Rekayasa lalu lintas dengan sistem contraflow telah diberlakukan di jalur balik Lebaran pada ruas Tol Jakarta-Cikampek. Pemberlakuan ini mulai dari KM 70 hingga KM 36 menuju Jakarta dan dilakukan oleh PT Jasamarga Transjawa Tol bekerja sama dengan pihak kepolisian pada Senin petang.
Ria Marlinda Paallo, Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, mengungkapkan bahwa penerapan contraflow ini diambil berdasarkan diskresi dari pihak kepolisian. Langkah ini diambil untuk mengubah arah normal arus kendaraan demi kelancaran lalu lintas.
Penerapan contraflow ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan kelancaran arus kendaraan selama periode arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah, serta mendukung pelaksanaan rekayasa lalu lintas one way lokal yang sebelumnya telah diterapkan.
Pemberlakuan contraflow secara resmi dimulai pada pukul 18.19 WIB, dengan batasan dari KM 70 hingga KM 36 ke arah Jakarta pada ruas Tol Jakarta-Cikampek. Hal ini diharapkan dapat membantu memfasilitasi arus kendaraan yang kembali ke ibu kota.
Menurut informasi yang disampaikan, penerapan rekayasa lalu lintas ini merupakan hasil kolaborasi yang bertujuan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, terutama selama periode arus balik lebaran yang biasanya padat.
Rekayasa lalu lintas ini diterapkan secara situasional berdasarkan pertimbangan dari pihak kepolisian, dengan memperhatikan kondisi riil di lapangan. Hal ini menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi.
Selama masa arus balik lebaran, PT Jasamarga Transjawa Tol bersama dengan kepolisian terus melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan bahwa arus lalu lintas tetap lancar dan keselamatan pengguna jalan terjaga.
PT Jasamarga Transjawa Tol juga memberikan imbauan kepada seluruh pengguna jalan tol Trans Jawa untuk selalu mengutamakan keselamatan. Pengemudi diharapkan merencanakan perjalanan dengan baik serta memastikan kendaraan dalam kondisi yang optimal dan layak jalan.
Selain itu, penting bagi pengguna jalan untuk memastikan kecukupan bahan bakar, saldo uang elektronik, dan kondisi fisik pengemudi sebelum memulai perjalanan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi potensi masalah yang mungkin timbul selama perjalanan.

