PSBS Biak secara resmi mengalami degradasi dari Super League 2025/2026 setelah menerima kekalahan telak 0-4 dari Persebaya Surabaya pada pekan ke-31 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo pada hari Sabtu, 2 Mei 2026.
Kekalahan ini menegaskan bahwa PSBS tidak dapat lagi bersaing untuk mempertahankan posisinya, yang berarti mereka harus turun ke Liga 2 pada musim depan. Situasi ini terjadi karena tim tidak mampu mengumpulkan poin yang cukup untuk mengejar posisi aman.
Di awal pertandingan, PSBS menunjukkan kemampuan yang cukup baik dengan menahan imbang Persebaya tanpa gol di babak pertama. Namun, setelah jeda, performa tim tuan rumah meningkat secara signifikan, dan mereka berhasil menjaringkan empat gol tanpa balas.
Gol pertama untuk Persebaya dicetak oleh Milos Raickovic pada menit ke-54. Hanya lima menit kemudian, Raickovic kembali menunjukkan ketajaman dengan mencetak gol keduanya, membawa timnya unggul 2-0.
Dominasi Persebaya tidak berhenti di situ. Pada menit ke-76, Francisco Rivera mencetak gol ketiga untuk timnya. Rivera kemudian menambah pundi-pundi golnya dengan mencetak gol kedua pada menit ke-82, menutup laga dengan kemenangan 4-0 bagi Bajul Ijo.
Hasil ini membuat Persebaya mendapatkan tambahan tiga poin dan naik ke posisi keempat dalam klasemen sementara. Sebaliknya, PSBS tetap terpuruk di dasar klasemen dengan total 18 poin.
Dengan hasil yang ada, secara matematis, PSBS sudah tidak memiliki kemungkinan untuk keluar dari zona degradasi. Meskipun masih ada tiga pertandingan tersisa, poin yang mereka kumpulkan tidak cukup untuk mengejar tim-tim yang berada di zona aman, termasuk Madura United yang telah mengumpulkan 29 poin.
Keadaan ini memastikan bahwa PSBS akan berkompetisi di Liga 2 (Pegadaian Championship) pada musim 2026/2027. Degradasi ini menjadi sebuah catatan penting bagi klub yang dijuluki Badai Pasifik, setelah gagal bersaing dengan tim-tim lain di level tertinggi sepak bola Indonesia sepanjang musim ini.

