Kejar-kejaran gelar Premier League kembali memasuki fase menegangkan. Arsenal mengalami kekecewaan besar setelah kalah 1-2 dari AFC Bournemouth di Emirates Stadium pada 11 April 2026. Kekalahan ini menjadi momen krusial yang mengubah arah perburuan gelar yang sebelumnya tampak menguntungkan bagi mereka.
Hasil tersebut menjadi tamparan keras bagi tim asuhan Mikel Arteta, yang sebelumnya memimpin klasemen. Dengan kekalahan ini, Manchester City mendapatkan kesempatan emas untuk kembali merebut posisi juara yang sempat mereka tinggalkan.
Pertandingan mendatang antara Arsenal dan City semakin menarik perhatian, terlebih setelah hasil mengecewakan ini. Tensi pertandingan yang akan datang kini meningkat, mengingat Arsenal telah kehilangan poin-poin penting yang bisa menentukan nasib mereka.
Saat ini, Arsenal masih berada di puncak klasemen dengan keunggulan sembilan poin. Namun, keadaan ini bisa berubah dengan cepat. Manchester City masih memiliki dua pertandingan yang belum dimainkan, yang dikenal sebagai game in hand, dan ini memberi mereka peluang untuk menyusul.
Jika tim yang dilatih Pep Guardiola dapat mengalahkan Chelsea, jarak poin antara mereka dan Arsenal akan menyusut menjadi enam. Lebih jauh lagi, jika City berhasil menaklukkan Arsenal, selisih poin kedua tim bisa mengecil menjadi tiga — dan City masih memiliki satu laga tambahan.
Dengan jadwal pertandingan yang tersisa, peluang untuk merebut gelar juara kini sepenuhnya bergantung pada konsistensi performa kedua klub.
Seandainya City mampu meraih kemenangan dalam delapan laga tersisa, mereka akan mengumpulkan total 85 poin. Menariknya, angka tersebut juga menjadi batas maksimal yang bisa diraih Arsenal, asalkan mereka kalah dalam pertandingan melawan City.
Hal ini menunjukkan bahwa gelar juara bisa ditentukan oleh selisih gol. Saat ini, Arsenal memiliki keunggulan produktivitas dengan selisih gol +38, sementara City berada di angka +32. Meskipun demikian, keunggulan itu terasa rapuh.
Dengan adanya dua laga tambahan, City berpotensi untuk tidak hanya menyusutkan selisih gol, tetapi juga membalikkan keadaan. Apalagi, jika mereka berhasil mengalahkan Arsenal, itu akan berdampak signifikan terhadap perhitungan selisih gol — meningkatkan gol yang mereka cetak sekaligus merusak catatan Arsenal.
Dalam skenario yang paling ekstrem, ada kemungkinan kedua tim berakhir dengan poin yang sama. Jika hal ini terjadi, penentuan gelar juara akan bergantung pada detail-detail kecil seperti selisih gol yang dimiliki masing-masing tim.
Melihat dinamika yang terus berubah, satu hal yang pasti: perburuan gelar Premier League musim ini masih jauh dari selesai. Justru, drama yang sesungguhnya baru saja dimulai, dan semua mata kini tertuju pada bagaimana kedua tim akan berjuang dalam sisa pertandingan.

