slot deposit qris depo 10k
bisnis

Prabowo Minta Purbaya Awasi Ketat Bea Cukai untuk Cegah Penyelundupan

Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah meminta Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk secara intensif melakukan pengawasan dan investigasi terhadap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Kepala Negara mengungkapkan bahwa praktik penyelundupan masih terjadi dengan cukup signifikan di seluruh wilayah Indonesia.

“Minimalkan penyelundupan, Menteri Keuangan perlu melakukan pengusutan terhadap bea cukai. Mengapa masih banyak penyelundupan yang terjadi?” tegas Prabowo dalam pidato kenegaraannya saat Sidang Tahunan MPR RI, pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Prabowo menekankan bahwa permintaan tersebut menjadi tantangan bagi Bea Cukai untuk lebih serius dalam menanggulangi berbagai bentuk penyimpangan dan penyelundupan yang dapat merugikan masyarakat luas.

“Kita tidak memiliki masalah, sebaliknya, kami justru menantang mereka untuk melakukan yang lebih baik. Mereka adalah bagian dari kita, dan kita harus menegakkan keadilan untuk rakyat, kita tidak ingin lagi melihat penyelewengan yang terjadi,” ujarnya dengan tegas.

Kinerja Bea Cukai telah menjadi perhatian Prabowo sejak akhir tahun 2025. Dia bahkan sempat memberikan peringatan bahwa jika tidak ada perbaikan dalam jangka waktu satu tahun, ada kemungkinan Bea Cukai akan dibubarkan dan digantikan oleh Société Générale de Surveillance (SGS).

Namun, rencana tersebut tampaknya mereda seiring dengan mulai terlihatnya perbaikan dalam kinerja Bea Cukai.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tidak akan dibubarkan dan tidak akan digantikan oleh perusahaan swasta asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS), seperti yang sempat diberitakan sebelumnya.

Hal ini disampaikan oleh Purbaya setelah mendapatkan pengakuan positif dari Presiden Prabowo mengenai perbaikan kinerja DJBC. Purbaya mengungkapkan, dalam sebuah rapat di Istana Negara beberapa minggu lalu, pandangan Presiden Prabowo terhadap DJBC telah berubah secara drastis.

Dari awalnya berniat untuk membubarkan Bea Cukai, kini Presiden Prabowo mengakui bahwa perbaikan yang dilakukan oleh Purbaya mulai menunjukkan hasil yang positif.

“Terdapat kemajuan dalam kinerja Bea Cukai. Beberapa waktu lalu saya melakukan rapat di Istana dengan Pak Presiden, biasanya dia akan mengatakan ‘Bea Cukai harus dibubarkan, diganti SGS’, tapi kini semua itu telah berubah,” ungkap Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa, 10 Maret 2026.

Related Articles

Back to top button