Insanul Fahmi, seorang pengusaha yang berasal dari Medan, akhirnya memberikan tanggapan terkait tuduhan bahwa ia tidak memenuhi kewajiban nafkah untuk anaknya setelah perceraian dengan mantan istri, Wardatina Mawa, yang merupakan seorang konten kreator. Ia membantah klaim yang menyatakan bahwa nafkah untuk anak mereka tidak diberikan selama tiga bulan terakhir.
Pernyataan ini muncul setelah Wardatina Mawa mengungkapkan bahwa ia dan anak mereka tidak lagi menerima nafkah secara rutin. Isu ini semakin hangat di tengah laporan mengenai kondisi keuangan Insanul yang dikabarkan sedang mengalami kesulitan.
Namun, Insanul menegaskan bahwa ia tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah. Ia mengaku tidak ingin memperpanjang perdebatan yang berkaitan dengan masalah rumah tangga mereka.
“Saya malas untuk mengklarifikasi semua ini, tetapi maksud saya adalah nafkah tetap saya berikan,” jelas Insanul kepada awak media pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Ia juga dengan tegas membantah tuduhan yang menyebutkan bahwa ia sama sekali tidak memberikan nafkah selama berbulan-bulan.
“Namun jika dikatakan tidak memberikan nafkah selama beberapa bulan, itu tidak benar,” ungkapnya.
Insanul berpendapat bahwa masalah ini seharusnya tidak menjadi perdebatan di ruang publik.
“Tapi ini tidak perlu dipermasalahkan, karena ini adalah urusan rumah tangga,” tegasnya.
Insanul dan Wardatina Mawa resmi bercerai pada 8 Juli 2026 berdasarkan putusan Pengadilan Agama Lubuk Pakam di Medan, Sumatra Utara. Dalam putusan tersebut, hak asuh anak ditetapkan berada di pihak Mawa, dan Insanul diwajibkan untuk memberikan nafkah sebesar Rp3 juta setiap bulan.
Baru-baru ini, nama Insanul kembali menjadi sorotan publik setelah beredar kabar bahwa kondisi ekonominya memburuk, bahkan dikatakan ia beralih profesi menjadi penjual sayur. Kabar ini muncul bersamaan dengan pengakuan Wardatina Mawa yang menyatakan bahwa nafkah anak tidak lagi diterima secara lancar.
Di sisi lain, Mawa mengaku tidak mengetahui secara pasti tentang situasi keuangan mantan suaminya. Ia juga menyebutkan bahwa nafkah untuk anak mereka memang tidak diberikan secara rutin.
“Saya tidak tahu,” ucap Mawa saat diwawancarai di kawasan Bogor baru-baru ini.
Mawa menegaskan bahwa ia tidak ingin mempermasalahkan keadaan tersebut, meskipun ia merasa pengiriman nafkah tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Nafkahnya tidak lancar. Tapi ya sudah, it’s okay,” kata Mawa.
Ia bahkan menyatakan bahwa hampir tiga bulan terakhir, ia tidak menerima nafkah dari Insanul untuk anak mereka.

