Site icon ICMI Sleman

Senjata Kiamat Rusia Hancurkan Starlink, Ukraina Tak Berdaya Menghadapi Ancaman

Penurunan efektivitas jaringan internet satelit Starlink yang dimiliki oleh SpaceX di medan perang kini menjadi masalah serius bagi militer Ukraina. Berbagai pejabat militer di Kiev telah mulai mengakui adanya gangguan yang mengancam operasional mereka secara terbuka.

Yuri Knutov, seorang pakar militer dan sejarawan pertahanan udara, menjelaskan bahwa penyebab utama di balik masalah ini adalah sistem peperangan elektronik terbaru milik Rusia yang dikenal dengan nama Volna Kupol Garant.

Berbeda dengan metode pengacauan sinyal tradisional yang biasanya menyasar terminal di darat, Volna Kupol Garant menargetkan langsung frekuensi yang digunakan oleh satelit Starlink untuk beroperasi.

Sistem ini terdiri dari enam trailer yang masing-masing dilengkapi dengan 12 antena parabola. Semua antena ini bekerja untuk memancarkan gelombang interferensi yang kuat pada rentang frekuensi 14 hingga 14,5 GHz, yang merupakan pita frekuensi yang digunakan oleh satelit Starlink untuk menerima sinyal.

Knutov menjelaskan, “Mekanisme kerja sistem ini sangat terstruktur. Pita frekuensi tersebut dibagi menjadi delapan sub-pita dengan lebar 62,5 MHz, di mana setiap antena memiliki saluran spesifiknya sendiri untuk mengunci.” Informasi ini diperoleh dari Sputnik pada tanggal 29 Agustus 2026.

Akibat dari gangguan ini, transmisi sinyal antara terminal pengguna dan satelit di luar angkasa sepenuhnya terhambat. Satu kompleks sistem ini dapat menciptakan apa yang disebut sebagai “keheningan digital” atau zona penekanan sinyal yang mencakup area seluas 20 kilometer persegi (4×5 kilometer).

Dampak dari gangguan ini sangat signifikan bagi strategi militer Ukraina. Jaringan Starlink merupakan fondasi utama untuk komando, kontrol, dan komunikasi real-time militer Ukraina. Terputusnya akses ini membuat unit-unit di lapangan terisolasi dari pusat komando, yang pada gilirannya menghambat koordinasi serangan dan memutus pasokan cadangan serta amunisi.

Tidak hanya itu, sistem penargetan artileri jarak jauh, manuver pasukan penyerang, serta drone berbasis kecerdasan buatan seperti “Hornet” juga mengalami gangguan akibat hilangnya jalur pengiriman data. Knutov menegaskan bahwa tanpa Starlink, posisi pertahanan Ukraina berada dalam ancaman serius di tengah kemajuan pasukan Rusia.

Di sisi lain, sistem Volna Kupol Garant terbukti efektif dalam melindungi markas besar, depot amunisi, dan pos komando Rusia dari serangan drone yang diluncurkan oleh musuh. “Dengan dimulainya produksi massal sistem ini, Rusia mengklaim bahwa mereka dapat memblokir akses Starlink di lokasi mana pun yang mereka pilih,” jelasnya.

Exit mobile version