Site icon ICMI Sleman

Kongo Hadapi Krisis Ebola: 3.007 Kasus Kematian Dilaporkan Secara Resmi

Jumlah kasus virus Ebola yang terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo (DRC) telah mencapai angka yang mengkhawatirkan, yakni 6.186 kasus, dengan 3.007 kematian dilaporkan akibat penyakit ini. Angka tersebut berasal dari laporan yang dirilis oleh Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Kongo (INSP).

Dalam laporan harian terbarunya, INSP mencatat bahwa dalam 24 jam terakhir terdapat 86 kasus baru dan 57 kematian. Dengan perkembangan ini, total kasus yang tercatat sejak awal wabah mencapai 6.186, sedangkan jumlah kematian telah mencapai 3.007. Laporan tersebut dirilis pada Rabu, 2 September 2026.

Meskipun angka resmi ini mengkhawatirkan, banyak pihak percaya bahwa data tersebut hanya mencerminkan sebagian kecil dari jumlah kasus yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Dokter dan pekerja kemanusiaan yang diwawancarai oleh media melaporkan bahwa di Provinsi Ituri dan Kivu Utara, banyak pasien yang terinfeksi tidak mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan dan meninggal dunia di rumah atau di luar sistem kesehatan.

Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui untuk jenis baru virus Ebola yang dikenal dengan nama Bundibugyo.

Walaupun demikian, data dari laboratorium menunjukkan bahwa vaksin Ebola Ervebo yang telah dikirim oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke Kongo mungkin memberikan perlindungan terhadap penyakit ini.

Pada tanggal 20 Agustus, WHO menginformasikan bahwa mereka telah mengirimkan 70.000 dosis vaksin Ervebo ke Kongo. Vaksin tersebut ditujukan untuk melindungi tenaga kesehatan serta untuk keperluan uji klinis.

Exit mobile version