Iran Tetapkan Pakistan Sebagai Satu-Satunya Lokasi Perundingan Kedua, Tolak Tempat Lain

Duta Besar Iran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, menegaskan bahwa putaran kedua negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat akan dilaksanakan secara eksklusif di Islamabad. Ia menyebut Pakistan sebagai mitra yang “kredibel dan netral” dalam memfasilitasi dialog antara kedua negara tersebut.
Dalam sebuah acara yang berlangsung di Institut Studi Regional di Islamabad, Moghadam mengungkapkan keyakinan Teheran terhadap kemampuan Pakistan untuk memainkan peran penting, seperti yang dilaporkan oleh berbagai sumber media setempat.
“Kami lebih mempercayai Pakistan ketimbang Amerika Serikat,” ungkapnya, menekankan bahwa AS adalah negara yang “tidak dapat diandalkan.”
Ia dengan tegas menggarisbawahi bahwa pertemuan berikutnya akan berlangsung di Pakistan dan tidak akan diadakan di lokasi lainnya.
Sebelumnya, pihak Amerika Serikat juga mengindikasikan bahwa pertemuan mendatang kemungkinan akan tetap berlangsung di Islamabad.
Sejak 1979, Pakistan telah menjadi tuan rumah bagi pertemuan tingkat tinggi antara Iran dan AS, dengan yang terakhir diadakan pada akhir pekan lalu, meskipun hasil dari pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan yang konkret.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, menyatakan bahwa baik AS maupun Iran menunjukkan kesediaan untuk melanjutkan dialog dan meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi terlalu jauh.
Menurut Andrabi, isu-isu terkait program nuklir Iran menjadi salah satu topik yang didiskusikan dalam negosiasi yang ia sebut “serius dan konstruktif.”
Sementara itu, Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, juga melakukan kunjungan ke Iran untuk bertemu dengan para pemimpin di negara tersebut.
Peran Pakistan sebagai tuan rumah pembicaraan ini muncul setelah negara tersebut berhasil menengahi gencatan senjata selama 14 hari antara Washington dan Teheran pada 8 April, yang menjadi jeda pertama sejak serangan militer yang dilakukan oleh AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari.




