Ekspansi Hotel dan Layanan Hospitality di Bali Selatan Menunjukkan Pertumbuhan yang Positif

Radisson Hotel Group sedang memperluas jangkauan portofolio hospitality-nya di Bali dengan menandatangani kontrak untuk Bloom Hotel Bali Ungasan, yang merupakan bagian dari Radisson Individuals.
Hotel yang memiliki 145 kamar ini direncanakan untuk mulai beroperasi pada akhir tahun 2029, sebagai langkah untuk memperkuat posisi grup di Bali Selatan yang semakin berkembang sebagai destinasi wisata dan gaya hidup.
Armand Steinmeyer, Wakil Presiden Pengembangan untuk Asia Tenggara di Radisson Hotel Group, mengungkapkan bahwa Bloom Hotel Bali Ungasan akan terdiri dari dua bangunan berlantai empat yang mengelilingi area kolam renang utama.
“Dari total 145 kamar yang disediakan, sebanyak 22 di antaranya adalah suite. Desain hotel ini tidak hanya berfokus pada akomodasi. Radisson juga menambahkan elemen kuliner, wellness, rekreasi, dan relaksasi sebagai bagian dari pengalaman menginap,” jelas Armand dalam pernyataannya pada Senin, 7 September 2026.
Fasilitas yang akan tersedia di hotel ini mencakup restoran dengan layanan sepanjang hari yang memiliki teras luar ruangan, bar speakeasy, bar kolam renang, spa, pusat kebugaran, ruang yoga, serta kolam renang utama.
Dengan berbagai fasilitas tersebut, Bloom Hotel Bali Ungasan ditujukan untuk menarik wisatawan dengan latar belakang yang beragam, mulai dari pasangan dan keluarga hingga pelancong internasional yang menjadikan Bali Selatan bagian dari itinerary mereka.
Pemilihan lokasi di Ungasan bukan tanpa alasan. Kawasan ini, yang terletak di Bukit Peninsula, semakin berkembang sebagai salah satu pusat pariwisata utama di Bali Selatan.
Ciri khas wilayah ini berbeda dari keramaian yang ditawarkan di Kuta atau Seminyak. Dengan tebing kapur, pantai berpasir putih, destinasi spiritual, serta meningkatnya fasilitas hospitality, kawasan ini semakin dikenal sebagai tempat untuk pengalaman leisure kelas atas.
Bloom Hotel Bali Ungasan berlokasi sekitar satu jam perjalanan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Beberapa tempat wisata di Bali Selatan dapat dijangkau dalam waktu 10 hingga 20 menit berkendara, sementara Pantai Melasti hanya berjarak lima menit dari lokasi hotel.
“Uluwatu, yang terkenal dengan Pura Uluwatu dan aktivitas selancarnya, juga menjadi bagian dari ekosistem destinasi yang mengelilingi hotel,” jelas Armand.
Dengan pertumbuhan yang pesat di sektor ini, kehadiran properti baru ini menunjukkan bahwa ekspansi hospitality di Bali tidak hanya bergerak menuju daerah yang sudah populer, tetapi juga mengikuti perubahan preferensi wisatawan yang mencari pengalaman yang lebih terintegrasi, mencakup akomodasi, wellness, kuliner, dan leisure.




