Jakarta – Pelaksanaan arus mudik Lebaran 2026 mendapatkan sambutan positif dari masyarakat luas. Hal ini terlihat dari survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia, di mana sebanyak 79,8 persen responden mengungkapkan kepuasan mereka terhadap penyelenggaraan mudik tahun ini. Tingkat kepuasan yang tinggi ini tidak terlepas dari sejumlah perbaikan signifikan, khususnya dalam hal keselamatan perjalanan, yang dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut pengamat transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono, kesuksesan Operasi Ketupat 2026 didorong oleh sejumlah faktor kunci yang saling berkaitan. Ia menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang berhasil mengelola arus mudik dengan lebih efisien.
“Persentase 79,8 persen menunjukkan bahwa publik merasa penanganan arus mudik lebih baik dalam menekan angka kecelakaan. Jika kita kaitkan dengan beberapa faktor kunci lainnya, semua ini berkontribusi dalam menurunkan angka kecelakaan,” ungkap Sony dalam wawancaranya di salah satu stasiun televisi swasta pada Rabu, 8 April 2026.
Salah satu hal yang menjadi sorotan utama adalah penerapan rekayasa lalu lintas yang lebih responsif. Sony menjelaskan bahwa pengaturan arus kendaraan selama mudik kali ini bukan lagi bersifat kaku, melainkan disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mengurai kepadatan dan meminimalkan risiko kecelakaan.
Di samping itu, koordinasi antar lembaga juga mengalami peningkatan yang signifikan. Sinergi antara berbagai instansi, seperti Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, serta pihak swasta, berjalan lebih solid baik di tingkat pusat maupun di lapangan.
“Selama Operasi Ketupat 2026, kami mengamati bahwa koordinasi antar lembaga terlihat lebih terintegrasi. Ini berlaku baik di level pusat maupun di lapangan, dan terlihat jelas dalam pelaksanaannya,” tambahnya.
Tidak hanya itu, keberadaan berbagai layanan pendukung seperti Posko Mudik juga memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pemudik. Posko-posko tersebut menyediakan beragam fasilitas penting, mulai dari layanan informasi hingga bantuan darurat bagi pengguna jalan.
Meskipun masyarakat sempat khawatir terkait isu krisis bahan bakar minyak (BBM), hasil survei menunjukkan sebaliknya. Sekitar 81,7 persen responden merasa puas dengan ketersediaan BBM selama periode mudik, sehingga kekhawatiran yang muncul tidak terbukti berdampak signifikan.

