Site icon ICMI Sleman

Pajar Ariyana Raih Medali Perak di Asian Games 2026 dengan Prestasi Gemilang

Atlet selancar ombak Indonesia, I Made Pajar Ariyana, berhasil meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dalam kompetisi yang digelar di Tahara, Aichi, pada 29 September 2026, Pajar meraih posisi kedua di nomor shortboard putra setelah kalah dari wakil tuan rumah Jepang, Kanoa Igarashi.

Pada duel final tersebut, Pajar menunjukkan performa yang sangat kompetitif. Namun, kemampuan Igarashi dalam memilih dan memanfaatkan ombak secara efektif membuat Pajar harus puas dengan medali perak.

Igarashi berhasil mengumpulkan total 12,87 poin dari dua ombak terbaiknya, dengan nilai 6,67 dan 6,20. Sementara itu, Pajar mengumpulkan 10,40 poin dari dua ombak terbaiknya, yakni 5,17 dan 5,23.

Final dimulai dengan Igarashi yang langsung mencetak ombak bernilai 6,67 pada menit keempat. Peselancar asal Jepang itu kemudian menambah poinnya dengan ombak berikutnya, sehingga total sementara menjadi 7,17.

Pajar harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan ombak yang berpotensi menghasilkan poin. Baru pada menit ke-10, ia berhasil mencetak 5,17 poin. Namun, kesempatan berikutnya hanya mampu menghasilkan 0,93 poin.

Situasi semakin rumit ketika Igarashi kembali mendapatkan ombak yang memberinya 6,20 poin tambahan. Dengan demikian, total nilai Igarashi mencapai 12,87, memperlebar jarak dengan Pajar.

Walaupun demikian, Pajar tidak menyerah. Ia berhasil mendapatkan ombak terbaiknya yang bernilai 5,23 poin. Namun, tambahan ini masih belum cukup untuk mengejar ketertinggalan dari Igarashi hingga akhir pertandingan.

Mendapatkan medali perak ini menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi Pajar, terutama karena ini adalah penampilan perdananya di Asian Games.

“Saya merasa bangga dengan diri sendiri, terutama karena ini adalah kali pertama saya ikut Asian Games dan berhasil lolos ke final,” ungkap Pajar.

Perjalanan Pajar menuju final sebenarnya cukup menantang. Ia berhasil mengamankan tempat di semifinal setelah mengalahkan peselancar asal China, Wu Shindong.

Kemudian, Pajar sukses meraih tiket final setelah mengalahkan wakil Filipina, Jayuard Alciso. Dalam semifinal tersebut, ia tampil mengesankan dengan mengumpulkan 13,60 poin dari dua ombak terbaiknya, yaitu 7,00 dan 6,60.

Namun, medali emas yang diraih oleh Igarashi memiliki arti yang lebih besar, karena juga memberikan tiket langsung menuju Olimpiade. Pelatih kepala tim nasional surfing Indonesia, Arya Subyakto, mengakui bahwa hasil ini menjadi bagian yang disayangkan dalam final.

“Di final ini, semuanya ditentukan oleh keberuntungan. Kanoa lebih cermat dalam memilih ombak yang tepat,” kata Arya.

Exit mobile version