slot deposit qris depo 10k
berita

Anak Korban Gempa NTT Menerima Trauma Healing dan Akses Perpustakaan Keliling di Pengungsian

Jakarta – Penanganan terhadap korban gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan dasar mereka selama berada di tempat pengungsian. Aspek pemulihan psikososial bagi masyarakat yang terdampak, terutama anak-anak yang termasuk dalam kelompok paling rentan, mulai menjadi fokus perhatian yang semakin penting.

Salah satu inisiatif yang dilakukan di posko pengungsian GOR Samador, Kabupaten Sikka, adalah memberikan pendampingan kepada anak-anak yang menjadi korban gempa. Melalui program trauma healing dan akses ke perpustakaan keliling, anak-anak yang berada di lokasi pengungsian mendapatkan kesempatan untuk beraktivitas dan belajar.

Kegiatan ini dirancang agar anak-anak tetap memiliki wadah untuk bermain, belajar, dan berinteraksi dengan sesama, meskipun mereka harus tinggal di pengungsian akibat bencana yang melanda.

Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menekankan bahwa perhatian terhadap aspek psikologis dan sosial masyarakat yang terdampak merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam upaya penanganan bencana.

“Kehadiran perpustakaan keliling dan program trauma healing di GOR Samador menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya memprioritaskan kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan sosial masyarakat yang terkena dampak,” ungkap Berton dalam keterangan persnya baru-baru ini.

Dalam rangka kegiatan trauma healing, anak-anak pengungsi dilibatkan dalam beragam aktivitas yang dirancang sesuai dengan usia mereka.

Para pendamping berupaya mengajak anak-anak untuk bermain bersama, guna memberikan kesempatan bagi mereka untuk tetap beraktivitas dan bersosialisasi dengan anak-anak lainnya di tengah situasi pengungsian.

Kegiatan ini dikemas secara interaktif dengan berbagai permainan edukatif. Anak-anak diajak untuk bercerita, bernyanyi, serta berpartisipasi dalam aktivitas kelompok yang menyenangkan.

Pendekatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak menghadapi segala tekanan psikologis yang mungkin muncul setelah mereka mengalami bencana.

“Langkah ini diambil untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka serta mengurangi kecemasan dan tekanan yang timbul akibat situasi bencana,” jelas Berton lebih lanjut.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak masih bisa melakukan aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka, meskipun di sekitar mereka masih berlangsung penanganan pascagempa.

Selain mendapatkan pendampingan psikologis, anak-anak di GOR Samador juga diberikan akses ke perpustakaan keliling.

Layanan ini disediakan untuk memastikan bahwa kegiatan belajar dan bermain anak tidak sepenuhnya terhenti selama mereka berada di pengungsian.

Related Articles

Back to top button