh tinggi. Perbandingan lengkap akan membantu menilai apakah langkah Apple hanya mengejar tren atau memang peningkatan fungsional bagi pengguna Indonesia.
Perbandingan dengan flagship Android: kenapa Apple baru menyusul
Pasar Android lebih dulu mengadopsi refresh tinggi, memberi mereka keuntungan pengalaman visual lebih awal.
Razer Phone (2017) jadi titik awal. Produsen Android melihat manfaat respons dan mulai bereksperimen dengan panel cepat di ponsel gaming.
Sejak 2020, refresh tinggi praktis menjadi standar di kelas flagship. Merek besar menambahkan kecepatan sambil menaikkan resolusi dan ukuran layar.
Pada 2025, fitur itu bahkan hadir di model entry-level. Artinya, apa yang dulu dianggap mewah kini meluas ke segmen murah.
Mengapa Apple tampak menyusul?
- Apple sering menunggu teknologi matang dan rantai pasok stabil.
- Mereka fokus pada efisiensi daya dan penyetelan animasi agar pengalaman konsisten.
- Strategi ini mengurangi risiko fragmentasi performa pada sistem operasi.
| Aspek | Android (sejak 2017–2025) | Apple (sikap sampai 2025) |
|---|---|---|
| Adopsi awal | Riset cepat, eksperimen di banyak model | Menunggu optimasi dan efisiensi |
| Standar pasar | Menjadi umum di flagship sejak 2020 | Masuk ke reguler pada 2025 |
| Fokus | Spesifikasi dan angka tinggi | Pengalaman konsisten dan adaptif |
Terlepas dari perbedaan strategi, langkah ini membuka peluang fitur lain pada model reguler. Perubahan ini memberi pengguna lebih banyak pilihan tanpa harus naik kelas perangkat.
Fitur yang ikut kebuka: always-on display dan pengalaman “future-proof”
Kemampuan untuk menurunkan frekuensi sampai sangat rendah membawa manfaat nyata di penggunaan sehari‑hari.
Always‑on display (AOD) bekerja efisien bila panel bisa turun ke ~1 Hz. Dengan angka serendah itu, tampilan jam, notifikasi, dan widget bisa aktif terus tanpa menguras baterai.
Manfaat praktis: lihat jam dan pesan singkat tanpa menyalakan layar penuh. Ini menghemat langkah dan waktu ketika Anda sekadar ingin menengok info cepat.
Siap untuk aplikasi dan fitur baru
Teknologi ini membuat semakin banyak aplikasi memanfaatkan refresh tinggi untuk animasi dan interaksi yang lebih halus.
Animasi iOS akan terasa lebih matang dan konsisten. Dengan begitu, perangkat terasa modern lebih lama.
| Aspek | Keuntungan | Batasan |
|---|---|---|
| Always‑on | Info cepat, hemat daya | Perlu optimasi aplikasi |
| Animasi & UI | Transisi lebih halus | Beberapa aplikasi belum teroptimasi |
| Nilai jual | Future‑proof pengalaman | Kamera & fitur pro tetap pembeda |
Apakah ini mengecilkan jarak reguler dan Pro? Sebagian ya, untuk pengalaman tampilan. Namun kamera, zoom, dan fitur video pro kemungkinan tetap jadi pembeda utama.
Kesimpulannya: kemampuan adaptif pada refresh memberi keuntungan nyata bagi fitur sehari‑hari dan menyiapkan perangkat untuk aplikasi masa depan.
Kesimpulan
Ringkasnya: kombinasi panel adaptif dan ProMotion membuat pengalaman visual lebih fleksibel dan efisien pada iphone baru. Scrolling jadi lebih mulus, animasi lebih halus, dan kontrol game terasa lebih responsif pada judul yang mendukung frame tinggi.
Baterai tidak otomatis terkuras karena kuncinya bukan angka tinggi terus‑menerus, melainkan mekanisme adaptif yang menurunkan atau menaikkan refresh sesuai aktivitas. Itulah alasan efisiensi nyata pada pemakaian sehari‑hari.
Bagi pengguna yang sering scrolling, multitasking, atau main game, peningkatan ini terasa signifikan. Pengguna ringan yang fokus pada telepon dan baca teks mungkin masih nyaman dengan 60Hz.
Meski Android lebih dulu memakai refresh tinggi, langkah ini tetap penting karena mengubah standar pengalaman. Saat menimbang upgrade, pertimbangkan juga kebutuhan kamera, fitur Pro, dan anggaran — layar bukan satu‑satunya pembeda.
Gunakan poin di artikel ini sebagai checklist sebelum beli. Dengan begitu keputusan terasa rasional dan sesuai kebutuhan Anda.




