Site icon ICMI Sleman

IHSG Menguat Seiring Bursa Asia, Menghadapi Ancaman Serangan Trump ke Infrastruktur Iran

IHSG dibuka dengan penguatan sebesar 69 poin atau 0,99 persen, mencapai level 7.040 pada awal perdagangan Rabu, 8 April 2026.

Fanny Suherman, Kepala Riset Ritel di BNI Sekuritas, memperkirakan bahwa IHSG akan mengalami rebound pada sesi perdagangan hari ini.

“Secara teknis, IHSG memiliki peluang untuk rebound jangka pendek menuju kisaran 7.020-7.050. Namun, perlu diingat bahwa jika tidak berhasil menembus level 7.050, ada risiko untuk kembali mengalami koreksi dalam hari ini. Faktor kunci yang perlu diperhatikan adalah apakah kesepakatan damai untuk Selat Hormuz dapat tercapai hari ini,” jelas Fanny dalam laporan riset hariannya.

Bursa Asia secara keseluruhan menunjukkan penguatan pada perdagangan kemarin. Indeks Nikkei 225 dari Jepang mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen, sementara Topix menguat 0,25 persen. Indeks Taiex dari Taiwan melesat hingga 2,02 persen, diikuti dengan kenaikan 0,82 persen pada indeks Kospi Korea Selatan. Indeks ASX 200 dari Australia bahkan melonjak 1,74 persen. Namun, FTSE Straits Times tercatat melemah 0,23 persen, sedangkan FTSE Malay KLCI turun 0,24 persen.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman untuk menyerang infrastruktur sipil Iran jika kesepakatan damai tidak dicapai dalam waktu kurang dari 24 jam. Ini sekaligus menunjukkan bahwa pihak Iran sedang berupaya untuk bernegosiasi dengan serius.

Trump kembali menegaskan tuntutannya agar Iran membuka Selat Hormuz pada pukul 08.00 malam waktu setempat pada hari Selasa. Pembukaan selat ini sangat penting untuk memastikan kelancaran lalu lintas energi global. Dia juga memperingatkan bahwa AS akan menghancurkan setiap jembatan dan pembangkit listrik dalam waktu empat jam jika tenggat waktu tersebut tidak dipenuhi.

“Level support IHSG berada di antara 6.850 hingga 6.900, sementara resistansinya berada di kisaran 7.020 hingga 7.050,” tambahnya.

Sebagai tambahan, indeks-indeks saham di Wall Street juga menunjukkan penguatan tipis pada perdagangan Selasa kemarin, seiring dengan harapan akan adanya kesepakatan menit-menit akhir antara AS dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan. Indeks S&P 500 naik 0,08 persen, sementara Nasdaq Composite menguat 0,10 persen. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average justru mengalami penurunan sebesar 0,18 persen.

Penguatan indeks ini terjadi setelah pasar merespons upaya mediasi yang dilakukan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Dia meminta kepada Presiden Trump untuk menunda selama dua minggu tenggat waktu serangan terhadap infrastruktur Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik.

Selain itu, Pakistan juga mengusulkan agar Iran membuka kembali Selat Hormuz selama dua minggu sebagai bentuk niat baik. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Trump telah menerima usulan tersebut dan akan segera memberikan tanggapan.

Exit mobile version