Site icon ICMI Sleman

Gempa M6,1 Mengguncang Sumba, Akibatkan Kerusakan Puluhan Bangunan dan Satu Warga Terluka

Gempa bumi berkekuatan 6,1 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya di Nusa Tenggara Timur pada hari Minggu, 4 Oktober 2026. Kejadian ini tercatat berlangsung pada pukul 05.55 WIB atau 06.55 WITA.

Menurut informasi awal yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak di laut, sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Koordinat gempa tercatat pada 9,70 derajat Lintang Selatan dan 118,92 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman mencapai 10 kilometer.

Meskipun guncangan dirasakan cukup kuat di berbagai daerah, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang.

Pendataan awal yang dilakukan oleh Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB menunjukkan bahwa gempa ini berdampak pada beberapa bangunan di Sumba Barat Daya dan Sumba Barat. Satu warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa reruntuhan selama gempa berlangsung.

Di Kabupaten Sumba Barat Daya, sebanyak dua puluh unit rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa. Dari jumlah tersebut, sembilan belas rumah tercatat rusak ringan, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan sedang.

Kerusakan rumah tersebut tersebar di beberapa desa, termasuk Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit, yang menjadi wilayah terdampak.

Selain rumah tinggal, gempa juga memberikan dampak pada sejumlah bangunan fasilitas umum. Tiga tempat ibadah dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat guncangan yang terjadi.

Fasilitas ibadah yang terdampak oleh gempa ini antara lain adalah:

– Masjid Al-Muhajirin

– Gereja Santo Mikael

– Gua Maria Fatima

Selain itu, sebuah fasilitas pendidikan, yaitu SDK Manu Toghi, juga mengalami kerusakan, dan satu fasilitas umum, Balai KB Desa Wallandimu, turut terdampak.

Pendataan lanjutan mengenai kemungkinan kerusakan lainnya masih berlangsung, termasuk peninjauan terhadap rumah warga, fasilitas publik, gedung pemerintahan, serta infrastruktur lain yang mungkin terpengaruh oleh gempa ini.

Dampak dari gempa tidak hanya terlihat di Sumba Barat Daya. Di Kabupaten Sumba Barat, tercatat ada tiga unit rumah atau asrama Koramil yang mengalami kerusakan ringan akibat guncangan tersebut.

Dua bangunan KDKMP juga mengalami kerusakan, seperti plafon yang runtuh dan retakan pada dinding. Proses pendataan masih berlangsung seiring dengan asesmen yang dilakukan oleh tim di lapangan.

Gempa ini dirasakan dengan cukup kuat di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Barat. Banyak warga yang sempat keluar dari rumah saat merasakan guncangan yang terjadi, menunjukkan tingkat kewaspadaan yang tinggi di tengah situasi darurat ini.

Exit mobile version