Miliano Jonathans Alami Cedera ACL di Liga Belanda, Kenali 6 Gejalanya yang Penting

Miliano Jonathans, pemain sayap dari Timnas Indonesia, dipastikan tidak dapat bergabung dengan tim nasional setelah mengalami cedera robek pada ligamen lutut anterior (ACL) saat bertanding untuk Excelsior melawan SC Heerenveen di Stadion Woudestein, Rotterdam, pada Minggu, 8 Maret 2026.
Cedera ACL yang dialami oleh Miliano diperkirakan akan memerlukan periode pemulihan yang cukup lama. Hal ini tentunya menjadi kerugian bagi Timnas Indonesia, mengingat performa Miliano yang cukup menjanjikan sejak ia dipinjamkan ke Excelsior.
Cedera ACL merupakan salah satu jenis cedera serius yang sering dialami oleh atlet, khususnya dalam olahraga yang memerlukan gerakan memutar, melompat, atau perubahan arah secara cepat. Cedera ini dapat mengganggu stabilitas lutut dan membatasi kemampuan seseorang untuk bergerak dengan leluasa.
Dalam banyak kasus, cedera ACL biasanya disertai dengan sejumlah gejala yang muncul segera setelah terjadinya insiden cedera tersebut.
1. Nyeri Tajam di Lutut
Salah satu gejala yang paling umum terjadi adalah munculnya nyeri tajam pada lutut. Menurut informasi dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), rasa sakit ini sering kali muncul tiba-tiba setelah melakukan gerakan memutar, lompatan, atau benturan keras yang mengenai lutut.
Nyeri tersebut umumnya dirasakan di bagian depan atau dalam lutut dan bisa semakin parah saat sendi digerakkan atau ditekuk.
2. Lutut Bengkak dalam Waktu Singkat
Cedera ACL sering kali menyebabkan pembengkakan pada lutut dalam waktu yang relatif singkat, biasanya dalam beberapa jam setelah cedera, berkisar antara dua hingga enam jam. Pembengkakan ini terjadi akibat perdarahan di dalam sendi lutut setelah ligamen mengalami robekan.
3. Terdengar Bunyi “Pop”
Banyak individu yang mengalami cedera ACL melaporkan mendengar suara “pop” atau letupan pada saat cedera terjadi. Suara ini sering kali disertai dengan rasa sakit yang cukup intens.
4. Lutut Terasa Tidak Stabil
Salah satu gejala lain yang umum dirasakan adalah lutut yang terasa tidak stabil atau seolah-olah bergeser saat melakukan aktivitas seperti berjalan, berputar, atau menaiki tangga. Fenomena ini sering disebut sebagai “giving way”, di mana lutut merasa sulit untuk menopang berat badan.
5. Gerakan Lutut Menjadi Terbatas
Cedera ACL juga dapat mengakibatkan keterbatasan dalam gerakan lutut. Penderita sering kali merasakan kekakuan dan kesulitan untuk meluruskan atau menekuk lutut sepenuhnya akibat adanya nyeri dan pembengkakan.
Cedera ACL adalah masalah serius yang dapat berdampak besar pada kehidupan seorang atlet, baik secara fisik maupun mental. Pemulihan dari cedera ini memerlukan waktu dan upaya yang signifikan.
Penting bagi para atlet dan penggemar olahraga untuk memahami gejala dan dampak dari cedera ini, guna menghindari situasi yang lebih buruk dan memastikan penanganan yang tepat.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan keselamatan dalam olahraga, pengenalan awal terhadap gejala cedera ACL dapat membantu dalam mengambil tindakan medis yang cepat dan efektif.
Melalui pemahaman yang mendalam mengenai cedera ACL, baik atlet maupun pelatih dapat lebih siap dalam menghadapi kemungkinan terburuk dan merencanakan langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Dengan demikian, pengetahuan mengenai cedera ACL tidak hanya menjadi penting bagi atlet, tetapi juga bagi seluruh ekosistem olahraga yang mendukung mereka.



