Bung Ropan, seorang analis sepak bola terkemuka di Indonesia, menekankan pentingnya bagi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk mengambil pelajaran dari kegagalan yang dialami Skuad Garuda pada Piala AFF 2026.
Perjalanan Timnas Indonesia dalam Piala AFF 2026 terhenti di babak grup setelah hasil imbang 1-1 melawan Singapura di Jalan Besar Stadium, Kallang, pada 7 Agustus 2026. Indonesia sempat memimpin berkat gol yang dicetak oleh Ragnar Oratmangoen di menit ke-46, namun Singapura berhasil menyamakan kedudukan melalui Ilhan Fandi pada menit ke-65.
Dengan hasil tersebut, skuad yang dilatih Herdman harus puas finis di posisi ketiga dan gagal melaju ke babak semifinal. Kegagalan ini menarik perhatian karena Timnas Indonesia datang dengan komposisi tim yang sangat menjanjikan, termasuk 12 pemain naturalisasi yang memperkuat skuad.
Berbeda dengan situasi di AFF, Ropan mengungkapkan bahwa Herdman kini memiliki keunggulan dengan skuad yang lebih lengkap. Timnas Indonesia berpotensi diperkuat hingga 16 pemain naturalisasi, yang tentunya dapat memberikan dampak positif.
Menghadapi kondisi ini, Ropan menegaskan agar Herdman tidak kembali melakukan eksperimen yang berlebihan. Menurutnya, kekuatan skuad yang semakin dalam harus diimbangi dengan keputusan taktik yang matang sejak pertandingan pertama berlangsung.
“Jangan ulang kesalahan yang sama dalam penerapan taktik dan strategi. Lupakan kegagalan di AFF. Kini, dengan kedalaman skuad yang luar biasa, Herdman tidak boleh lagi mencoba-coba. Harus tampil maksimal dengan seluruh potensi yang ada,” ujar Bung Ropan dalam sebuah video di akun YouTube pribadinya.
Ropan berpendapat bahwa kegagalan di AFF sebelumnya harus dipandang sebagai pembelajaran bagi Herdman. Dia juga menyebutkan bahwa situasi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 berbeda, di mana sejumlah pemain diaspora akan bergabung.
Kondisi ini memberikan Herdman lebih banyak pilihan dalam menentukan susunan pemain dan strategi yang akan diterapkan. Ropan bahkan mengusulkan tiga skema formasi yang mungkin digunakan, yaitu 3-4-3, 4-2-3-1, dan 4-3-3.
Namun, Ropan menekankan bahwa persoalan utama bukan hanya sekadar formasi yang dipilih. Herdman juga dituntut untuk dapat membaca jalannya pertandingan dan menyiapkan alternatif jika strategi awal tidak berjalan sesuai rencana.
“Jika semua berjalan sesuai harapan, saya yakin kita bisa meraih hasil terbaik. Namun, tetap harus waspada dan fokus. Setiap lawan yang dihadapi adalah tim yang kuat,” jelas Bung Ropan.
Kedalaman skuad yang dimiliki juga memberikan Herdman banyak opsi di bangku cadangan. Nama-nama seperti Nathan Tjoe-A-On, Dean James, Ivar Jenner, Sandy Walsh, dan Ragnar Oratmangoen bisa menjadi pilihan jika strategi utama tidak berjalan sesuai harapan.

