Polda Riau terus berinovasi dalam pengembangan program ketahanan pangan dengan melibatkan berbagai sektor, mulai dari peningkatan lahan hingga produksi jagung. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada aspek pertanian, tetapi juga mencakup inovasi dalam kepolisian daerah dan kewilayahan.
Capaian yang diraih oleh Polda Riau dalam Program Ketahanan Pangan Polri 2026 menunjukkan keseriusan mereka. Dari enam kategori yang diikuti, Polda Riau berhasil mencatatkan prestasi terbaik di beberapa bidang, menunjukkan dedikasi dan komitmen mereka terhadap ketahanan pangan.
Penghargaan atas pencapaian tersebut diserahkan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Kapolda Riau, Inspektur Jenderal Polisi Herry Heryawan, dalam acara Awarding Day Apresiasi Kreasi Polri yang berlangsung di Grand Ballroom The Tribrata.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Akmadi, menekankan bahwa prestasi ini merupakan hasil kolaborasi antara jajaran kepolisian dan berbagai pihak yang terlibat dalam implementasi program ketahanan pangan.
“Capaian ini adalah akumulasi dari berbagai prestasi yang diraih dalam kategori-kategori yang berbeda. Hal ini menjadi bukti bahwa kerja sama seluruh jajaran sangat mendukung dan merealisasikan program ketahanan pangan,” ujar Akmadi, sebagaimana dikutip pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Dalam penilaian tersebut, Polda Riau menunjukkan hasil yang signifikan dalam sektor produksi dan pengelolaan pangan. Mereka meraih Juara II di kategori Penambahan Lahan dan Produksi Jagung serta Juara II di kategori Serapan Jagung Bulog.
Program ini juga didukung oleh penguatan komunikasi publik. Polda Riau berhasil meraih Juara I dalam kategori Manajemen Media Polda, sementara Polres Indragiri Hulu berhasil meraih Juara III dalam kategori Manajemen Media Polres.
Di sisi inovasi, Polda Riau memperoleh Juara II di kategori Inovasi Polda. Polres Kuantan Singingi bahkan mencatatkan prestasi dengan meraih Juara I dalam kategori Inovasi Polres.
“Enam capaian ini kemudian terakumulasi dalam penilaian akhir dan menempatkan Polda Riau sebagai peraih nilai tertinggi sekaligus Juara Umum Klaster 3,” jelas Akmadi.
Program ketahanan pangan ini dijalankan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Bulog, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Inisiatif ini menunjukkan pentingnya sinergi dalam mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Menurut Akmadi, keterlibatan kepolisian dalam program ini tidak hanya terfokus pada pencapaian administratif. Polda Riau berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap program yang dijalankan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Semangat kami bukan hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi lebih pada bagaimana Polri dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Akmadi.

