Site icon ICMI Sleman

Rockstar Games Dihack, Pelaku Mengancam Bocorkan Data Sensitif dan Proyek GTA 6

Rockstar Games kembali mendapatkan perhatian besar setelah munculnya laporan yang menyatakan bahwa perusahaan pengembang game ternama ini menjadi target dari serangan peretasan yang signifikan.

Sekelompok hacker yang menyebut diri mereka ShinyHunters mengklaim telah berhasil menyusup ke dalam sistem internal Rockstar dan mencuri sejumlah data, yang kemudian dijadikan sebagai alat untuk menuntut pembayaran tebusan.

Insiden ini memicu kepanikan di kalangan industri game, terutama mengingat Rockstar saat ini sedang berada di bawah sorotan tinggi menjelang perilisan Grand Theft Auto VI (GTA 6) yang sangat ditunggu-tunggu. Para peretas bahkan memberikan batas waktu kepada pihak Rockstar hingga pertengahan April 2026, dengan ancaman akan menyebarluaskan data yang dicuri jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Menurut informasi yang beredar, peretasan ini tidak terjadi langsung pada server utama Rockstar, melainkan melalui celah yang ada pada layanan pihak ketiga yang terhubung dengan sistem cloud perusahaan. Metode ini diduga memungkinkan para pelaku untuk mendapatkan akses tanpa harus menjebol sistem keamanan utama secara langsung.

Meskipun begitu, pihak Rockstar menyatakan bahwa data yang berhasil dicuri hanya terbatas pada informasi internal yang tidak bersifat sensitif. Perusahaan juga mengonfirmasi bahwa insiden ini tidak memengaruhi operasional maupun pengalaman pemain di seluruh dunia.

Kelompok ShinyHunters dikenal sebagai aktor siber yang sering terlibat dalam aksi pencurian data diikuti dengan permintaan tebusan, dengan ancaman untuk mempublikasikan data jika permintaan mereka tidak terpenuhi. Dalam kasus ini, mereka mengklaim telah memperoleh beragam data internal perusahaan, meskipun rincian spesifik mengenai isi data tersebut belum dipublikasikan.

Sejumlah analis berpendapat bahwa data yang dicuri kemungkinan besar berhubungan dengan dokumen bisnis, strategi pemasaran, atau kolaborasi perusahaan, dan bukan file game inti seperti kode sumber GTA 6.

Ini bukan kali pertama Rockstar menghadapi kebocoran data besar. Pada tahun 2022, perusahaan ini juga mengalami peretasan yang menyebabkan puluhan video pengembangan awal GTA 6 tersebar luas di internet. Insiden tersebut menjadi salah satu kebocoran paling signifikan dalam sejarah industri game modern dan sempat mengguncang komunitas gamer di seluruh dunia.

Kejadian terbaru ini kembali menyoroti tantangan besar yang dihadapi oleh perusahaan game besar dalam menjaga keamanan data, terutama di era di mana serangan siber semakin kompleks dan sering kali melibatkan pihak ketiga.

Exit mobile version