Nvidia RTX 4090 vs AMD RX 7900 XTX: Siapa Raja GPU Gaming di 2024?

Pertanyaan cepat: Mana yang lebih tepat untuk rig 4K Anda—kartu dengan performa puncak atau yang memberi nilai per frame lebih baik?
Di 2024, dua flagship dari produsen besar ini sering dibandingkan oleh gamer 1440p/4K, pemburu FPS tinggi, dan creator yang butuh komputasi berat.
Secara agregat skor performa menunjukkan selisih nyata: 91.13 berbanding 74.83, sekitar +22% untuk pemenang performa, sementara MSRP menunjukkan perbedaan harga $1,599 vs $999 yang memengaruhi cost per frame.
Kami akan membahas spesifikasi inti, memori, FPS per resolusi, ray tracing, teknologi upscaling, efisiensi daya, ukuran dan kompatibilitas build, serta harga pasar Indonesia.
Tujuan artikel ini adalah membantu Anda memilih berdasarkan kebutuhan nyata—resolusi, jenis game, fitur, dan anggaran—bukan hanya siapa yang paling kencang.
Catatan: angka yang disebut bersifat agregat dan hasil tiap game bisa berbeda.
Poin Kunci
- Keduanya adalah flagship yang sering dibandingkan untuk gaming kelas atas.
- Performa rata-rata unggul sekitar 22% untuk pemenang performa.
- Harga awal berbeda signifikan; ini memengaruhi value dan cost per frame.
- Fitur seperti ray tracing dan upscaling berdampak pada pengalaman nyata.
- Pilih berdasarkan resolusi, jenis game, fitur yang diperlukan, dan budget.
Gambaran singkat: flagship Nvidia GeForce RTX 4090 vs Radeon 7900 XTX di pasar 2024
Pandangan umum: Dua kartu flagship ini menawarkan arah berbeda untuk pembeli. Satu menempatkan diri sebagai puncak performa untuk 4K dan beban kerja berat. Satunya lagi mendorong value per frame dengan harga lebih agresif.
Posisi produk jelas. GeForce rtx 4090 ditempatkan sebagai kartu top untuk gaming 4K dan creator yang butuh tenaga mentah. Sementara radeon 7900 lebih menonjolkan rasio harga-ke-performa dan efisiensi biaya.
| Aspek | Angka kunci | Catatan |
|---|---|---|
| Keunggulan performa | ~+21.8% | Tidak selalu berarti nilai terbaik |
| Value for money | ~38% lebih baik | Lebih hemat per frame |
| Multi-display | ✔ | Support banyak monitor |
Ada tiga skenario pembelian umum: 4K AAA untuk kualitas maksimal, 1440p high refresh untuk esports dan monitor 240–360Hz, serta mixed workload untuk gaming plus editing/streaming.
Catatan pasar 2024: stok, varian AIB (ASUS, MSI, Gigabyte, Sapphire, PowerColor), dan fluktuasi harga toko dapat mengubah rekomendasi. Nilai fitur seperti ray tracing, upscaling, dan encoder sering lebih terasa daripada selisih FPS rata-rata.
Sekarang kita akan masuk ke detail teknis: spesifikasi inti dan bagaimana angka-angka itu memengaruhi game modern.
Nvidia RTX 4090 vs AMD RX 7900 XTX: spesifikasi inti yang paling berpengaruh ke gaming
Spesifikasi inti menentukan bagaimana kartu bereaksi di game modern—dari raster sampai ray tracing.
Arsitektur dan chipset
Arsitektur Ada Lovelace (AD102) dan RDNA 3.0 (Navi 31) punya pendekatan berbeda pada pipeline rendering dan cache.
Perbedaan desain ini memengaruhi efisiensi pada judul 2024, terutama saat memakai fitur modern seperti mesh shaders dan ray tracing.
Unit komputasi dan clock
Perbandingan inti: 16.384 unit CUDA berbanding 6.144 stream processor. Angka besar bukan satu-satunya penentu.
Dalam praktiknya, jumlah core bekerja bersama cache, memori, dan driver untuk menentukan fps nyata di game.
Clock boost mirip di atas kertas (~2.5 GHz), namun arsitektur masing-masing membuat throughput berbeda.
Ray tracing hardware
Perangkat ray tracing terdedikasi lebih banyak pada satu kartu (128 RT cores) dibanding pesaing (96 ray accelerators).
Itu sering tercermin pada gap performa saat RT aktif, terutama di 4K atau pengaturan kualitas tinggi.
TDP dan kebutuhan daya
TDP 450W kontra 355W berarti rekomendasi PSU, manajemen panas, dan airflow berbeda.
Build dengan target 4K + RT biasanya membutuhkan PSU lebih besar dan case dengan pendinginan lebih serius.
- Aturan cepat: jika target Anda RT + 4K, prioritas ke hardware RT dan ekosistem software.
- Jika fokus raster dan efisiensi, TDP dan rasio harga-per-frame lebih penting.
| Aspek | Satu Kartu | Pesaing |
|---|---|---|
| Architecture | Ada Lovelace (AD102) | RDNA 3.0 (Navi 31) |
| Unit komputasi | 16.384 CUDA cores | 6.144 stream processors |
| Ray tracing | 128 RT cores | 96 ray accelerators |
| TDP | 450W | 355W |
Memori, bandwidth, dan cache: 24GB vs 24GB, tapi karakter berbeda
https://www.youtube.com/watch?v=CDzRSZAYQ7A
Walau kedua kartu hadir dengan 24GB VRAM, cara tiap sistem menangani data membuat perbedaan nyata pada gaming 4K. Tipe memory dan cache menentukan seberapa cepat tekstur dimuat, seberapa stabil frame time, dan seberapa jarang muncul stutter.
Perbedaan teknis singkat
Satu card memakai GDDR6X dengan bandwidth sekitar 1.01 TB/s. Card lain menggunakan GDDR6 dengan bandwidth ~960 GB/s.
Selain itu, ada perbedaan cache: L2 besar 72MB pada satu desain kontra Infinity Cache 96MB pada desain lain. Cache ini sering menekan kebutuhan bandwidth di skenario tertentu.
- Kenapa “24GB vs 24GB” bukan identik: tipe memory dan bandwidth memengaruhi texture streaming dan mod berat.
- GDDR6X memberi keunggulan bandwidth untuk beban 4K ultra dan ray tracing.
- Infinity Cache mengurangi latensi saat akses data pada game open-world.
| Aspek | Satu Kartu | Pesaing |
|---|---|---|
| VRAM | 24GB GDDR6X | 24GB GDDR6 |
| Bandwidth | 1.01 TB/s | 960 GB/s |
| Cache | L2 72MB | Infinity Cache 96MB |
Ringkasnya, 24GB terasa penting pada 4K, mod berat, dan tugas creator. Untuk esports 1080p, perbedaan memory biasanya tidak signifikan. Selanjutnya kita akan memetakan ini ke angka FPS nyata per resolusi.
Performa gaming rata-rata: FPS 1080p, 1440p, dan 4K
Mari kita bandingkan angka rata‑rata fps di tiga resolusi populer untuk melihat bagaimana perbedaan performance terasa saat bermain.
1080p — selisih kecil, risiko bottleneck CPU
Rata‑rata: 249 vs 240 FPS. Selisih ini kecil dan seringkali CPU jadi pembatas pada Full HD.
Artinya: membeli flagship untuk 1080p jarang efisien kecuali Anda butuh frame ekstrem di esports.
1440p — gap mulai terasa untuk monitor high refresh
Rata‑rata: 187 vs 159 FPS. Di sini perbedaan performance lebih nyata.
Jika Anda pakai monitor 144Hz atau lebih, perbedaan ini membuat pengalaman lebih mulus pada pengaturan tinggi.
4K — perbedaan paling besar untuk game AAA
Rata‑rata: 136 vs 100 FPS. Untuk gamer yang mengejar kualitas visual maksimal, ini skenario paling relevan.
Variasi antar games tetap ada. Contoh ekstrem: CS2 di 4K menunjukkan gap besar (satu kartu sampai 247% lebih cepat), sementara Cyberpunk 2077 pada 1080p kadang membuat pesaing unggul ~10% di preset rendah.
| Resolusi | Rata‑rata FPS (Kartu A) | Rata‑rata FPS (Kartu B) |
|---|---|---|
| 1080p | 249 | 240 |
| 1440p | 187 | 159 |
| 4K | 136 | 100 |
Catatan praktis: selalu baca hasil benchmark menurut preset, API (DX12/Vulkan), dan apakah ray tracing atau upscaling aktif. Angka rata‑rata membantu, tapi konteks game menentukan pengalaman frame nyata.
Ray tracing dan kualitas visual: siapa yang lebih siap untuk game modern
Teknologi pencahayaan real-time kini jadi faktor penentu pengalaman visual di game modern.
Dukungan dan perbedaan performa saat RT aktif
Kedua kartu mendukung ray tracing dan menjalankan fitur modern. Namun performa turun tajam saat tracing dinyalakan, terutama di 4K.
Satu pihak menunjukkan keunggulan jelas pada beban RT berkat generasi RT core lebih banyak dan optimasi driver. Ini membuat gap fps terasa saat efek refleksi dan global illumination berat.
DirectX 12 Ultimate dan fitur modern
DirectX 12 Ultimate menyediakan baseline: ray tracing, mesh shaders, dan variable rate shading (VRS). Kedua GPU kompatibel dengan features ini, jadi game modern bisa memanfaatkan capabilities masing-masing.
- Visual: RT memperbaiki refleksi, shadow, dan GI untuk efek sinematik.
- Teknis: jumlah dan generasi unit ray memengaruhi kecepatan tracing.
- Saran: bila target Anda RT on + 4K, pilih GPU yang lebih kuat di RT untuk mengurangi ketergantungan pada upscaling.
Di praktiknya, upscaling dan frame generation (pembahasan selanjutnya) sering jadi penyelamat FPS saat ray aktif. Jadi pertimbangkan ekosistem software selain angka mentah.
DLSS vs FSR: upscaling, frame generation, dan dampaknya ke FPS

Upscaling dan frame generation mengubah bagaimana kita merasakan kelancaran pada layar 4K. Metode ini memungkinkan game berjalan lebih cepat tanpa menurunkan detail secara drastis.
Konsep singkat: upscaling vs frame generation
Upscaling merender frame pada resolusi lebih rendah lalu meningkatkan kualitasnya. Hasilnya sering menghemat banyak GPU time.
Frame generation membuat frame tambahan secara prediktif. Ini memberi sensasi lebih mulus, terutama di 60→120+ FPS.
Keunggulan AI upscaling pada GeForce
dlss pada kartu seri GeForce menawarkan AI-driven enhancement. Versi terbaru termasuk frame generation pada beberapa judul, yang nyata meningkatkan smoothness.
Ini jadi fitur penting bila Anda mengejar RT on + 4K tanpa terjun drastis pada performa.
FSR: kompatibilitas luas, variasi hasil
FSR bekerja di banyak gpus dan platform. Kualitas implementasi bergantung pada game dan versi FSR yang dipakai.
Banyak pemain menemukan FSR cukup untuk 1440p/4K raster, terutama bila tidak mengaktifkan RT.
- Panduan 4K: coba mode Quality atau Balanced dulu.
- Jika RT berat, turunkan RT ke Medium dan aktifkan upscaling.
- Frame generation paling membantu di game single-player dan cinematic.
- Streamer/creator dapat memanfaatkan upscaling untuk menjaga FPS saat encoding video.
| Fitur | Keunggulan | Kapan dipakai |
|---|---|---|
| AI upscaling (dlss) | Detail lebih tajam, frame generation | RT on + 4K atau creator |
| FSR | Kompatibilitas luas, ringan integrasi | Raster 1440p/4K tanpa RT |
| Frame generation | Smoothness signifikan | Single-player, cinematic, high-FPS target |
Benchmark sintetis dan produktivitas: kapan skor non-gaming penting
Ketika GPU dipakai untuk render dan simulasi, hasil sintetis jadi tolok ukur utama. Benchmarks memberi gambaran kapasitas komputasi yang sering tak terlihat dari FPS game saja.
Interpretasi skor gabungan: skor gabungan 91.13 berbanding 74.83 menunjukkan perbedaan performance komputasi umum. Angka ini menandai keunggulan pada beban kerja berat, seperti rendering, encoding, dan AI inferencing.
API, SDK, dan dampaknya ke workflow
Perbedaan dukungan API praktis: Vulkan 1.4 dan OpenCL 3.0 memberi opsi modern untuk aplikasi lintas platform. Versi lawan (Vulkan 1.3 / OpenCL 2.2) masih kompatibel, tapi fitur lanjutan mungkin terbatas.
CUDA eksklusif pada satu ekosistem membuatnya jadi penentu untuk banyak tool AI dan creator. Jika software Anda memanfaatkan CUDA, pilihan hardware jadi lebih jelas.
Workstation ringan: karakter SPECviewperf
Hasil SPECviewperf menunjukkan karakteristik: satu GPU unggul di maya-04 (306) dan catia-04 (264). Sementara yang lain tampil lebih baik di 3dsmax-05 (522) dan showcase-01 (320).
| Skor/Area | GPU A (91.13) | GPU B (74.83) |
|---|---|---|
| Combined synthetic | 91.13 | 74.83 |
| SPECviewperf (maya-04) | 306 | — |
| SPECviewperf (3dsmax-05) | — | 522 |
| SPECviewperf (catia-04) | 264 | — |
| SPECviewperf (showcase-01) | — | 320 |
Kesimpulannya: benchmarks berguna bila Anda juga render, sim, atau kerja kreatif. Pilih berdasarkan software utama: jika bergantung CUDA, utamakan dukungan itu. Jika workflow Anda lebih berbasis Vulkan/OpenCL, pertimbangkan rasio harga-ke-kinerja dan kemampuan spesifik pada tes workstation.
Selanjutnya kita membahas efisiensi daya, karena performa render jangka panjang memengaruhi konsumsi listrik dan temperatur sistem.
Efisiensi daya, suhu, dan noise: faktor kenyamanan harian
Daya yang disedot kartu saat beban berat memengaruhi lebih dari sekadar tagihan listrik. Perbedaan TDP besar berdampak pada airflow case, suhu ruangan, dan kebisingan kipas saat sesi gaming atau render panjang.
Konsumsi daya dan dampak praktis
Satu kartu punya TDP ~450W, sementara pesaingnya ~355W. Selisih ini berarti kebutuhan airflow lebih agresif dan kemungkinan fan noise naik saat beban berat.
Jika Anda bermain atau merender berjam-jam, selisih konsumsi nyata bisa terlihat pada tagihan dan kenyamanan ruangan.
Rekomendasi PSU dan stabilitas sistem
Produsen merekomendasikan minimal 850W untuk model dengan TDP lebih tinggi, dan 800W untuk yang lebih hemat. Ini asumsi sistem dengan CPU kencang seperti Ryzen 9 atau Core i9.
Fokus pada kualitas PSU: sertifikasi efisiensi, proteksi tegangan, dan rail stabil lebih penting daripada angka watt semata.
| Aspek | Kartu A | Kartu B |
|---|---|---|
| TDP (nominal) | 450W | 355W |
| Rekomendasi PSU | 850W | 800W |
| Dampak harian | Airflow & noise tinggi | Lebih tenang & hemat |
Efisiensi memengaruhi value jangka panjang jika Anda mempertahankan PC beberapa tahun. Pilih PSU dan case yang memberi headroom untuk spike dan pertumbuhan komponen.
Selanjutnya: ukuran fisik dan konektor—karena power tinggi biasanya berarti cooler lebih besar dan kebutuhan ruang yang lebih ketat di casing Anda.
Ukuran kartu, konektor, dan kompatibilitas build PC

Sebelum beli, periksa apakah kartu itu muat mulus di dalam casing dan sistem Anda. Ukuran fisik dan konektor menentukan apakah upgrade berjalan lancar atau memicu masalah ruang dan kabel.
Dimensi dan clearance
Satu model berukuran 304 mm dan menempati 3-slot, sedangkan pesaing lain 287 mm dengan profil 2-slot. Perbedaan ini signifikan untuk kasus small‑form atau rak multi‑GPU.
Pastikan panjang, ketebalan, dan posisi radiator AIO tidak membuat kartu mentok pada bracket atau kabel.
Konektor daya dan manajemen kabel
Sistem koneksi menggunakan satu 16‑pin (12VHPWR) dibandingkan dua 8‑pin. Pilih PSU yang menyediakan adaptor resmi atau native cable untuk keamanan dan kerapihan.
Upgrade PSU biasanya lebih mudah jika Anda punya dual 8‑pin, tapi 16‑pin menawarkan single‑cable look yang rapi bila kompatibel.
Port display dan skenario multi‑monitor
Output berbeda: satu kartu memakai HDMI 2.1 + beberapa DisplayPort 1.4a; yang lain hadir dengan HDMI 2.1a, DisplayPort 2.1 dan USB‑C. DP 2.1 berguna untuk monitor high‑refresh modern dan video beresolusi tinggi.
- Periksa jenis kabel monitor Anda sekarang.
- Pastikan port cukup untuk setup multi‑display atau rig sim.
- Cek apakah adapter diperlukan untuk koneksi USB‑C ke monitor.
| Aspek | Model A | Model B |
|---|---|---|
| Size | 304 mm, 3‑slot | 287 mm, 2‑slot |
| Power | 1×16‑pin | 2×8‑pin |
| Video output | HDMI 2.1 + 3×DP 1.4a | HDMI 2.1a + 2×DP 2.1 + USB‑C |
Checklist sebelum beli: ukur casing, periksa tipe kabel PSU, dan cocokkan port monitor Anda. Langkah kecil ini mencegah repot saat pemasangan.
Harga terbaru, price-to-performance, dan “cost per frame” untuk gamer Indonesia
Perbandingan performa tanpa konteks price bisa menyesatkan; cost per frame memberi gambaran lebih realistis bagi pembeli di Indonesia.
MSRP rilis menunjukkan selisih tajam: $1,599 berbanding $999. Dari sisi price-to-performance, kartu yang lebih murah menawarkan value sekitar 38% lebih baik untuk rata‑rata penggunaan gaming.
| Resolusi | Cost per frame (lebih mahal) | Cost per frame (lebih hemat) |
|---|---|---|
| 1080p | $6.42 | $4.16 |
| 1440p | $8.55 | $6.28 |
| 4K | $11.76 | $9.99 |
Angka di atas menegaskan: di 1080p, 1440p, dan 4K, model yang lebih murah memberi value lebih baik per frame. Jika tujuan Anda efisiensi biaya per performance, pilihan ini sering lebih logis.
- Realita pasar: cek stok, varian AIB, dan garansi resmi sebelum beli.
- Perhatikan biaya tambahan: PSU lebih besar, casing lebih luas, dan potensi noise bisa menambah total cost.
- Upgrade dianggap worth it saat Anda pindah ke monitor 4K/120Hz, atau butuh RT pada level yang sebelumnya tidak tercapai oleh GPU lama.
Untuk analisis harga dan opsi di pasar lokal, lihat juga perbandingan mendetail perbandingan mendetail yang membahas nilai dan trade‑off lebih lanjut.
Siapa yang harus memilih RTX 4090, dan siapa yang lebih pas dengan 7900 XTX
Mari kita petakan profil pembeli agar keputusan upgrade jadi lebih jelas dan cepat.
Profil yang cocok untuk geforce rtx 4090
Pilih rtx 4090 jika Anda bermain di 4K dengan ray tracing aktif dan mengejar kualitas visual tertinggi.
Creator atau peneliti AI yang butuh CUDA juga akan mendapatkan keuntungan nyata dari ekosistem ini.
Profil yang cocok untuk radeon 7900 xtx
7900 xtx ideal untuk gamer yang mengutamakan value per frame dan efisiensi daya.
Jika target utama Anda adalah raster 1440p atau 4K tanpa terlalu mengandalkan RT, ini pilihan logis.
Rekomendasi berdasarkan resolusi dan jenis game
Untuk esports (high refresh 1440p 165–240Hz), flagship sering berlebihan; CPU biasanya jadi bottleneck.
Untuk AAA sinematik 4K 120Hz dengan RT, rtx 4090 menunjukkan benefit paling terasa.
| Skenario | Lebih Pas | Alasan |
|---|---|---|
| 4K + RT | rtx 4090 | Performa puncak & fitur AI/CUDA |
| 1440p high refresh | 7900 xtx | Value per frame & konsumsi daya lebih rendah |
| Mixed creator + gaming | rtx 4090 | Ekosistem software dan akselerasi GPU khusus |
Aturan ringkas: pilih rtx 4090 untuk fitur dan performa puncak; pilih 7900 xtx jika Anda mengejar rasio harga‑per‑FPS dan efisiensi. Untuk panduan harga dan opsi lokal, lihat juga perbandingan pasar lokal.
Kesimpulan
Akhirnya, pilihan terbaik bergantung pada resolusi target dan fitur yang Anda butuhkan.
Ringkasan singkat: satu opsi unggul ~21.8% secara agregat dan mencapai ~136 fps di 4K, namun membutuhkan TDP sekitar 450W dan investasi tinggi. Opsi lain memberi nilai ~38% lebih baik per frame, 100 fps di 4K, dan konsumsi ~355W.
Faktor pembeda paling terasa: dukungan DLSS dan CUDA memberi keuntungan pada ekosistem GeForce, sementara Radeon menawarkan rasio harga‑per‑fps dan efisiensi yang menarik untuk banyak pemain di Indonesia.
Praktisnya: cek harga lokal, pastikan PSU dan casing kompatibel, dan pilih sesuai resolusi serta game favorit Anda — bukan hanya karena nama besar.




