Ramalan Koko Fengshui Tentang Prediksi Kematian Penyanyi V yang Dikecam Deddy Corbuzier

Deddy Corbuzier menunjukkan kemarahannya terhadap seorang peramal yang mengklaim telah memprediksi kematian Vidi Aldiano baru-baru ini. Dalam konteks ini, ramalan yang pernah disampaikan oleh Koko Fengshui juga mendapatkan perhatian publik.
Dalam sebuah unggahan di Instagram story pada 22 Agustus 2025, Koko Fengshui mencatat prediksi mengenai nasib penyanyi berinisial V yang lahir pada tahun 1990. Ini bertepatan dengan tanggal lahir Vidi Aldiano, yang jatuh pada 29 Maret 1990. Mari kita telusuri lebih lanjut.
Menurut ramalan dari Koko Fengshui, umur penyanyi berinisial V tersebut diperkirakan hanya akan bertahan maksimal tiga tahun sejak waktu ramalan tersebut dibuat.
“Penyanyi dengan inisial V yang lahir pada tahun 1990, saya tidak ingin menyebutkan tanggal lahirnya, mohon maaf, saya melihat umurnya hanya akan bertahan maksimal tiga tahun dari sekarang,” ungkap Koko Fengshui dalam kutipan yang diperoleh pada 10 Maret 2026.
Koko Fengshui melanjutkan dengan memperkirakan bahwa kondisi kesehatan penyanyi berinisial V akan sangat kritis pada tahun 2026. Hal ini berkaitan dengan penurunan signifikan dalam kesehatan yang diprediksikan akan dialaminya.
“Di tahun depan, kesehatannya akan sangat kritis,” jelasnya.
Walaupun demikian, Koko Fengshui berharap ramalannya tidak terbukti benar dan Tuhan memberikan keselamatan kepada orang yang dimaksud.
“Semoga Tuhan memiliki kehendak lain dan dia bisa tetap semangat. Ramalan ini dibuat oleh @kokofengshui pada tanggal 22 Agustus 2025,” tambahnya.
Setelah berita duka tentang meninggalnya Vidi Aldiano beredar, Koko Fengshui kembali mengunggah ramalan lamanya di akun Instagramnya. Ia bahkan mengaitkan ramalan tersebut dengan berita tentang kematian Vidi, seakan ingin menunjukkan bahwa prediksinya telah menjadi kenyataan.
Namun, unggahan tersebut segera dihapus oleh Koko Fengshui setelah banyak kritik muncul dari publik, termasuk dari Deddy Corbuzier.
Sebelumnya, Deddy Corbuzier telah mengekspresikan kemarahannya terhadap pihak-pihak yang mengaku telah meramalkan kematian sahabatnya, Vidi Aldiano. Dalam sebuah unggahan di Instagram pribadinya, Deddy secara tegas mengecam tindakan para peramal tersebut. Ia menilai bahwa tindakan itu sangat tidak pantas, terutama jika hanya dimaksudkan untuk menarik perhatian atau meningkatkan popularitas.
“Jika ada peramal-peramal palsu yang berani mengklaim bahwa mereka sudah meramalkan Vidi akan meninggal hanya untuk meningkatkan popularitas mereka, saya akan mengejar Anda sampai ke liang kubur! Ambil kata-kata saya ini!” tulisnya dalam unggahan di Instagram Story.
Kejadian ini telah memicu perdebatan di kalangan netizen mengenai etika dalam meramal, terutama ketika menyangkut isu sensitif seperti kematian. Ramalan semacam ini dapat dianggap sebagai hal yang sangat kontroversial dan berpotensi menyakiti keluarga serta teman-teman terdekat.
Banyak pihak menyerukan agar peramal bertanggung jawab atas prediksi yang mereka buat, dan bahwa seharusnya tidak ada yang menggunakan kemampuan meramal untuk kepentingan pribadi atau meraih ketenaran.
Dalam dunia yang semakin terhubung ini, berita dan ramalan sebaris pun dapat dengan cepat menyebar melalui berbagai platform media sosial, menambah tekanan terhadap individu yang menjadi objek ramalan.
Diskusi mengenai ramalan kematian penyanyi V ini juga membuka kembali perdebatan tentang kepercayaan dan skeptisisme terhadap dunia paranormal. Apakah ramalan semacam itu dapat dipercaya, ataukah hanya sekadar hiburan belaka?
Sebagian orang mungkin merasa terganggu dengan adanya ramalan semacam ini, terutama ketika berkaitan dengan orang-orang yang mereka cintai. Di sisi lain, ada pula yang merasa bahwa ramalan bisa menjadi cara untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.
Masyarakat diharapkan bisa lebih kritis dalam menyikapi informasi-informasi semacam ini. Terlebih, ketika menyangkut kehidupan seseorang, lebih baik berfokus pada dukungan dan perhatian yang positif ketimbang terjebak dalam ramalan yang tidak pasti.
Kita hidup di dunia yang penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga sikap positif dan tidak mudah terpengaruh oleh prediksi yang belum tentu benar.
Dalam situasi yang penuh emosi ini, penting untuk memberikan dukungan kepada mereka yang sedang berjuang, tanpa membiarkan suara-suara negatif mempengaruhi pandangan kita terhadap kehidupan dan kematian.



