Jakarta – Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap penggunaan istilah ‘El Clasico’ untuk menyebut pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung.
Ardhi meminta kepada semua pihak, termasuk narasumber, jurnalis, komentator, dan wartawan sepak bola, untuk tidak lagi merujuk laga tersebut dengan istilah yang dianggapnya tidak tepat. Menurutnya, pertandingan ini belum merefleksikan nilai-nilai sportivitas dan keadilan yang seharusnya menjadi bagian dari pertandingan besar.
“Saya, atas nama manajemen Persija Jakarta, mulai saat ini menolak sebutan El Clasico untuk pertandingan antara Persija dan Persib,” tegas Ardhi melalui akun Instagram-nya pada tanggal 7 Mei 2026.
Ia bahkan menganggap bahwa pertandingan antara Persija dan Persib tidak layak disebut sebagai Derbi Indonesia. Ardhi menilai duel ini pada dasarnya setara dengan pertandingan biasa yang tidak memiliki karakteristik istimewa.
Menurut Ardhi, suasana yang menyelimuti pertandingan kedua tim seringkali diwarnai oleh berbagai gimmick dan drama, bukan kualitas permainan di lapangan. Ia mengamati bahwa perhatian publik lebih banyak tertuju pada rivalitas di luar pertandingan ketimbang pada performa tim itu sendiri.
“Faktanya, pertandingan ini masih jauh dari nilai-nilai sportivitas dan fairness, dan kualitas permainannya pun biasa saja, seperti halnya tim-tim lainnya,” pungkasnya.
Ardhi juga menyoroti tingginya ketegangan antara suporter yang selalu muncul menjelang laga Persija dan Persib. Meskipun ia memahami adanya rivalitas antara kedua kelompok pendukung, ia berharap pertandingan dapat berlangsung dengan normal tanpa fenomena yang dianggap berlebihan.
“Sayangnya, setiap kali akan ada pertandingan, yang muncul justru lebih banyak gimmick dan drama,” ujarnya menambahkan.
Ia menegaskan bahwa laga tersebut tidak memiliki hal istimewa yang layak disebut sebagai El Clasico Indonesia. Ardhi berharap duel antara Persija dan Persib dapat dipandang sebagai laga biasa dalam kompetisi tanpa embel-embel yang berlebihan.
Pernyataan Ardhi ini tampaknya merupakan ungkapan kekecewaan setelah laga Persija melawan Persib dipastikan tidak akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta. Pertandingan tersebut dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, yang dijadwalkan pada 10 Mei 2026.
Keputusan pemindahan venue disampaikan oleh Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, dalam sebuah konferensi di Mabes Polri pada 6 Mei 2026. Menurut Ferry, langkah tersebut diambil demi alasan keamanan serta mengingat padatnya jadwal di Jakarta selama bulan Mei 2026.

