Site icon ICMI Sleman

Investor Menunggu Kejelasan Sikap Trump Terkait Tawaran Damai Iran yang Beragam

Bursa Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan yang tidak stabil pada saat pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 28 April 2026. Fluktuasi indeks ini dipicu oleh sikap hati-hati para investor yang tengah memperhatikan perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengungkapkan bahwa Presiden AS, Donald Trump, sedang mempertimbangkan tawaran dari Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Iran telah menetapkan syarat bahwa AS harus mencabut blokade dan menghentikan konflik yang berkepanjangan.

Meskipun demikian, Trump belum memberikan kepastian apakah pencabutan sanksi akan dilakukan hanya setelah semua kesepakatan tercapai atau apakah ia akan mempertimbangkan tawaran tersebut sebagai langkah untuk meredakan ketegangan yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir.

Leavitt menyatakan, “Saya ingin mengkonfirmasi bahwa Presiden (Trump) telah mengadakan pertemuan dengan tim keamanan nasionalnya pagi ini,” dalam konferensi pers yang diadakan pada sore hari, 27 April 2026.

Sumber dari CNBC Internasional melaporkan bahwa indeks Nikkei 225 di Jepang mengalami penurunan sebesar 0,49 persen setelah mencapai level tertinggi pada sesi perdagangan sebelumnya, 27 April 2026. Di sisi lain, indeks Topix menunjukkan penguatan sebesar 0,23 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi tercatat mengalami penurunan sebesar 0,10 persen, sementara indeks Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil merosot lebih dalam lagi, mencapai 0,92 persen.

Sementara itu, di Australia, indeks S&P/ASX 200 mengalami penurunan sebesar 0,58 persen. Indeks Hang Seng di Hong Kong berjangka menunjukkan angka 25.875, yang lebih rendah dibandingkan dengan penutupan terakhir di angka 25.925,65.

Di sisi lain, dua indeks utama di Wall Street berhasil mencatat rekor tertinggi baru. Namun, kenaikan ini terbatas oleh terhentinya perundingan damai dengan Iran dan eskalasi terbaru di Selat Hormuz yang mendorong harga minyak global meningkat.

Indeks pasar saham yang lebih luas, S&P 500, mencatat kenaikan sebesar 0,12 persen dan ditutup di level rekor 7.173,91. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite juga mengalami lonjakan sebesar 0,20 persen, mencapai 24.887,10.

Kedua indeks tersebut mencapai titik tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) dalam sesi perdagangan kemarin. Namun, indeks Dow Jones Industrial Average justru mengalami penurunan sebesar 62,92 poin atau 0,13 persen, berakhir di angka 49.167,79.

Exit mobile version