Alokasi anggaran sebesar Rp450 juta untuk laundry yang terdaftar dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) 2026 di Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kini menjadi perhatian publik di media sosial.
Astri Intan Nirwany, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, menegaskan bahwa anggaran tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pakaian Gubernur Rudy Mas’ud. Menurutnya, dana tersebut digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional di rumah jabatan.
Astri menjelaskan bahwa anggaran laundry ini digunakan untuk mencuci berbagai perlengkapan, seperti karpet, gorden, bed cover, serta perlengkapan lainnya yang berada di enam gedung di kompleks kantor gubernur.
“Anggaran ini digunakan untuk mencuci berbagai perlengkapan seperti karpet, gorden, bed cover, dan fasilitas lain di enam gedung dalam kompleks kantor gubernur,” ungkap Astri, seperti yang dilaporkan di akun TikTok @KaltimToday pada Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa saat ini banyak kegiatan pemerintah provinsi yang tidak lagi dilaksanakan di hotel. Hal ini merupakan respons terhadap instruksi penghematan anggaran dari pemerintah pusat, sehingga berbagai aktivitas kini dipusatkan di gedung-gedung rumah jabatan.
Kegiatan yang dimaksud meliputi agenda seremonial, kedinasan, sosial, keagamaan, hingga kegiatan organisasi masyarakat. Dengan meningkatnya frekuensi penggunaan gedung-gedung tersebut, kebutuhan operasional, termasuk layanan laundry, juga meningkat.
Astri menegaskan bahwa alokasi anggaran ini disesuaikan dengan kebutuhan operasional yang ada, dan tidak hanya untuk pakaian kepala daerah. Ia mencatat bahwa penamaan dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) tidak selalu mencerminkan detail penggunaan anggaran di lapangan.
“Tidak benar jika anggaran ini hanya ditujukan untuk laundry pakaian kepala daerah. Itu hanya istilah yang digunakan dalam RUP, dan nantinya akan disesuaikan dengan nomenklatur dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD),” tegasnya.

