Site icon ICMI Sleman

Bakrie & Brothers Catatkan Kenaikan Laba Hampir 50 Persen di 2025 Berkat Faktor Ini

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengalami lonjakan laba bersih hampir 50 persen pada tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan yang signifikan ini didorong oleh kinerja kuat dari anak perusahaan, dengan fokus utama pada sektor mobilitas listrik, infrastruktur, dan industri baja.

Sepanjang tahun 2025, laba bersih BNBR meningkat 49,6 persen menjadi Rp 502,74 miliar, meningkat dari Rp 336,04 miliar di tahun 2024. Di sisi lain, pendapatan bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 3,74 triliun, mengalami penurunan sedikit sebesar 3,28 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Direktur Utama dan CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, menyatakan bahwa pertumbuhan laba ini berkat keberhasilan dalam mengakuisisi 90 persen saham tol Cimanggis-Cibitung. Meskipun akuisisi tersebut menambah beban utang perusahaan, dampak positifnya terhadap profitabilitas sangat terasa.

“BNBR mencatatkan kenaikan laba hampir 50 persen menjadi Rp 500 miliar. Tahun 2025 juga menjadi momen penting bagi kami dengan berhasil mengakuisisi 90 persen saham Cimanggis-Cibitung Tollways,” ungkap Anin usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 27 Februari 2026.

Roy Hendrajanto M. Sakti, Direktur Keuangan BNBR, menambahkan bahwa kinerja perusahaan tetap solid meskipun terdapat ketidakpastian dalam kondisi ekonomi global saat ini.

Sektor Kendaraan Listrik Menjadi Penggerak Pertumbuhan

Pendapatan BNBR berasal dari beberapa lini bisnis utama yang saling mendukung. Di antara semua segmen, PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan mencapai Rp 2,18 triliun.

Di urutan kedua, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), yang berfokus pada sektor kendaraan listrik, memberikan kontribusi sebesar Rp 1,08 triliun pada tahun 2025. Pertumbuhan ini dipacu oleh peluncuran bus listrik, kendaraan niaga listrik, serta hasil yang stabil dari bisnis komponen otomotif.

VKTR berhasil mempertahankan performa positifnya meskipun pasar otomotif nasional mengalami perlambatan. Perusahaan ini menargetkan segmen kendaraan komersial yang didukung oleh sektor logistik, industri, dan infrastruktur. Dengan fokus pada percepatan elektrifikasi transportasi nasional, VKTR berencana untuk mengalami pertumbuhan yang signifikan hingga tahun 2030.

Perusahaan juga proaktif dalam menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk operator transportasi publik seperti TransJakarta, kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta. Selain itu, VKTR berupaya memperluas aplikasi kendaraan listrik di sektor logistik, pertambangan, konstruksi, perkebunan, dan pengelolaan sampah berbasis Waste-to-Energy (WtE).

Exit mobile version