Site icon ICMI Sleman

Bocoran Kirin 8030: Kecepatan Jam Mengagumkan pada Perangkat Keras Lama

Huawei belum banyak membahas tentang chipset Kirin yang belum dirilis, tetapi sebuah bocoran terbaru di Weibo mengungkapkan rincian menarik mengenai Kirin 8030 yang akan datang. Chipset kelas menengah ini diharapkan akan hadir di ponsel seri nova dan Enjoy mendatang, dengan kemungkinan debut pertama pada lini nova 16.

Peningkatan Kecepatan Jam yang Signifikan

Bocoran spesifikasi menunjukkan adanya peningkatan kecepatan jam yang signifikan dibandingkan dengan Kirin 8020. CPU Kirin 8030 akan memanfaatkan inti Taishan buatan Huawei, dengan satu inti besar yang beroperasi pada kecepatan antara 2,8 hingga 3,0 GHz. Selain itu, terdapat tiga inti menengah yang akan berfungsi pada kecepatan 2,4 hingga 2,6 GHz, serta empat inti kecil yang beroperasi pada 1,8 hingga 2,0 GHz. Sebagai perbandingan, Kirin 8020 hanya mampu mencapai kecepatan maksimum 2,28 GHz untuk inti besar, 2,05 GHz untuk inti menengah, dan 1,3 GHz untuk inti kecil.

Fitur Tambahan yang Menggiurkan

Selain peningkatan pada CPU, Kirin 8030 juga akan dilengkapi dengan modem Balong 5G milik Huawei yang mendukung kedua frekuensi sub-6GHz dan mmWave. Chipset ini juga menyertakan NPU Leonardo da Vinci yang diklaim memiliki kinerja AI yang lebih mendekati Snapdragon 8 Gen 2 dibandingkan dengan Snapdragon 888 yang lebih lama. Untuk performa grafis, GPU Maleoon yang ditanamkan dalam Kirin 8030 diharapkan mampu mencapai 100 hingga 120 fps dalam beberapa game. Kinerja single-core-nya diprediksi akan sebanding dengan Snapdragon 888, yang diluncurkan lebih dari lima tahun yang lalu.

Mengatasi Pembatasan AS

Aspek menarik dari pengembangan Kirin 8030 adalah bahwa SMIC akan memproduksi chipset ini menggunakan node N+2, yang pada dasarnya merupakan teknologi 7nm FinFET. Teknologi ini masih jauh tertinggal dibandingkan dengan yang digunakan oleh Qualcomm dan MediaTek pada chip terbaru mereka. Hal ini disebabkan oleh sanksi AS yang telah berlaku sejak 2019.

Daftar entitas AS memisahkan SMIC dan Huawei dari teknologi serta peralatan asal Amerika. Ini termasuk akses ke mesin litografi ultraviolet ekstrem (EUV) dari ASML, yang sangat diperlukan untuk memproduksi chip pada proses modern 5nm dan 3nm. Pembatasan perdagangan ini memaksa Huawei untuk membangun kembali rantai pasokan semikonduktornya dari awal.

Solusi Inovatif dari Huawei

Meski demikian, Huawei telah menemukan cara untuk mengatasi situasi tersebut. SMIC mengumumkan akhir tahun lalu bahwa mereka berhasil memulai produksi massal node N+3 tanpa menggunakan peralatan EUV sama sekali. Meskipun Kirin 8030 tetap menggunakan teknologi 7nm untuk saat ini, Huawei berhasil mendorong kecepatan jam ini setinggi mungkin dengan teknologi yang lebih tua. Bahkan, para pejabat AS telah mencatat kemajuan signifikan yang dicapai perusahaan ini meskipun dalam keadaan terkekang oleh berbagai batasan.

Insight Praktis

Bocoran Kirin 8030 menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan besar akibat sanksi, inovasi dan kemampuan adaptasi Huawei dalam mengembangkan teknologi baru tetap mencolok. Kecepatan jam yang mengesankan pada perangkat keras yang lebih lama menunjukkan bahwa perusahaan ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berusaha untuk terus bersaing di pasar yang semakin ketat.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Kirin 8030 menjanjikan performa yang menarik dengan spesifikasi yang menandai peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya, Kirin 8020. Dengan dukungan modem 5G yang canggih dan kemampuan AI yang lebih baik, chipset ini diharapkan dapat memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik pada perangkat yang akan datang. Sementara itu, upaya Huawei untuk mengatasi pembatasan teknologi AS menunjukkan komitmen perusahaan untuk tetap berinovasi dan bersaing di pasar global. Bocoran Kirin 8030: Kecepatan Jam Mengagumkan pada Perangkat Keras Lama adalah langkah awal dari apa yang mungkin menjadi salah satu penawaran paling menarik dari Huawei di tahun-tahun mendatang.

Exit mobile version