Kamera periskop di Galaxy S24 Ultra ternyata downgrade dari S23 Ultra

Sebuah fakta mengejutkan muncul saat Samsung meluncurkan flagship terbarunya. Spesifikasi kamera telephoto andalannya justru menunjukkan angka yang lebih rendah dibanding pendahulu.
Perubahan besar terjadi pada lensa telefoto periskop. Samsung mengganti sensor 10 MP dengan zoom optik 10x menjadi sensor 50 MP dengan zoom optik 5x. Sepintas, ini terlihat seperti langkah mundur untuk kemampuan zoom jarak jauh.
Artikel ini akan mengupas alasan di balik keputusan tersebut. Kami akan menganalisis apakah pengurangan zoom optik ini adalah downgrade atau justru strategi cerdas untuk kualitas gambar yang lebih baik. Mari kita selidiki bersama perubahan pada ponsel pintar flagship ini.
Poin-Poin Penting
- Galaxy S24 Ultra resmi hadir dengan konfigurasi kamera baru pada awal 2024.
- Lensa telefoto periskop 10x digantikan oleh sensor 50MP dengan zoom optik 5x.
- Perubahan ini memicu pertanyaan: apakah ini langkah mundur atau peningkatan terselubung?
- Zoom optik maksimal berkurang, tetapi resolusi sensor melonjak drastis dari 10MP ke 50MP.
- Artikel akan mengulas perbandingan spesifikasi, alasan Samsung, dan analisis kualitas foto.
- Teknologi zoom optik, digital, dan crop akan dibahas lebih lanjut.
Spesifikasi Baru vs Lama: Zoom 10x Hilang, Resolusi Naik Drastis
Upgrade tahun ini menawarkan pertukaran yang tidak biasa: kehilangan jarak zoom optik untuk mendapatkan resolusi sensor yang jauh lebih besar. Mari kita lihat angka-angkanya secara langsung untuk memahami apa yang berubah dari model sebelumnya.
Perbandingan Head-to-Head: S23 Ultra 10MP 10x vs S24 Ultra 50MP 5x
Perbedaan mendasar terletak pada jantung sistem telefoto jarak jauh. Berikut adalah rincian spesifikasinya dalam tabel.
| Spesifikasi | Samsung Galaxy S23 Ultra (Lama) | Samsung Galaxy S24 Ultra (Baru) |
|---|---|---|
| Tipe Kamera | Telefoto Periskop | Telefoto Periskop |
| Resolusi Sensor | 10 Megapiksel (MP) | 50 Megapiksel (MP) |
| Zoom Optik Maksimal | 10x | 5x |
| Aperture (Bukaan Lensa) | f/4.9 | f/3.4 |
Pertukarannya jelas. Versi lama mengandalkan zoom optik yang sangat panjang. Versi baru fokus pada sensor beresolusi tinggi dan bukaan lensa yang lebih besar.
Aperture f/3.4 memungkinkan lebih banyak cahaya masuk. Ini berpotensi meningkatkan kualitas foto dalam kondisi cahaya rendah.
Memahami Perbedaan Zoom Optik, Digital, dan Crop Zoom
Sebelum lanjut, kita perlu pahami tiga cara sebuah ponsel memperbesar gambar. Ketiganya punya hasil yang berbeda.
Zoom Optik adalah metode terbaik. Pembesaran dilakukan secara fisik oleh lensa. Kualitas gambar tetap tajam dan utuh karena menggunakan seluruh sensor.
Digital Zoom adalah yang paling buruk. Ini hanya memperbesar gambar secara perangkat lunak. Hasilnya sering terlihat pecah dan kehilangan detail.
Crop Zoom adalah jalan tengah yang cerdas. Teknik ini memotong bagian tengah dari sebuah foto beresolusi sangat tinggi.
Sensor 50MP pada model terbaru adalah kuncinya. Saat Anda memotret dengan zoom 5x, Anda mendapatkan gambar penuh dari sensor itu.
Ketika Anda memilih zoom 10x di aplikasi kamera, yang terjadi adalah crop zoom. Sistem memotong bagian tengah foto 50MP itu untuk mensimulasikan pembesaran 2x lagi.
Hasil akhirnya adalah foto beresolusi sekitar 12MP yang masih sangat tajam. Ini jauh lebih baik daripada sekadar digital zoom.
Pendekatan serupa juga dipakai pesaing. iPhone 15 Pro Max menggunakan crop dari sensor 48MP untuk zoom 2x. Pixel 8 Pro juga memanfaatkan sensor 50MP untuk opsi zoom 10x-nya.
Jadi, kemampuan zoom 10x tidak benar-benar hilang. Ia hadir dalam bentuk yang berbeda dan lebih cerdas, berkat resolusi sensor yang melimpah.
Mengapa Samsung Mengganti Kamera Periskop 10x di Galaxy S24 Ultra?

Perubahan spesifikasi kamera tidak terjadi begitu saja. Ia lahir dari riset mendalam tentang bagaimana kita menggunakan ponsel.
Keputusan Samsung untuk mengganti modul ikoniknya bukan tanpa dasar. Semuanya berawal dari data nyata yang dikumpulkan dari pengguna setia.
Riset Kebiasaan Pengguna: Zoom 5x Lebih Sering Dipakai
Blake Gaiser, Director Product Management Samsung, mengungkapkan temuan menarik. Riset internal terhadap pemakai Galaxy S23 menunjukkan pola yang jelas.
Pengguna sangat jarang memotret dengan zoom optik 10x. Kebanyakan justru lebih sering memakai zoom di rentang 3x hingga 5x.
Fungsi 10x hanya berguna di situasi spesifik. Misalnya, saat berada di konser atau ingin memotret objek yang sangat jauh di siang hari.
Sebaliknya, zoom 5x dianggap lebih praktis untuk keseharian. Ia sering dipakai untuk memotret portrait, makanan, atau detail arsitektur bangunan.
| Rentang Zoom | Frekuensi Penggunaan (Berdasarkan Riset) | Contoh Situasi Pemakaian |
|---|---|---|
| 3x – 5x | Sangat Sering | Potret wajah, foto makanan, detail produk, pemandangan urban. |
| 5x – 10x | Jarang | Mendekatkan objek di kejauhan, papan tanda, acara olahraga. |
| 10x (Optik Murni) | Sangat Jarang | Konser (jika dekat panggung), objek sangat jauh di kondisi terang. |
Data ini menjadi penentu utama. Samsung memilih mengoptimalkan fitur yang benar-benar dipakai banyak orang.
Keputusan ini murni didorong oleh utilitas. Tujuannya adalah meningkatkan pengalaman mayoritas pengguna, bukan mengejar angka spesifikasi.
Strategi “Satu Kamera untuk Dua Fungsi” dengan Sensor 50MP
Dengan data riset di tangan, Samsung merancang solusi cerdas. Mereka menerapkan strategi “satu kamera untuk dua fungsi”.
Sensor 50MP dengan zoom optik 5x menjadi tulang punggungnya. Dari satu modul ini, dua kebutuhan terpenuhi.
Pertama, Anda mendapatkan zoom optik 5x berkualitas tinggi. Kedua, sistem bisa melakukan crop zoom dari foto 50MP itu untuk hasil setara 10x yang masih tajam.
Strategi ini menghilangkan kebutuhan akan dua kamera telephoto terpisah. Pada S23 Ultra, tidak ada zoom optik 5x murni.
Pengguna harus melompat dari 3x langsung ke 10x. Jarak ini terasa kurang natural untuk komposisi sehari-hari.
Keuntungan teknisnya signifikan. Desain ini menghemat ruang berharga di dalam bodi smartphone yang sudah padat.
Perubahan ini juga menyelaraskan S24 Ultra dengan tren industri. Flagship seperti iPhone 15 Pro Max dan Google Pixel 8 Pro juga mengutamakan zoom 5x sebagai basis.
Keunggulan lain ada pada bukaan lensa yang lebih lebar (f/3.4). Aperture besar ini memungkinkan lebih banyak cahaya masuk.
Hasilnya adalah peningkatan performa untuk foto dalam kondisi cahaya rendah. Ini adalah nilai tambah yang praktis dari perubahan tersebut.
Jadi, ini bukan sekadar downgrade spesifikasi. Ini adalah evolusi desain yang lebih pintar dan berfokus pada pengalaman nyata.
Analisis Kualitas Foto: Bagaimana Hasil Zoom 5x dan 10x di S24 Ultra?

Pertanyaan terbesar kini beralih dari spesifikasi ke hasil: seberapa bagus kualitas fotonya? Mari kita lihat performa nyata dari dua mode zoom andalan pada ponsel flagship terbaru ini.
Uji coba ini akan fokus pada ketajaman, detail, dan performa dalam berbagai situasi pencahayaan. Hasilnya mungkin akan mengejutkan Anda.
Ketajaman dan Detail di Berbagai Kondisi Pencahayaan
Pada zoom optik 5x, kamera ini benar-benar bersinar. Sensor 50MP menangkap detail yang sangat kaya dan tekstur yang halus.
Setiap helai rambut atau pola pada benda terlihat jelas. Hasilnya cocok untuk sebagian besar kebutuhan pemotretan sehari-hari.
Bagaimana dengan zoom 10x? Sistem melakukan crop dari bagian tengah foto 50MP tersebut.
Hasil akhirnya adalah gambar beresolusi sekitar 12MP. Kualitasnya masih sangat tajam dan jauh dari kesan buram seperti digital zoom biasa.
Dalam kondisi siang hari yang terang, kedua mode ini menghasilkan foto yang impresif. Detail pada crop zoom 10x tetap terjaga dengan baik untuk dibagikan di media sosial.
Meski tidak sebaik zoom optik 10x asli di kondisi ideal, hasilnya tetap lebih dari cukup. Berikut tabel perbandingan visual pada berbagai situasi.
| Kondisi Pencahayaan | Zoom 5x (Optik, 50MP) | Zoom 10x (Crop, ~12MP) |
|---|---|---|
| Siang Hari Terik | Detail sangat kaya, dinamis tinggi, warna akurat. | Tajam, baik untuk objek statis, detail masih terlihat. |
| Dalam Ruangan (Cahaya Cukup) | Hasil terbaik, noise minimal, tekstur sempurna. | Masih bisa digunakan, sedikit noise di area gelap. |
| Low-Light (Malam Hari) | Keunggulan signifikan berkat aperture besar. | Terbatas, lebih cocok untuk kondisi terang. |
Keunggulan Aperture Lebih Besar untuk Foto Low-Light
Inilah peningkatan nyata yang dirasakan pengguna. Aperture f/3.4 memungkinkan lebih banyak cahaya masuk dibanding f/4.9 pada model lama.
Dampaknya sangat jelas pada pemotretan dalam kondisi cahaya rendah. Foto yang dihasilkan lebih terang, dengan noise yang lebih terkendali.
Bagi Anda yang sering memotret di dalam ruangan atau saat malam hari, ini adalah kabar baik. Kualitas gambar pada zoom 5x mengalami lompatan signifikan.
Transisi antara tingkat zoom juga terasa lebih halus. Lensa telefoto 3x menangani rentang pendek, lalu lensa telefoto 5x mengambil alih untuk pembesaran lebih panjang.
Konsistensi gambar di seluruh rentang zoom pun menjadi lebih baik. Pengolahan gambar dan teknologi AI pada kamera Samsung turut menyempurnakan hasil akhir, terutama pada crop zoom 10x.
Fitur seperti Nightography memanfaatkan aperture besar ini untuk menangkap lebih banyak cahaya. Hasilnya, foto low-light dari perangkat ini bisa sangat mengesankan.
Secara keseluruhan, perubahan ini berfokus pada pengalaman praktis. Zoom 5x yang berkualitas tinggi dan siap digunakan di lebih banyak situasi menjadi nilai jual utamanya.
Kesimpulan: Apakah Galaxy S24 Ultra Periscope Layak Dipertimbangkan?
Lepas dari perdebatan spesifikasi, inti dari perubahan ini adalah peningkatan pengalaman fotografi sehari-hari. Alih-alih downgrade, pertukaran pada modul periskop lebih tepat disebut peningkatan cerdas.
Sensor 50MP menghadirkan detail yang lebih kaya. Aperture f/3.4 yang lebih besar secara signifikan meningkatkan kualitas gambar dalam cahaya rendah.
Bagi mayoritas pengguna yang lebih sering memakai zoom 3x hingga 5x, ini adalah penyempurnaan nyata. Hasil zoom 10x dari teknik crop pun tetap tajam untuk dibagikan.
Jadi, Galaxy S24 Ultra sangat layak dipertimbangkan, terutama jika Anda mengutamakan hasil foto di berbagai kondisi pencahayaan dan jarang butuh zoom ekstrem. Teknologi AI fotografi Samsung akan mengoptimalkan hasil dari kamera baru ini. Bagi yang mutlak membutuhkan zoom optik 10x, model sebelumnya mungkin jadi pilihan. Namun, untuk paket kamera yang lebih seimbang dan modern, S24 Ultra unggul. Anda bisa melihat spesifikasi lengkap Galaxy S24 Ultra untuk pertimbangan lebih lanjut.
Inovasi terkadang berarti mengutamakan pengalaman nyata daripada angka semata. Perubahan pada ponsel flagship ini adalah buktinya.




