slot deposit qris depo 10k
berita

Ketegangan Houthi dan Arab Saudi Meningkat, Sekolah di Riyadh Terapkan PJJ Secara Serentak

Sekolah-sekolah di Riyadh, Arab Saudi, mengumumkan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama satu minggu. Keputusan ini disampaikan kepada orang tua siswa melalui pesan yang diterima pada hari Minggu, 27 September 2026.

Melalui dua pesan yang berbeda, pihak sekolah menginformasikan, “Kami baru saja mendapatkan arahan dari otoritas setempat bahwa sekolah akan tetap ditutup selama seminggu ke depan,” demikian kutipan yang dilansir dari sumber resmi pada Senin, 28 September 2026.

Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan di balik kebijakan tersebut. Namun, keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Teluk, terutama terkait serangan yang hampir terjadi setiap hari terhadap Arab Saudi oleh kelompok Houthi di Yaman, yang memiliki dukungan dari Iran.

Seorang orang tua siswa di Riyadh menyatakan kepada media, “Ketika sebuah keputusan berdampak pada seluruh komunitas sekolah selama satu pekan penuh, keluarga berhak mendapatkan informasi yang jelas dan terbuka mengenai alasan di balik keputusan ini,” sambil meminta identitasnya dirahasiakan.

Sementara itu, seorang warga Lebanon yang tinggal di Riyadh mengungkapkan, “Ini adalah keputusan yang sangat mendadak. Kami benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi.”

Pada malam Minggu, beberapa sekolah memberikan kabar bahwa mereka akan kembali menggelar pembelajaran tatap muka pada hari Senin.

Hingga saat ini, pihak berwenang di Arab Saudi belum memberikan komentar resmi terkait penutupan sekolah tersebut maupun pernyataan mengenai pelaksanaan kembali pembelajaran tatap muka di pekan ini.

Informasi mengenai penutupan sekolah ini datang sehari setelah koalisi yang dipimpin Arab Saudi, yang terlibat dalam konflik melawan Houthi di Yaman, mengumumkan bahwa mereka telah mencegat sejumlah drone dan rudal balistik yang ditujukan ke wilayah kerajaan.

Serangan-serangan ini merupakan bagian dari rangkaian agresi yang terus meningkat dari kelompok Houthi sejak bulan Juli. Momen tersebut menandai dimulainya kembali permusuhan yang mengakhiri gencatan senjata yang telah berlangsung selama beberapa tahun, yang membuat Yaman kembali terjerumus ke dalam konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya juga mengecam lonjakan serangan yang dilakukan oleh kelompok Houthi terhadap Arab Saudi. Mereka mencatat bahwa serangan tersebut telah mengakibatkan luka-luka pada warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Related Articles

Back to top button