Site icon ICMI Sleman

Arab Saudi Kembali Diserang, Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Umrah Cek Tiga Hal Penting Sebelum Berangkat

Terminal penumpang di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, mengalami serangan lagi pada hari Minggu, 11 Oktober. Insiden ini terjadi hanya satu hari setelah serangan mematikan yang mengakibatkan 12 orang tewas, termasuk seorang warga negara Amerika Serikat, serta melukai ratusan lainnya.

Menurut pernyataan resmi dari otoritas Arab Saudi, satu orang kehilangan nyawa dan sebelas lainnya mengalami luka-luka akibat serangan terbaru yang menargetkan kompleks terminal 3 dan 4 di bandara tersebut, yang melayani penerbangan domestik. Korban tewas dalam insiden ini adalah seorang warga negara Pakistan, sedangkan mereka yang terluka telah dirawat di rumah sakit.

Menanggapi serangan yang terjadi di Bandara Riyadh, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia merilis beberapa imbauan bagi calon jemaah umrah Indonesia, baik yang sudah berada di Arab Saudi maupun yang akan berangkat ke tanah suci.

Dalam keterangan yang diberikan, Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengingatkan para jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi untuk selalu berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Mereka juga diharapkan untuk memantau informasi perjalanan dan mengikuti petunjuk keselamatan yang diberikan oleh pihak berwenang setempat.

“Penyelenggara diharapkan untuk terus memantau kondisi jemaah dan secara berkala menyampaikan informasi penting,” ungkapnya dalam rilis yang diterima pada hari Senin, 12 Oktober 2026.

Bagi jemaah yang belum berangkat ke Arab Saudi, Kemenhaj menyarankan agar mereka terus mengikuti perkembangan situasi dan informasi resmi terkait perjalanan umrah. Jemaah diharapkan untuk berkoordinasi dengan PPIU guna memastikan jadwal, status penerbangan, dan kesiapan keberangkatan mereka. Penting untuk tidak membuat keputusan berdasarkan informasi yang belum diverifikasi.

“Kami mengimbau jemaah yang belum berangkat untuk terus berkomunikasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan semua informasi keberangkatan diperoleh dari sumber resmi. Selalu ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu untuk meminta klarifikasi kepada penyelenggara jika ada perubahan dalam jadwal atau ketentuan perjalanan,” tambah Ichsan.

Exit mobile version