Iran telah meningkatkan serangannya terhadap aset-aset milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dan Israel pada hari Rabu. Serangan ini merupakan respons atas kematian Ali Larijani, kepala keamanan nasional Iran, yang tewas dalam serangan yang terjadi sehari sebelumnya.
Korps Garda Revolusi Islam Iran melaporkan bahwa mereka telah meluncurkan rudal yang menghantam lebih dari seratus target militer serta keamanan di wilayah strategis Israel. Tindakan ini dianggap sebagai balas dendam atas kematian Larijani, yang juga menewaskan putranya dan seorang ajudan, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Fars yang bersifat semi-resmi, yang dikutip oleh media internasional.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran telah mengonfirmasi informasi mengenai kematian Ali Larijani, yang disertai oleh putranya, Morteza Larijani, kepala kantornya Alireza Bayat, serta beberapa pengawal yang juga menjadi korban, menurut laporan dari Associated Press.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa baik Amerika Serikat maupun Israel belum sepenuhnya memahami bahwa pemerintahan Iran tidak tergantung pada satu individu saja.
“Keberadaan atau hilangnya satu orang tidak akan memengaruhi struktur pemerintahan kami,” ujarnya dengan tegas.
Garda Revolusi Iran juga melaksanakan serangan gabungan yang melibatkan drone dan rudal ke Tel Aviv serta beberapa daerah di tengah Israel. Dilaporkan, dua orang tewas di sekitar Tel Aviv akibat serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran, berdasarkan informasi dari petugas darurat setempat pada pagi hari Rabu.
Tidak hanya itu, Iran juga meluncurkan sejumlah drone yang membawa bahan peledak ke Kedutaan Besar AS di Baghdad, yang memicu sirene serta ledakan di sekitar kompleks diplomatik tersebut, menurut laporan Reuters. Secara terpisah, Teheran juga menembakkan proyektil di dekat pangkalan udara Australia yang berlokasi di Uni Emirat Arab, meskipun Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyatakan bahwa tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Rangkaian serangan ini terjadi setelah Israel melakukan serangan udara yang mengakibatkan tewasnya Larijani, yang menjabat sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, serta Gholamreza Soleimani, pemimpin milisi yang memiliki hubungan dekat dengan Garda Revolusi, pada hari Selasa.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat, terutama setelah serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, tanpa adanya indikasi penurunan eskalasi yang signifikan. Suara ledakan juga dilaporkan terdengar di Doha pada pagi hari Rabu, menurut informasi yang beredar.

