Atlet Peraih Medali Porprov Pasuruan Protes Terkait Pemotongan Reward 70 Persen

Sejumlah atlet yang berhasil meraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 mengungkapkan kekecewaan mereka setelah mengetahui bahwa pemberian reward dari Pemerintah Kota Pasuruan mengalami pemotongan hingga 70 persen.
Melalui sebuah unggahan di Instagram @kitanotice, para atlet mengekspresikan rasa frustrasi mereka dengan melakukan aksi simbolis, seperti membuang dan menginjak plakat penghargaan usai acara penyerahan reward yang dihadiri oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, di Gradhika pada Rabu, 25 Februari 2026.
Nur Alam Al-Ghozi, seorang atlet bela diri campuran (MMA) dari Kota Pasuruan, mengeluhkan minimnya perhatian dari pemerintah daerah, termasuk dalam hal penyediaan kebutuhan dasar seperti seragam untuk kontingen.
“Kami telah berlatih dengan keras selama berbulan-bulan, mempertaruhkan tenaga dan waktu. Namun, imbalan yang kami terima tidak sebanding,” ungkap Alam dalam narasi unggahan tersebut.
Ia menyatakan bahwa situasi ini memunculkan rasa tidak nyaman di kalangan atlet Kota Pasuruan. Beberapa atlet yang memiliki potensi besar bahkan mulai mempertimbangkan untuk berpindah ke daerah lain yang dianggap lebih menghargai prestasi mereka.
“Banyak teman-teman mulai berpikir untuk pindah. Jika ada daerah lain yang lebih menghargai jerih payah kami, tentu itu akan menjadi pertimbangan yang serius,” kata Nur Alam.
Kekecewaan serupa juga disampaikan oleh Robiatul Adawiyah, atlet wushu yang meraih medali emas. Ia menekankan bahwa masalah yang diangkat tidak hanya terfokus pada nilai nominal bonus, tetapi lebih pada komitmen untuk menghargai perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
“Kami memang merasa kecewa. Apa yang kami terima sangat jauh dari janji yang disampaikan sebelum kami bertanding. Janji-janji itu seharusnya menjadi motivasi, namun kenyataan justru berbeda,” jelas Robiatul saat dihubungi oleh awak media pada Jumat, 27 Februari 2026.
Menurutnya, para atlet telah menjalani proses latihan selama bertahun-tahun dengan pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya pribadi. Ia menilai perubahan kebijakan terkait reward menunjukkan kurangnya keseriusan pemerintah daerah dalam menghargai prestasi atlet.
Sebagai perbandingan, pada Porprov VIII Jawa Timur 2023, atlet peraih medali emas mendapat reward sebesar Rp30 juta, perak Rp20 juta, dan perunggu Rp10 juta. Namun, pada Porprov IX 2025, nominal reward tersebut turun drastis menjadi Rp10 juta untuk medali emas, Rp7,5 juta untuk perak, dan Rp5 juta untuk perunggu.
Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Pasuruan mencatat total reward yang disalurkan kepada atlet dan pelatih berprestasi mencapai Rp301.250.000. Kontingen Kota Pasuruan sendiri mengirimkan 217 atlet dan 42 pelatih yang berkompetisi di 36 cabang olahraga pada ajang yang diselenggarakan di Malang Raya dan Kota Batu tersebut.