Site icon ICMI Sleman

IHSG Merosot Lebih dari 2 Persen Setelah Rupiah Melemah Melebihi Ekspektasi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada penutupan perdagangan Kamis, 23 April 2026, dengan merosot sebesar 2,16 persen atau setara dengan 163 poin, sehingga berada di level 7.378,60. Melemahnya nilai tukar rupiah menjadi salah satu penyebab utama yang memberikan tekanan berat pada indeks pasar saham domestik.

Menurut laporan dari analis Phintraco Sekuritas, rupiah sempat menyentuh angka Rp17.300 per dolar AS dan ditutup pada level Rp17.286 per dolar AS di pasar spot. Ini mencatatkan posisi penutupan terburuk bagi rupiah dalam sejarah, serta menjadi pelemahan yang paling dalam di kawasan Asia.

“Pelemahan rupiah yang terjadinya dengan cepat ini melampaui ekspektasi pasar sebelumnya. Penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan menyebabkan harga minyak tetap tinggi, yang memunculkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi dan perluasan defisit anggaran belanja,” jelas Analis Phintraco Sekuritas dalam laporan risetnya pada hari yang sama.

Pergerakan IHSG tercatat berada dalam rentang antara 7.378 hingga 7.582. Volume transaksi harian mencapai Rp 51,32 triliun, dengan total transaksi yang dilakukan oleh investor sebanyak 3,01 juta kali.

Sektor konsumer siklikal mengalami penurunan paling dalam, menyusut sebesar 3,43 persen, diikuti oleh sektor industri yang juga tergerus 3,41 persen, dan sektor teknologi yang turun sebesar 2,36 persen.

Di tengah penurunan IHSG dan sektor-sektor saham lainnya, sektor transportasi menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan kenaikan, dengan penguatan sebesar 2,42 persen.

Dari perspektif teknikal, analis Phintraco Sekuritas mengindikasikan bahwa IHSG telah mengalami breakdown pada level support 7.500, dengan dukungan volume yang signifikan. Histogram positif MACD menunjukkan penyempitan, berpotensi membentuk pola Death Cross, sementara indikator Stochastic RSI bergerak turun menuju area pivot.

Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas melaporkan bahwa beberapa emiten berhasil mencatatkan lompatan harga tertinggi sepanjang sesi perdagangan hari ini. Berikut ini adalah tiga saham dengan performa terbaik di jajaran LQ45.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan lonjakan yang signifikan dengan kenaikan 5,88 persen atau 100 poin, sehingga ditutup pada level 1.800.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) juga menunjukkan performa positif dengan penguatan sebesar 5,30 persen atau 75 poin, menutup hari di level 1.490.

Sementara itu, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mengalami kenaikan 3,08 persen atau 80 poin, menutup perdagangan pada posisi 2.680.

Dengan perkembangan tersebut, pasar saham domestik menghadapi tantangan yang cukup berat di tengah ketidakpastian nilai tukar dan kondisi ekonomi global.

Exit mobile version