Site icon ICMI Sleman

Bahan Bakar Bobibos dari ESDM Siap Melakukan Uji Coba di Kendaraan Bermotor

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menekankan pentingnya uji coba bahan bakar nabati (BBN) yang dikenal dengan nama Bobibos pada kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor.

“Pengujian akan dilakukan pada berbagai jenis kendaraan, baik mobil maupun motor. Kami akan fokus pada aspek ini,” jelas Laode dalam pernyataannya pada Selasa, 14 April 2026.

Dia menambahkan bahwa untuk menjawab tantangan terkait ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) yang masih diimpor, inovasi Bobibos perlu menjalani serangkaian uji coba yang komprehensif.

Laode juga telah memberikan instruksi kepada Noor Arifin Muhammad, Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, untuk memimpin tim yang akan bekerja sama dengan pihak Bobibos.

“Kita harus langsung membahas aspek teknis yang dibutuhkan untuk pengujian ini,” ungkap Laode.

Dia mengingatkan bahwa Bobibos perlu memperoleh sejumlah izin dari kementerian terkait, khususnya yang berkaitan dengan izin penjualan bahan bakar tersebut.

Diketahui bahwa produsen Bahan Bakar Orisinil Buatan Indonesia, Bos! (Bobibos), telah melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi pada Senin, 13 April 2026.

Pembina Bobibos, Mulyadi, hadir dalam pertemuan tersebut didampingi oleh Founder Bobibos, Iklas Thamrin, dalam rapat yang dipimpin oleh Dirjen Migas Laode Sulaeman. Dalam diskusi tersebut, Iklas menyampaikan bahwa bahan bakar mereka sudah siap untuk diuji, setelah menjalani serangkaian pengujian internal.

“Kami telah melakukan uji coba jalan pada berbagai merek kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil, diesel, hingga truk,” tegas Iklas.

Mulyadi menambahkan bahwa bahan baku untuk Bobibos berasal dari jerami, yang biasanya dibakar oleh petani setelah panen. “Dengan adanya Bobibos, petani mendapatkan manfaat ganda. Selain menghasilkan beras, mereka juga dapat memanfaatkan jerami sebagai sumber pendapatan,” ungkap Mulyadi.

Dia berharap inovasi Bobibos dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia, seperti mengurangi ketergantungan pada impor BBM, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mengurangi dampak lingkungan yang diakibatkan oleh bahan bakar fosil.

“Yang tidak kalah penting, inovasi ini juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru,” tambahnya.

Exit mobile version