Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa meskipun kini merangkap dua posisi, ia tetap hanya menerima satu gaji.
Bahlil menekankan bahwa penggabungan jabatannya tidak akan menyebabkan pemborosan anggaran negara.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan operasional Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi akan dibiayai dengan anggaran dari Kementerian ESDM.
“Saya ingin menekankan bahwa penambahan kementerian baru tidak serta merta mengakibatkan pemborosan. Saya bukan tipe orang yang demikian,” ungkap Bahlil saat diwawancara oleh wartawan di acara Investor Daily Summit di Jakarta pada Rabu (6/10/2026).
Lebih lanjut, Bahlil menyatakan bahwa karena ia menjabat sebagai menteri untuk dua kementerian, maka anggaran untuk Kemenko Hilirisasi akan diambil dari anggaran Kementerian ESDM.
Menariknya, Bahlil juga mengungkapkan bahwa sejak menjabat sebagai menteri, ia secara rutin menyisihkan sebagian dari penghasilannya untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Bantuan tersebut, ujarnya, juga diberikan kepada para aktivis muda yang dianggap berpotensi untuk menjadi generasi penerus bangsa.
“Secara kebetulan, sejak saya menjadi menteri, InsyaAllah saya selalu menyisihkan gaji saya dan dana operasional untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan,” kata Bahlil.
“Banyak teman-teman aktivis dan adik-adik yang membutuhkan bantuan, jadi saya memberikan dana tersebut kepada mereka,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan bahwa pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan target hilirisasi dan transisi energi yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, untuk sementara waktu, kantor Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi akan menggunakan fasilitas yang ada di Kementerian ESDM.
“Kantor kami akan tetap berada di Kementerian ESDM sambil kami memantau perkembangan yang ada. Fokus utama kami adalah hilirisasi, di mana 90 persen dari total investasi saat ini berada di sektor ESDM,” jelas Bahlil.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, serta merangkap sebagai Menteri ESDM pada Kamis (1/10).
Pengangkatan tersebut dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara dalam Kabinet Merah Putih untuk periode 2024-2029.

