Steam Machine Valve Tertunda dan Akan Memiliki Harga Lebih Tinggi dari Perkiraan

Valve telah mengumumkan penundaan peluncuran Steam Machine, yang disebabkan oleh kekurangan memori dan penyimpanan yang melanda industri teknologi. Dalam sebuah pembaruan yang dirilis pada 4 Februari, perusahaan tersebut menjelaskan bahwa mereka awalnya berencana untuk mengumumkan harga dan tanggal peluncuran yang jelas pada waktu ini. Namun, lonjakan biaya komponen memaksa mereka untuk mengubah rencana tersebut.
Dampak Kenaikan Harga Komponen
Penundaan pengumuman Steam Machine ini terjadi bersamaan dengan lonjakan harga RAM dan penyimpanan yang mencengangkan di seluruh industri. Harga DRAM melonjak antara 178% hingga 258% dari pertengahan September hingga pertengahan Desember 2025, yang dipicu terutama oleh permintaan dari pusat data AI. Kesepakatan besar antara Samsung, SK, dan OpenAI pada bulan Oktober menyerap hampir setengah dari output DRAM dunia untuk pusat data Stargate.
Valve menegaskan bahwa mereka tetap berencana untuk mengirimkan Steam Machine, headset VR Steam Frame, dan pengontrol Steam baru pada paruh pertama tahun 2026. Namun, perusahaan memerlukan lebih banyak waktu untuk menentukan harga yang sesuai mengingat perubahan cepat pada biaya komponen. Steam Machine sangat terpengaruh karena bergantung pada komponen memori dan penyimpanan yang mahal.
Strategi Penetapan Harga yang Berbeda
Ketika Valve mengumumkan Steam Machine pada bulan November, mereka menyatakan bahwa perangkat tersebut akan dipasarkan dengan harga yang sebanding dengan membangun PC yang setara dari komponen. Namun, strategi penetapan harga ini kini dipertanyakan, terutama karena komponen PC tersebut telah mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Penting untuk dicatat bahwa Valve telah mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan menjual Steam Machine dengan kerugian seperti yang dilakukan oleh pembuat konsol tradisional. Sony, Microsoft, dan Nintendo umumnya mensubsidi perangkat keras konsol dan mendapatkan kembali investasi melalui penjualan game dan langganan. Pendekatan Valve yang berbeda ini berarti konsumen harus membayar penuh untuk biaya perangkat keras.
Tantangan yang Dihadapi oleh Valve
Situasi ini diperkirakan akan menjadikan Steam Machine lebih mahal dibandingkan dengan PlayStation 5 atau Xbox Series X. Dengan kekurangan komponen yang semakin mendorong harga lebih tinggi, beberapa perkiraan menyebutkan bahwa model 2TB dapat melebihi $1,000. Dengan harga di titik tersebut, konsumen mungkin melihat perangkat ini lebih sebagai mini PC daripada konsol.
Penundaan harga Steam Machine juga menciptakan potensi masalah lain: scalping. Jika Valve hanya dapat memproduksi gelombang pertama unit yang terbatas sebelum biaya komponen naik lebih lanjut, para pengecer kembali dapat memanfaatkan kekurangan pasokan tersebut. Valve telah memperluas lini perangkat kerasnya di luar Steam Deck, namun sayangnya, waktu peluncurannya bertepatan dengan kondisi pasar yang tidak menguntungkan.
Insight Praktis
2. **Strategi Penetapan Harga**: Perusahaan perlu mempertimbangkan model bisnis yang berbeda agar tetap kompetitif tanpa mengorbankan profitabilitas.
3. **Monitoring Pasokan**: Penyesuaian berkelanjutan terhadap strategi produksi dan distribusi penting untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh perusahaan.
Kesimpulan
Valve berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan terkait harga dan tanggal peluncuran yang jelas seiring mereka menyelesaikan penyesuaian yang diperlukan. Dengan tantangan yang ada di pasar dan perubahan biaya komponen, Steam Machine diharapkan dapat memberikan pengalaman gaming yang inovatif, meskipun dengan harga yang lebih tinggi dari yang diperkirakan. Menyikapi situasi ini dengan cermat akan menjadi kunci bagi Valve untuk meraih sukses dalam peluncuran produk mereka.



