Dari M1 ke M5: Jejak Prize Pool Turnamen Mobile Legends yang Terus Membesar

Pernahkah kamu memperhatikan betapa cepatnya dunia esports berkembang? Khususnya untuk game mobile legends yang begitu dekat dengan kita.
Gelaran world championship-nya telah menjadi puncak impian setiap pemain dan tim profesional. Ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan ajang bergengsi yang mempertemukan para juara dari berbagai negara.
Salah satu tanda pertumbuhannya yang paling nyata adalah peningkatan prize pool atau hadiah totalnya. Angkanya terus membesar dari edisi pertama hingga kelima.
Peningkatan ini bukan cuma sekadar deretan angka. Ia mencerminkan meledaknya popularitas, investasi, dan antusiasme penggemar. Mari kita telusuri perjalanan menarik kompetisi global ini.
Poin-Poin Penting
- Turnamen world championship Mobile Legends adalah ajang paling bergengsi di level internasional.
- Hadiah total (prize pool) turnamen ini menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat signifikan.
- Peningkatan angka hadiah mencerminkan perkembangan pesat industri esports, khususnya di Asia Tenggara dan Indonesia.
- Gelaran ini menjadi bukti nyata meningkatnya popularitas dan investasi dalam dunia kompetisi game mobile.
- Artikel ini akan mengajak pembaca menyelami detail perkembangan setiap edisi M-Series.
Mengenal M-Series: Panggung Prestisius dan Indikator Pertumbuhan Esports
Di peta kompetisi global, ada satu ajang yang menjadi tujuan akhir setiap pejuang virtual. Gelaran tahunan world championship untuk Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) ini diselenggarakan oleh Moonton.
Acara ini bukan sekadar turnamen biasa. Ia adalah panggung paling bergengsi yang menentukan tim terbaik di planet ini.
Setiap edisi M-Series berfungsi sebagai barometer kesehatan ekosistem esports. Kenaikan total hadiah yang diperebutkan adalah salah satu indikator pertumbuhannya yang paling nyata.
Popularitasnya mendunia, menarik perhatian jutaan penonton. Wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, dan Malaysia menjadi pusat antusiasme terbesar.
Struktur kompetisinya dirancang untuk menguji ketangguhan setiap tim. Peserta melewati babak grup yang ketat, kemudian masuk ke fase bracket yang menegangkan.
Ada upper bracket dan lower bracket yang memberi kesempatan kedua. Semua berujung pada grand final yang memacu adrenalin.
Mengangkat piala di ajang ini adalah impian setiap atlet profesional. Gelar juara dunia datang dengan penghargaan finansial yang sangat menggiurkan.
Gelaran ini juga telah melahirkan banyak bintang dan rivalitas epik. Cerita-cerita heroik mereka terus dikenang dan menjadi semangat bagi komunitas.
Memahami pentingnya M-Series adalah fondasi utama. Dari sini, kita bisa menyelami detail menarik perjalanan dari edisi pertama hingga kelima.
M1 World Championship (2019): Awal yang Spektakuler dari Malaysia
Pada November 2019, dunia menyaksikan lahirnya sebuah legenda di ibu kota Malaysia. Kuala Lumpur menjadi tuan rumah untuk gelaran perdana world championship MLBB. Suasana penuh antusiasme menyambut 16 tim terbaik dari berbagai wilayah.
Acara ini menjadi pionir bagi semua kompetisi global selanjutnya. Meski hadiah totalnya menjadi yang terkecil dalam sejarah M-Series, nilai sejarahnya tak ternilai.
Prize Pool Pertama: USD 250,000
Total hadiah yang diperebutkan di edisi perdana ini adalah 250 ribu dolar AS. Jumlah ini setara dengan sekitar Rp3,8 miliar rupiah.
Angka tersebut menjadi patokan awal yang cukup besar. Fondasi ini menunjukkan komitmen penyelenggara terhadap atlet profesional.
Kemenangan Bersejarah EVOS Legends dan Final All-Indonesia
Momen paling bersejarah dari ajang ini adalah grand final yang mempertemukan dua raksasa Indonesia. EVOS Legends dan RRQ Hoshi berduel sengit memperebutkan gelar juara dunia pertama.
Pertarungan berlangsung sangat ketat hingga babak penentuan ketujuh. EVOS Legends akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3.
Kemenangan ini bukan sekadar angka. Ia mencatatkan nama EVOS Legends sebagai juara dunia pertama dalam sejarah.
Fakta Penting: Lokasi, Jumlah Tim, dan MVP
Selain lokasi di Kuala Lumpur, banyak fakta menarik mengiringi kesuksesan turnamen ini. Performa gemilang ditunjukkan oleh pemain bernama Oura dari EVOS Legends.
Dia dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) edisi perdana. Kontribusinya sangat besar dalam membawa timnya menuju puncak.
Pembagian hadiah uang juga menarik untuk dilihat. Evos Legends sebagai juara membawa pulang 80 ribu dolar AS.
RRQ Hoshi di posisi runner-up mendapatkan 40 ribu dolar. Peringkat ketiga dan keempat diraih oleh TODAK dan Burmese Ghouls dengan hadiah masing-masing 20 dan 12 ribu dolar.
Keberhasilan tim dari Indonesia dan wilayah Asia Tenggara lainnya langsung terlihat. Mereka mendominasi papan atas klasemen akhir.
Gelaran pertama ini sukses menetapkan standar yang tinggi. Popularitas dan minat sponsor terhadap kompetisi global MLBB pun mulai terbukti.
Dari sinilah fondasi kuat untuk perkembangan di masa depan diletakkan. Jejak spektakuler di Malaysia menjadi awal dari perjalanan panjang yang lebih besar.
M2 World Championship (2021): Kenaikan Pertama di Tengah Pandemi
Meski pandemi global membatasi banyak aktivitas, semangat kompetisi game ini justru terbukti tak terbendung. Gelaran kedua world championship berhasil diselenggarakan di Singapura pada Januari 2021.
Situasi dunia saat itu sangat menantang. Namun, penyelenggara dan komunitas menunjukkan ketangguhan yang luar biasa.
Ajang ini menjadi bukti nyata bahwa passion untuk esports bisa mengatasi rintangan. Jumlah peserta memang berkurang, tapi kualitas pertandingan tetap tinggi.
Prize Pool Meningkat Jadi USD 300,000
Di tengah ketidakpastian, ada sinyal positif yang sangat menggembirakan. Total hadiah yang diperebutkan mengalami kenaikan untuk pertama kalinya.
Angkanya naik menjadi 300 ribu dolar AS. Setara dengan sekitar 4,6 miliar rupiah.
Peningkatan ini seperti angin segar bagi industri. Ia menunjukkan kepercayaan sponsor dan minat publik yang tetap kuat.
Pembagian uang hadiah juga menarik untuk disimak:
- Gelar juara membawa pulang 140 ribu dolar AS.
- Posisi runner-up mendapatkan 67,2 ribu dolar.
- Hadiah untuk peringkat ketiga dan keempat juga cukup signifikan.
Bren Esports Raih Gelar, Burmese Ghouls Jadi Kejutan
Partai puncak mempertemukan dua kekuatan yang tak terduga. Di satu sisi ada Bren Esports dari Filipina yang memang diunggulkan.
Di sisi lain, Burmese Ghouls dari Myanmar muncul sebagai dark horse. Mereka menembus grand final dengan performa mengejutkan.
Pertarungan berlangsung sengit dan dramatis. Kedua tim berusaha mati-matian memperebutkan trofi.
Skor akhir pun harus ditentukan di babak ketujuh yang menegangkan. Bren Esports akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3.
Kemenangan ini membawa gelar dunia pertama untuk Filipina. Prestasi Burmese Ghouls juga patut diacungi jempol.
Mereka membuktikan bahwa peta kekuatan esports mulai menyebar. Tidak lagi didominasi oleh satu atau dua negara saja.
Faktor kemenangan Bren Esports salah satunya adalah pemain bernama KarlTzy. Dia dinobatkan sebagai MVP turnamen ini.
Tantangan dan Adaptasi Format di Masa Pandemi
Edisi ini menghadapi kendala logistik yang belum pernah terjadi. Protokol kesehatan ketat memaksa penyesuaian pada format kompetisi.
Jumlah tim peserta dipangkas menjadi hanya 12 saja. Ini lebih sedikit dibandingkan edisi sebelumnya.
Sistem bracket tetap dipertahankan untuk menjaga ketegangan. Setiap kekalahan di upper bracket masih memberi harapan lewat lower bracket.
Dua wakil Indonesia, RRQ Hoshi dan Alter Ego, menunjukkan performa solid. RRQ berhasil meraih posisi ketiga setelah kalah di babak semifinal.
Alter Ego harus puas di peringkat keempat. Perjalanan mereka terhenti di fase bracket yang menentukan.
Adaptasi yang dilakukan oleh semua pihak sungguh mengagumkan. Dari penyelenggara, atlet, hingga penonton yang menyaksikan secara daring.
Gelaran M2 menjadi pelajaran berharga. Ia membuktikan bahwa komunitas esports sangat tangguh dan inovatif.
Semangat kompetisi tetap menyala bahkan di masa paling sulit. Fondasi untuk pertumbuhan yang lebih besar pun semakin kokoh.
M3 World Championship (2021): Lonjakan Besar dan Dominasi Filipina

Dari total hadiah yang meledak hingga kemenangan mutlak, M3 menjadi titik balik yang nyata. Gelaran ketiga world championship untuk Mobile Legends: Bang Bang ini digelar di Singapura pada Desember 2021.
Ajang ini tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga menggeser peta kekuatan esports regional secara permanen.
Prize Pool Melonjak Drastis ke USD 800,000
Kejutan terbesar datang dari angka hadiah total yang diperebutkan. Dibandingkan edisi sebelumnya, nilainya melonjak lebih dari dua kali lipat.
Prize pool M3 mencapai 800 ribu dolar Amerika Serikat. Jumlah fantastis ini setara dengan sekitar Rp12,3 miliar rupiah.
Lonjakan ini adalah bukti nyata ledakan popularitas dan nilai komersial kompetisi global MLBB. Minat sponsor dan penonton mencapai level baru.
Pembagian hadiah uang tunai pun sangat menggiurkan. Juara berhak membawa pulang 300 ribu dolar AS, atau sekitar Rp4,6 miliar.
Era Blacklist International Dimulai
Di panggung utama, sebuah dinasti baru lahir. Blacklist International dari Filipina tampil begitu perkasa sepanjang turnamen.
Mereka melenggang ke grand final dan berhadapan dengan ONIC Philippines. Pertandingan puncak berakhir dengan skor yang sangat telak: 4-0.
Kemenangan mutlak ini menandai dimulainya era dominasi Filipina yang kuat. Strategi permainan Blacklist International tampak sempurna dan sulit dibaca lawan.
Kunci kesuksesan mereka salah satunya ada pada gold laner bernama OHEB. Atas performa gemilangnya, dia dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) gelaran M3.
Posisi ketiga dan keempat diraih oleh BloodThirstyKings dan EVOS SG. Namun, sorotan utama sepenuhnya tertuju pada sang juara dunia yang baru.
Perjalanan Singkat Tim Indonesia di M3
Di sisi lain, perjalanan wakil Indonesia berakhir dengan kekecewaan. Dua tim andalan, RRQ Hoshi dan ONIC Esports, harus tersingkir lebih awal.
RRQ Hoshi hanya mampu mencapai peringkat 5-6 setelah kalah di lower bracket. Sementara ONIC Esports terhenti di posisi 9-12.
Ini menjadi catatan prestasi terburuk bagi perwakilan Indonesia sepanjang sejarah M-Series hingga saat itu. Tim dari Tanah Air kesulitan beradaptasi dengan meta permainan yang berubah.
Meski prize pool sangat besar, mereka tidak bisa meraih bagian yang signifikan. Hasil ini menjadi pembelajaran berharga tentang persaingan yang semakin ketat.
M3 dengan jelas menandai pergeseran kekuatan. Filipina muncul sebagai raja baru, sementara Indonesia harus mengevaluasi dan membangun kembali strategi.
Gelaran ini adalah titik balik dalam narasi pertumbuhan. Ia membuktikan bahwa nilai kompetisi bisa meledak, sekaligus menunjukkan bahwa takhta selalu bisa berganti.
M4 World Championship (2023): Gelaran di Jakarta dengan Hadiah Stabil
Untuk pertama kalinya, gelaran world championship digelar di tanah air, tepatnya di Jakarta. Acara bergengsi untuk Mobile Legends: Bang Bang ini berlangsung dari 1 hingga 15 Januari 2023.
Ini adalah momen bersejarah bagi Indonesia sebagai tuan rumah. Semangat para supporter langsung terasa memenuhi venue pertandingan.
Atmosfernya sungguh tak terlupakan. Sorak-sorai fans lokal menyambut setiap pertandingan dengan gegap gempita.
Prize Pool Bertahan di USD 800,000
Meski menjadi tuan rumah, angka total hadiah tidak mengalami kenaikan. Prize pool edisi ini tetap stabil di 800 ribu dolar AS.
Jumlah ini setara dengan sekitar Rp12,3 ribu rupiah. Stabilitas ini menunjukkan fase konsolidasi setelah lonjakan besar di edisi sebelumnya.
Hadiah untuk sang juara dunia tetap sangat menggiurkan. Tim pemenang berhak membawa pulang 300 ribu dolar Amerika.
ECHO Kukuhkan Dominasi Filipina di Kandang Indonesia
Di panggung utama, ECHO dari Filipina tampil begitu dominan. Mereka melaju ke partai puncak dan berhadapan dengan rival sekotanya, Blacklist International.
Final berlangsung dengan skor yang sangat telak, 4-0. Kemenangan ini mengukuhkan supremasi Filipina di kancah global.
Penampilan gemilang ditunjukkan oleh pemain bernama Bennyqt. Atas kontribusinya, dia dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) turnamen ini.
Kemenangan lagi-lagi dibawa pulang oleh tim tamu. Hal ini menciptakan nuansa sedih-gembira yang kompleks bagi penonton lokal.
Prestasi RRQ Hoshi dan ONIC Esports di Peringkat Ketiga dan Keempat
Di sisi lain, perwakilan Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan. RRQ Hoshi dan ONIC Esports berhasil menembus posisi ketiga dan keempat.
Ini adalah prestasi terbaik bersama sejak gelaran pertama. Keduanya berjuang keras melalui fase lower bracket yang menegangkan.
ONIC Esports harus tersingkir lebih dulu setelah dikalahkan RRQ Hoshi dengan skor 0-3. Pertarungan ini terjadi di semifinal lower bracket.
Perjalanan RRQ Hoshi berlanjut hingga final lower bracket. Sayangnya, mereka takluk dari ECHO dengan skor 1-3.
Meski belum bisa merebut gelar, kehadiran mereka di podium patut dibanggakan. Antusiasme fans Indonesia tetap menjadi energi yang luar biasa.
Gelaran M4 membuktikan bahwa stabilitas angka hadiah tidak mengurangi kualitas kompetisi. Indonesia juga menunjukkan bahwa mereka adalah kekuatan yang terus berkembang.
M5 World Championship (2023): Rekor Baru Prize Pool dan Format Wildcard

Evolusi kompetisi global mencapai puncaknya di edisi kelima, ditandai dengan rekor finansial dan terobosan format. Gelaran ini berlangsung dari akhir November hingga pertengahan Desember 2023.
Dua negara menjadi tuan rumah, menciptakan pengalaman baru bagi peserta dan penonton. Semangat kompetisi menyala lebih terang dari sebelumnya.
Prize Pool Mencapai USD 900,000
Angka hadiah total sekali lagi memecahkan rekor. Nilainya mencapai 900 ribu dolar Amerika Serikat.
Ini setara dengan sekitar Rp13,8 ribu rupiah. Jumlah ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah world championship untuk game ini.
Pembagiannya pun sangat menarik untuk disimak. Juara dunia berhak membawa pulang 300 ribu dolar.
Posisi runner-up mendapatkan 120 ribu dolar. Kenaikan ini mencerminkan kepercayaan sponsor dan nilai komersial ajang yang terus naik.
Kembalinya AP.Bren dan Perjalanan Heroik ONIC Esports ke Final
Partai puncak mempertemukan dua kekuatan yang sedang dalam performa terbaik. AP.Bren (dulu Bren Esports) berhadapan dengan ONIC Esports dari Indonesia.
Pertarungan berlangsung sangat sengit dan dramatis. Skor harus ditentukan di babak ketujuh yang menegangkan.
AP.Bren akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3. Kemenangan ini sangat bersejarah.
Mereka menjadi tim pertama yang meraih dua gelar juara dunia. Sebelumnya mereka menang di edisi kedua.
Perjalanan ONIC Esports ke grand final pun patut diacungi jempol. Mereka berjuang keras melalui lower bracket setelah kalah lebih dulu.
Penampilan gemilang ditunjukkan oleh pemain bernama FlapTzy dari AP.Bren. Atas kontribusinya, dia dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP).
Inovasi Format: Wildcard dan Dua Negara Tuan Rumah
Untuk pertama kalinya, diperkenalkan fase Wildcard. Fase ini digelar di Selangor, Malaysia.
Sebanyak 8 tim berebut dua tiket ke babak utama. Sistem ini memberi kesempatan lebih luas bagi peserta dari berbagai region.
Babak utama sendiri diselenggarakan di Manila, Filipina. Konsep dua negara tuan rumah ini menjadi terobosan baru yang menarik.
Total ada 22 tim yang berpartisipasi dalam seluruh gelaran. Struktur kompetisi terdiri dari Group Stage dan Knockout Stage.
Sistem double elimination tetap dipertahankan di fase knockout. Ada upper bracket dan lower bracket yang membuat jalannya pertandingan semakin menegangkan.
Statistik dan Rekor Viewership yang Dipecahkan
Popularitas ajang ini mencapai puncak baru. Rekor jumlah penonton puncak berhasil dipecahkan dengan gemilang.
Angkanya mencapai 5.067.107 peak viewers. Ini adalah bukti nyata antusiasme global yang luar biasa.
Selain ONIC Esports, wakil Indonesia lain juga turut berlaga. Geek Fam ID berhasil lolos namun tersingkir di perempat final lower bracket.
Sementara itu, RRQ Hoshi gagal mendapatkan tiket ke babak utama. Persaingan yang ketat membuat hanya yang terbaik yang bisa bertahan.
Gelaran M5 menjadi penanda era baru. Hadiah total, format inovatif, dan minat penonton mencapai level yang tak tertandingi.
Ini adalah puncak dari perjalanan evolusi yang dimulai dari edisi pertama. Setiap elemen berkontribusi pada kesuksesan spektakuler ini.
Analisis Tren: Membaca Grafik Pertumbuhan Melalui Prize Pool M1-M5
Perjalanan nilai hadiah dari edisi pertama ke kelima bukan sekadar urutan angka. Ia adalah bukti nyata kematangan ekosistem esports untuk game populer ini.
Mari kita lihat polanya. Dari 250 ribu dolar AS di awal, naik ke 300 ribu, lalu melonjak drastis ke 800 ribu.
Angka itu sempat stabil sebelum akhirnya mencetak rekor baru di 900 ribu dolar. Dalam rupiah, kisarannya dari sekitar Rp3,8 miliar hingga Rp13,8 miliar.
Pertumbuhannya tidak linear. Ada fase konsolidasi dan lompatan besar yang menandai momen penting.
Lonjakan terbesar terjadi antara gelaran kedua dan ketiga. Ini berkorelasi langsung dengan ekspansi pasar yang masif.
Minat sponsor korporat besar pun ikut meroket. Basis penggemar yang meluas memberi keyakinan untuk investasi lebih besar.
Setiap kenaikan hadiah total mencerminkan kepercayaan yang tumbuh. Industri melihat nilai komersial dan daya tarik penonton yang solid.
Perkembangan lain juga sejalan. Jumlah tim peserta bertambah dari 16 menjadi 22.
Format kompetisi semakin kompleks dengan diperkenalkannya fase wildcard. Struktur babak grup dan knockout terus disempurnakan.
Ini semua menciptakan pengalaman yang lebih menarik. Baik bagi atlet maupun penonton yang menyaksikan.
Dominasi regional, khususnya Filipina, juga punya peran. Mereka memenangkan empat gelar juara dunia beruntun dari M2 hingga M5.
Kesuksesan ini menarik perhatian lebih banyak lagi. Daya tarik kompetisi dan hadiah besar saling menguatkan.
Prestasi tersebut menjadi magnet bagi bakat-bakat terbaik. Mereka berlomba untuk bisa tampil di panggung utama.
Hal menarik lain adalah konsistensi porsi untuk pemenang. Meski total hadiah membesar, bagian untuk juara pertama tetap sekitar sepertiga.
Di edisi ketiga, keempat, dan kelima, pemenang membawa pulang 300 ribu dolar. Ini setara dengan ratusan ribu rupiah untuk setiap anggota tim.
Stabilitas ini menunjukkan formula pembagian yang matang. Penghargaan untuk posisi lain juga meningkat secara proporsional.
Tren positif ini adalah kabar gembira bagi semua pihak. Para pemain profesional kini punya insentif finansial yang sangat jelas.
Organisasi esports melihat peluang return of investment yang lebih baik. Penyedia platform dan sponsor mendapat eksposur maksimal.
Bahkan komunitas penonton merasa dihargai. Mereka menyaksikan pertandingan berkualitas tinggi yang layak untuk didukung.
Pada akhirnya, angka-angka dalam artikel ini adalah cerita tentang kesuksesan kolektif. Setiap kenaikan hadiah adalah hasil dari kerja sama banyak pihak.
Dari penyelenggara, atlet, hingga fans yang setia. Grafik pertumbuhan yang sehat ini menjadi fondasi untuk masa depan yang lebih gemilang.
World championship telah membuktikan diri sebagai ajang yang terus berkembang. Ia bukan lagi sekadar turnamen, melainkan sebuah fenomena budaya.
Kesimpulan: Dari M1 ke M5 dan Melampauinya
Dari awal yang sederhana hingga puncak yang spektakuler, evolusi ini menceritakan sebuah kisah sukses. Lonjakan hadiah total dari 250 ribu hingga 900 ribu dolar AS adalah bukti nyata pertumbuhan eksponensial game ini di kancah global.
Perjalanan ini belum berakhir. Gelaran world championship berikutnya, M6, akan digelar di Kuala Lumpur dengan prize pool mencapai 1 juta dolar AS untuk pertama kalinya. Sebanyak 23 tim akan bersaing, termasuk wakil Indonesia, RRQ Hoshi dan Team Liquid ID.
Masa depan kompetisi ini terlihat sangat cerah. Setiap pemain, organisasi, dan penggemar telah menjadi bagian dari kisah besar ini. Jejak yang terus membesar ini hanyalah awal dari cerita yang lebih panjang untuk esports Mobile Legends.




