Site icon ICMI Sleman

Sekolah di Kabupaten Bogor Terapkan PJJ Selama 2 Hari Akibat Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah memutuskan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari, yaitu pada tanggal 7 dan 8 September. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap dampak dari abu vulkanik yang berasal dari Gunung Anak Krakatau.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap situasi terkini di wilayahnya.

“Melihat keadaan saat ini, kami akan menerapkan PJJ pada hari Senin dan Selasa,” ungkap Ajat.

Ia juga menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor sedang mempersiapkan surat edaran sebagai dasar pelaksanaan kebijakan PJJ ini.

Keputusan untuk menerapkan PJJ merupakan langkah terbaru dalam rangka antisipasi Pemkab Bogor, setelah sebelumnya direncanakan bahwa kegiatan belajar mengajar akan berjalan normal pada hari Senin.

Ajat sebelumnya menekankan bahwa PJJ menjadi pilihan yang mungkin diambil jika paparan abu vulkanik terus berlanjut atau jika kondisi semakin memburuk.

“Jika abu terus-menerus muncul, maka PJJ akan menjadi opsi yang lebih baik,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga telah menginstruksikan untuk melakukan pembersihan sarana dan prasarana pendidikan, fasilitas kesehatan, serta kantor yang terpengaruh oleh abu vulkanik.

Berdasarkan laporan sementara yang diterima oleh Ajat, dampak dari abu vulkanik dirasakan mulai dari kawasan Bogor bagian barat hingga Cibinong, meskipun ketebalan endapan abu tidak terlalu signifikan.

Pemkab Bogor telah mengerahkan unit pemadam kebakaran di berbagai lokasi untuk melakukan penyemprotan dan pembersihan abu yang mengendap.

Penyemprotan dilakukan secara serentak oleh unit pemadam kebakaran mulai dari Bogor Barat, Cibinong, hingga Bogor Timur, sebagai upaya untuk mengurangi paparan debu di fasilitas publik dan area umum.

Selain itu, Pemkab Bogor juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan menghindari kontak langsung dengan abu vulkanik.

Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau mencapai wilayah Bogor, berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui citra satelit Himawari-9 pada Minggu, 6 September, pukul 05.00 WIB.

Exit mobile version