slot deposit qris depo 10k
bisnis

Inovasi Perusahaan AS di RI: 91 Proyek Menciptakan Investasi US$24,8 Miliar

Investasi dari perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat di Indonesia telah melampaui sekadar nominal penanaman modal. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian mereka beralih pada berbagai inisiatif inovatif. Ini mencakup pengembangan teknologi digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, riset, serta efisiensi dalam penggunaan sumber daya.

Laporan BISA 2026, yang diluncurkan oleh US-ASEAN Business Council (USABC), mencatat perkembangan ini secara rinci di Jakarta pada 16 September 2026.

Dalam laporan berjudul “Inovasi untuk Masa Depan Indonesia: Bagaimana Perusahaan AS Mendukung Pertumbuhan, Talenta, Daya Saing, dan Ketangguhan Indonesia,” sebanyak 91 proyek inovasi dari 43 perusahaan AS telah diidentifikasi berlangsung di Indonesia antara tahun 2020 hingga 2026.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, total nilai ekonomi yang dihasilkan mencapai sekitar US$24,8 miliar atau setara Rp434 triliun. Angka ini mencakup berbagai aspek, termasuk investasi, pendanaan program, hibah, serta nilai produksi yang dihasilkan.

“Perusahaan-perusahaan AS yang telah beroperasi di Indonesia selama beberapa dekade berkontribusi signifikan terhadap perkembangan ini melalui investasi yang berbasis inovasi, kemitraan teknologi, kolaborasi riset, serta pengembangan kapasitas,” jelas Marc Mealy, Executive Vice President of Research and Chief Policy Officer USABC di Jakarta.

Sektor-sektor seperti energi, pertambangan, minyak dan gas, serta makanan dan minuman menjadi kontributor utama dalam laporan ini. Secara keseluruhan, sektor-sektor tersebut menyumbangkan sekitar 58 persen dari total inovasi yang teridentifikasi.

Inovasi yang dihasilkan mencakup berbagai aspek, antara lain ketahanan energi, praktik bisnis yang berkelanjutan, konservasi, efisiensi sumber daya, dan pengurangan limbah.

Laporan BISA 2026 mengkategorikan dampak dari inovasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan AS ke dalam tiga pilar utama. Sebanyak 22 persen inovasi terklasifikasi dalam kategori pembangunan ekonomi yang tangguh.

Sementara itu, 41 persen dari inovasi yang dilaporkan berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia. Inisiatif dalam kategori ini telah menjangkau lebih dari 10,7 juta orang, di antaranya 4 juta perempuan dan lebih dari 1 juta peserta pelatihan digital.

Adapun 37 persen dari inovasi tersebut berfokus pada peningkatan daya saing bisnis. Pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi menjadi sorotan utama, termasuk penggunaan teknologi untuk penghematan air dan sumber daya alam lainnya.

Dampak dari inisiatif tersebut juga tercermin dalam jangkauan, dengan sekitar 1 juta pengguna digital dan 85.100 unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam berbagai program yang dilaksanakan.

Related Articles

Back to top button