slot deposit qris depo 10k
lifestyle

Indonesia Memerlukan Penanganan Serius Terhadap Krisis SDM Keamanan Siber

Jakarta – Defi Nofitra, selaku Country Manager Kaspersky untuk Indonesia, menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci untuk membangun sistem keamanan siber yang efektif di tanah air.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini, jumlah talenta digital yang khusus mempelajari keamanan siber di Indonesia masih jauh dari memadai untuk memenuhi permintaan industri, khususnya sektor bisnis yang rentan terhadap ancaman siber.

“Perlu kita akui bahwa kualitas SDM di bidang ini masih tergolong rendah. Jumlah individu yang memiliki pemahaman mendalam tentang cybersecurity sangat terbatas,” ungkapnya di Jakarta pada Rabu, 8 April 2026.

Defi menambahkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kurikulum pendidikan agar kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya keamanan siber dapat berkembang dengan baik di masyarakat Indonesia.

Saat ini, hanya terdapat beberapa universitas di Indonesia yang menawarkan program studi khusus di bidang keamanan siber, salah satunya adalah Telkom University yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

Di industri, banyak posisi keamanan siber yang diisi oleh lulusan dari disiplin ilmu yang tidak relevan, seperti Teknik Elektro atau Teknik Mesin, yang seringkali hanya belajar tentang keamanan siber secara otodidak.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia belum sepenuhnya siap untuk memenuhi tuntutan akan talenta digital di sektor keamanan siber.

“Sebagian besar lulusan S1 mereka berfokus pada IT, dan baru kemudian melanjutkan ke S2 di bidang cybersecurity. Sangat jarang kita menemukan talenta yang sudah diarahkan untuk mendalami cybersecurity sejak tahap pendidikan S1. Oleh karena itu, salah satu misi kami adalah mengembangkan talenta dalam bidang ini,” kata Defi.

Dalam konteks keamanan siber, Kaspersky mencatat bahwa pada tahun 2023, terdapat sekitar 370 ribu jenis malware baru yang muncul setiap harinya di seluruh dunia. Diperkirakan, pada tahun 2025 jumlah serangan siber ini akan meningkat menjadi 500 ribu malware baru setiap hari.

Di Indonesia, pada tahun 2025, tercatat bahwa serangan siber mencapai 14.909.665 kali, dengan total 85.560 spyware yang teridentifikasi oleh Kaspersky.

Juga terungkap bahwa 20 persen perusahaan di Indonesia menghadapi serangan siber yang mengincar sistem rantai pasok mereka tahun lalu. Salah satu penyebabnya adalah celah keamanan yang berasal dari pihak-pihak yang dipercaya oleh perusahaan.

Related Articles

Back to top button