Tim nasional Singapura tiba di Jakarta dengan pelatih yang masih terbilang muda. Gavin Lee, yang kini berusia 36 tahun, bahkan memiliki usia yang sebanding dengan beberapa pemain yang saat ini berada di bawah kepemimpinannya.
Menjelang pertandingan perdana Grup A Divisi I FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Timnas Indonesia pada 25 September 2026, perhatian banyak pihak tertuju kepada Gavin Lee. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan menjadi momen penting bagi pelatih muda ini.
Perjalanan karier Gavin di dunia sepak bola Singapura cukup menarik. Ia mulai menjabat sebagai pelatih tim nasional pada tahun 2025 dan kemudian dipercaya untuk menjadi pelatih utama secara permanen.
Sebelum melangkah ke tingkat tim nasional, Gavin telah mencatatkan sejarah sebagai salah satu pelatih termuda dalam sejarah sepak bola Singapura. Pada usia 28 tahun, ia ditunjuk untuk menangani BG Tampines Rovers di Singapore Premier League, sebuah pencapaian yang luar biasa untuk seorang pelatih muda.
Saat ini, Gavin menghadapi tantangan yang unik, di mana sejumlah pemain dalam skuad Singapura memiliki usia yang hampir sama dengannya. Bahkan, ada lima pemain yang seumuran dengan sang pelatih, menambah dinamika dalam pengelolaan tim.
Meskipun perbedaan usia yang minim, posisi Gavin sebagai pelatih tetap tidak terganggu. Ia bertanggung jawab untuk merumuskan strategi dan memimpin para pemain The Lions di lapangan.
Sebelum diangkat sebagai pelatih utama, Gavin telah mengumpulkan pengalaman berharga bersama tim nasional. Ia bergabung dengan staf kepelatihan Singapura pada tahun 2024, di mana ia mulai sebagai asisten pelatih dan kemudian menjabat sebagai pelatih interim.
Pada November 2025, Gavin resmi diangkat sebagai pelatih permanen Timnas Singapura, saat itu usianya baru menginjak 35 tahun.
Di bawah kepemimpinan Gavin, tim Singapura menunjukkan performa yang cukup konsisten dalam laga tandang. Sejak ia mengambil alih, Singapura berhasil meraih lima kemenangan, satu imbang, dan hanya satu kekalahan dari tujuh pertandingan tandang yang dijalani.
Tantangan selanjutnya bagi Gavin adalah menghadapi Indonesia di SUGBK. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi pelatih muda ini untuk menguji sejauh mana perkembangan timnya. Ia menyadari bahwa komposisi tim Indonesia yang akan dihadapinya kali ini berbeda dibandingkan saat pertemuan di Piala AFF 2026.
“Kami semua menyadari bahwa mereka mungkin tim yang lebih kuat sekarang. Kami menghormati itu, bahwa mereka lebih kuat dari yang kami hadapi sebelumnya,” ungkap Gavin dalam konferensi pers di Jakarta, 24 September 2026, menunjukkan sikap respek serta kesadaran akan kekuatan lawan.

