Ekosistem mangrove memegang peranan yang sangat vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan melindungi kawasan pesisir. Selain menjadi habitat bagi beragam flora dan fauna, mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon alami, pelindung dari gelombang laut yang kuat, serta penahan erosi dan abrasi yang sering mengancam garis pantai.
Keberadaan mangrove menjadi fokus perhatian dalam rangka peringatan Hari Mangrove Sedunia yang ditetapkan oleh UNESCO. Momen ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem mangrove bagi kehidupan manusia serta untuk menjaga keanekaragaman hayati yang ada.
Upaya pelestarian mangrove juga tengah dilakukan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang bersama dengan Unicharm Indonesia melaksanakan penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan Pantai Jaya Bahari, Kabupaten Karawang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan kawasan pesisir yang saat ini tengah menghadapi masalah abrasi yang cukup serius.
Agus Mustaqim, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Keanekaragaman Hayati DLHK Kabupaten Karawang, memberikan apresiasi atas kontribusi Unicharm Indonesia dalam program penanaman ini.
Agus menjelaskan bahwa pemilihan Pantai Jaya Bahari sebagai lokasi penanaman didasarkan pada kondisi lingkungan yang ada. Data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karawang pada tahun 2020 menunjukkan bahwa lebih dari 23 kilometer garis pantai di daerah tersebut mengalami abrasi yang cukup parah.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas komitmen nyata dari Unicharm Indonesia, yang turut berkontribusi dalam membantu pemulihan ekosistem pesisir Karawang,” ungkap Agus dalam keterangannya pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Agus menekankan bahwa penanaman mangrove tidak hanya berhenti pada proses menanam bibit saja. DLHK, bersama pihak-pihak terkait, juga akan melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang telah ditanam.
Monitoring secara berkala akan dilakukan untuk memastikan bahwa bibit mangrove dapat tumbuh dan bertahan dengan baik di kawasan pesisir.
Agus menyadari bahwa masalah abrasi dan pelestarian lingkungan adalah tantangan yang memerlukan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah tidak bisa menyelesaikan persoalan tersebut sendirian.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dianggap sangat penting dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

