Anthropic baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah membeli waktu iklan untuk Super Bowl guna menegaskan bahwa Claude, asisten AI mereka, akan tetap bebas iklan. Langkah ini diambil tidak tanpa tujuan. Pada bulan lalu, OpenAI mengumumkan bahwa mereka sedang menguji iklan dalam ChatGPT untuk pengguna gratis dan pelanggan tier Go. Melalui kampanye Super Bowl pertamanya, Anthropic secara langsung menanggapi keputusan tersebut.
Iklan Super Bowl Anthropic
Anthropic merilis dua iklan, yaitu satu spot 30 detik yang ditayangkan selama permainan dan satu iklan yang lebih panjang sebelum pertandingan. Kedua iklan ini mengusung tagline “Iklan akan hadir di AI. Tapi tidak di Claude.” Dalam iklan tersebut, asisten AI memberikan saran, lalu secara canggung beralih ke promosi produk. Salah satu iklan menampilkan seorang pria yang berbicara dengan terapis AI tentang ibunya, hanya untuk kemudian terganggu dengan promosi aplikasi kencan yang menawarkan pertemuan dengan wanita yang lebih tua.
Alasan Claude Tanpa Iklan
Bersamaan dengan tayangan iklan, Anthropic juga mempublikasikan sebuah pos blog yang menjelaskan pentingnya keberadaan Claude tanpa iklan bagi mereka. Perusahaan berpendapat bahwa percakapan yang melibatkan AI terlalu bersifat pribadi untuk disertai iklan. Pengguna memanfaatkan alat ini untuk pertanyaan yang sensitif terkait pekerjaan, kesehatan, dan keputusan pribadi. Memasukkan iklan dalam konteks tersebut dinilai tidak etis dan bisa memengaruhi respons dengan cara yang tidak mudah terdeteksi oleh pengguna.
Tanggapan Sam Altman
CEO OpenAI, Sam Altman, tidak membiarkan iklan tersebut berlalu tanpa memberikan tanggapan. Ia mengunggah respons panjang di platform X, menyebutkan bahwa gambaran Anthropic adalah “jelas tidak jujur.” Altman mengakui bahwa iklan tersebut lucu, tetapi menegaskan bahwa OpenAI tidak akan menjalankan iklan seperti yang digambarkan oleh Anthropic. “Kami bukan orang bodoh dan kami tahu pengguna kami akan menolak itu,” tulisnya.
Altman melanjutkan dengan menyatakan bahwa Anthropic “menyediakan produk mahal untuk kalangan kaya” sementara ChatGPT memberikan akses AI kepada miliaran orang yang tidak mampu membayar langganan. Ia juga mencatat bahwa lebih banyak pengguna di Texas menggunakan ChatGPT secara gratis dibandingkan dengan total pengguna Claude di AS. Selain itu, ia menuduh Anthropic berusaha mengendalikan bagaimana orang menggunakan AI dan menyebut perusahaan itu “otoriter.”
Pertarungan Model Bisnis
Pertukaran pendapat tersebut menunjukkan bahwa model bisnis kini telah menjadi medan pertempuran yang nyata. Alih-alih memasang iklan, Anthropic memilih untuk tetap menggunakan kontrak perusahaan dan langganan berbayar. Claude Pro dikenakan biaya $20 per bulan, sama dengan ChatGPT Plus. ChatGPT sendiri memiliki sekitar 800 juta pengguna mingguan, dan OpenAI telah merekrut spesialis iklan untuk membangun platform iklan mereka.
Fleksibilitas di Masa Depan
Meskipun Anthropic menegaskan posisinya, mereka juga memberi diri mereka pilihan untuk mengevaluasi kembali pendekatan ini di masa depan. Dalam pos blog tersebut, dinyatakan bahwa jika perusahaan perlu mempertimbangkan kembali strategi ini, mereka akan transparan mengenai alasannya. Namun, saat ini, posisi yang diambil sangat jelas: Claude merupakan ruang untuk berpikir, bukan tempat untuk diserang dengan iklan yang ditargetkan.
Kesimpulan
Dalam konteks persaingan antara Anthropic dan OpenAI, jelas terlihat bahwa keputusan terkait iklan dan model bisnis menjadi sangat penting. Dengan memposisikan Claude sebagai platform tanpa iklan, Anthropic berusaha menarik perhatian pengguna yang mengutamakan privasi dalam interaksi mereka dengan teknologi AI. Di sisi lain, OpenAI dengan pendekatan iklan yang lebih agresif berusaha menjangkau pengguna yang lebih luas. Sebagai hasilnya, dinamika ini tidak hanya berdampak pada strategi pemasaran kedua perusahaan tetapi juga pada cara pengguna berinteraksi dengan alat AI mereka.

