Site icon ICMI Sleman

Koordinasi BNPB dan Singapura untuk Menanggulangi Karhutla di Indonesia

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Dudung Abdurachman, mengungkapkan bahwa bantuan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Singapura akan segera dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pemerintah Indonesia sebelumnya telah menanggapi tawaran bantuan dari Malaysia dan Singapura untuk membantu memadamkan karhutla yang terjadi di berbagai daerah.

Dudung menyatakan, “Singapura juga akan memberikan bantuan yang akan didiskusikan dengan Kepala BNPB,” dalam pernyataan yang dikutip pada Selasa (20/10/26).

Selain dari Singapura, Malaysia juga telah menyiapkan dukungan berupa 52 personel dan tiga pesawat untuk berkontribusi dalam penanganan karhutla di Indonesia.

Meskipun menerima tawaran bantuan dari negara-negara tetangga, Dudung menekankan bahwa pemerintah Indonesia telah mengerahkan puluhan ribu personel dan sejumlah pesawat untuk menangani kebakaran hutan yang terjadi di berbagai lokasi.

Dia menjelaskan bahwa sebanyak 60 ribu personel dan 47 pesawat telah dikerahkan untuk mendukung upaya pemadaman.

Di sisi lain, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya memperkuat langkah-langkah mitigasi dan pencegahan terhadap karhutla. Kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah yang terus berulang dan perlu diantisipasi sejak dini.

“Perintah Presiden adalah agar tindakan diambil sebelum kebakaran terjadi, bukan setelahnya. Kita harus melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari situasi tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan persetujuan terhadap tawaran bantuan dari negara-negara tetangga untuk membantu memadamkan karhutla.

Arrmanatha menyampaikan pernyataan tersebut dalam rapat di DPR RI pada Kamis (15/10/26). Dia menjelaskan bahwa saat ini pembahasan mengenai mekanisme penerimaan bantuan masih berlangsung di tingkat teknis melalui BNPB.

“Itu telah dibahas dan saat ini dalam proses. Presiden juga sudah menyampaikan persetujuannya,” ungkap Arrmanatha.

Dengan adanya persetujuan tersebut, koordinasi teknis menjadi langkah penting dalam menindaklanjuti bantuan dari negara-negara tetangga dalam penanganan karhutla di Indonesia.

Exit mobile version