Review Samsung Galaxy A55: Kelebihan, Kekurangan, dan Performa HP Mid-Range Terbaik 2025

Persaingan di pasar smartphone kelas menengah memang selalu menarik untuk diikuti. Tiap tahun, kita disuguhkan berbagai pilihan baru, dan tidak jarang muncul pertanyaan: apakah perubahan kecil pada model terbaru benar-benar cukup untuk membuat kita berpaling? Nah, Samsung Galaxy A55 5G hadir sebagai salah satu kandidat terkuat di segmen ini, menawarkan sejumlah pembaruan yang patut diperhitungkan. Dengan harga yang masih berada di kisaran Rp6 jutaan dan sederet peningkatan material serta fitur, mari kita telusuri lebih dalam bagaimana perangkat ini menjawab kebutuhan pengguna mid-range di tahun 2025.
Desain dan Kualitas Rangka
Samsung Galaxy A55 membawa angin segar pada lini seri A dengan perubahan material yang cukup signifikan. Jika sebelumnya kita familiar dengan bodi plastik pada pendahulunya, kini Samsung memilih kaca Gorilla Glass Victus Plus di bagian depan dan belakang, dilengkapi frame aluminium. Kesan pertama saat menggenggam ponsel ini jelas terasa lebih premium dan solid, bahkan jika dibandingkan dengan beberapa flagship lawas.
Material dan Ketahanan
Penggunaan kaca Gorilla Glass Victus Plus bukan sekadar gimmick. Selain menambah daya tarik visual, material ini memberikan perlindungan ekstra terhadap goresan dan benturan. Frame aluminium di sekeliling bodi juga memperkuat struktur, membuatnya terasa kokoh di tangan.
Sebagai tambahan, Galaxy A55 sudah mengantongi sertifikasi IP67. Artinya, perangkat ini tahan debu dan bisa bertahan di air hingga kedalaman 1 meter selama maksimal 30 menit. Fitur ini tentu menambah kepercayaan diri saat menggunakan ponsel di berbagai situasi, baik di luar ruangan maupun saat beraktivitas sehari-hari.
Kenyamanan Genggaman
Perubahan desain pada Galaxy A55 cukup kentara, terutama pada bagian frame yang kini lebih tegas dan angular jika dibandingkan dengan model sebelumnya. Buat kamu yang biasa menggunakan ponsel dengan sudut melengkung, desain baru ini mungkin memerlukan sedikit adaptasi. Tekstur metal yang agak kasar dan sudut yang tajam memang memberikan kesan modern, tapi di sisi lain, kenyamanan genggaman bisa sedikit berkurang saat digunakan dalam waktu lama.
Menggunakan casing silikon sangat direkomendasikan untuk mengurangi ketajaman sudut dan menambah rasa nyaman. Permukaan kaca di bagian belakang memang tampak elegan, namun cukup mudah menangkap sidik jari, jadi kamu mungkin akan lebih sering mengelapnya agar tetap bersih.
Bezel layar yang tergolong tebal juga menjadi salah satu catatan. Meski demikian, konstruksi solid dengan frame metal tetap memberikan rasa aman saat digunakan.
Pilihan Warna
Samsung menawarkan beberapa pilihan warna menarik untuk Galaxy A55. Setiap varian dirancang untuk menonjolkan karakter premium yang dibawa oleh material kaca dan metal. Ada warna klasik yang elegan dan opsi kontemporer yang lebih playful, sehingga kamu bisa memilih sesuai dengan kepribadian atau preferensi gaya. Masing-masing warna memantulkan cahaya dengan cara berbeda, yang sedikit banyak juga memengaruhi seberapa sering kamu perlu membersihkan sidik jari di permukaan belakang.
Spesifikasi dan Performa
Di bagian dapur pacu, Samsung Galaxy A55 mengandalkan chipset Exynos 1480 yang diproduksi dengan fabrikasi 4nm. Peningkatan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan benar-benar terasa dalam penggunaan sehari-hari.
Prosesor, Memori, dan Grafis
Exynos 1480 menawarkan efisiensi daya dan performa yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Berdasarkan pengujian, terjadi peningkatan skor benchmark sebesar 20-25 persen. Pilihan RAM tersedia dalam varian 6GB, 8GB, hingga 12GB, dipadukan dengan penyimpanan internal 256GB. Kombinasi ini memungkinkan multitasking lancar dan ruang penyimpanan yang lebih dari cukup untuk aplikasi, foto, dan dokumen.
Chipset ini juga dilengkapi GPU Xclipse 530, yang mendukung grafis modern dan memberikan pengalaman visual yang cukup baik untuk kelasnya.
Pengalaman Penggunaan Sehari-hari
Saat digunakan untuk aktivitas harian, mulai dari berselancar di media sosial, menjalankan aplikasi produktivitas, hingga browsing, Galaxy A55 tampil mulus tanpa lag berarti. Antarmuka One UI yang dioptimalkan memastikan transisi antar aplikasi berjalan cepat dan responsif, bahkan saat banyak aplikasi aktif secara bersamaan.
Satu hal yang menjadi nilai tambah adalah komitmen Samsung dalam hal update software. Galaxy A55 dijamin menerima pembaruan sistem operasi utama selama empat tahun, serta update keamanan hingga lima tahun. Bagi kamu yang ingin perangkat tetap aman dan relevan dalam jangka panjang, ini adalah investasi yang menarik.
Kinerja Gaming
Untuk penggemar game, performa Galaxy A55 memang tidak bisa disamakan dengan ponsel flagship, namun tetap cukup andal di kelasnya. Game populer seperti Mobile Legends: Bang Bang bisa berjalan stabil di 60fps dengan pengaturan grafis tinggi. PUBG Mobile berjalan di 30fps pada setelan medium, dan untuk Genshin Impact, pengaturan grafis rendah hingga medium direkomendasikan demi gameplay yang lebih stabil (sekitar 45fps, dengan beberapa frame drop di area kompleks). Call of Duty Mobile juga bisa mencapai 45-50fps pada pengaturan medium-tinggi.
Secara keseluruhan, perangkat ini sangat cocok untuk game casual hingga mid-core. Untuk judul-judul berat, pengalaman bermain tetap menyenangkan asalkan ekspektasi pada kualitas grafis sedikit disesuaikan.
Kamera dan Kualitas Foto
Sektor kamera menjadi salah satu daya tarik utama dari review Samsung Galaxy A55: Kelebihan, Kekurangan, dan Performa HP Mid-Range Terbaik 2025. Konfigurasi triple camera di bagian belakang cukup fleksibel untuk berbagai kebutuhan fotografi sehari-hari.
Spesifikasi Kamera
Sensor utama 50MP dilengkapi dengan Optical Image Stabilization (OIS), yang sangat membantu mengurangi efek blur akibat getaran tangan. Selain itu, ada lensa ultrawide 12MP untuk foto dengan cakupan lebih lebar, dan lensa makro 5MP untuk close-up detail. Kamera depan beresolusi 32MP cukup mumpuni untuk selfie atau video call.
Fitur Unggulan Kamera
Beberapa fitur software yang dihadirkan Samsung juga patut diapresiasi. Mode Malam (Night Mode) sangat berguna untuk pengambilan foto di kondisi minim cahaya, sementara mode portrait otomatis dapat mendeteksi subjek dan mengaburkan latar belakang dengan efek bokeh yang rapi. Ada juga mode Pro untuk kamu yang suka bereksperimen dengan pengaturan manual, serta Single Take yang bisa mengambil berbagai variasi foto dan video hanya dengan sekali tekan shutter.
Hasil Foto dan Video
Dalam kondisi cahaya optimal, kamera utama mampu menghasilkan foto dengan detail tajam dan warna natural. Dynamic range cukup luas, sehingga detail di area gelap dan terang tetap terjaga. Pada kondisi indoor dengan cahaya rendah, hasil foto masih terlihat baik, meski noise mulai muncul—namun berkat OIS, ketajaman tetap terjaga selama tangan tidak terlalu banyak bergerak.
Untuk perekaman video, Galaxy A55 mampu merekam hingga resolusi 4K 30fps dengan stabilisasi yang cukup baik berkat kombinasi OIS dan EIS. Perpindahan warna dari foto ke video juga konsisten, sehingga cocok untuk dokumentasi aktivitas ataupun membuat konten singkat.
Berikut beberapa insight soal performa kamera di berbagai situasi:
|————————|————————————————–|——————————————-|—————————————-|
| Siang Hari Terang | Detail tajam, warna natural, dynamic range baik | HDR kadang kurang optimal di backlight | Landscape, portrait outdoor |
| Cahaya Rendah (Indoor) | Noise terkontrol, OIS efektif | Shutter lebih lambat, risiko blur | Foto indoor, event keluarga |
| Malam Hari (Night Mode)| Kecerahan & detail meningkat, noise rendah | Proses lebih lama, tripod direkomendasikan| Pemandangan malam, arsitektur gelap |
| Video 4K Stabilization | Stabilisasi baik, detail terjaga | Dynamic range video agak terbatas | Vlogging, dokumentasi perjalanan |
Secara umum, kamera Galaxy A55 menjadi salah satu keunggulan utama—khususnya untuk kamu yang sering mengabadikan momen sehari-hari tanpa ribet setting manual.
Daya Tahan Baterai dan Pengisian
Baterai menjadi faktor penting di kelas mid-range, apalagi untuk pengguna aktif yang ingin perangkat tahan seharian tanpa khawatir kehabisan daya.
Kapasitas dan Ketahanan
Galaxy A55 dibekali baterai 5.000 mAh yang terintegrasi (non-removable). Dalam pengujian dengan PCMark for Android, ponsel ini bertahan hingga 15 jam 11 menit pada refresh rate 120Hz. Jika pengaturan layar diubah ke 60Hz, daya tahan meningkat menjadi 17 jam 15 menit. Sementara itu, screen-on time dari 100% hingga 10% mencapai 6 jam 23 menit (120Hz) dan 7 jam 11 menit (60Hz).
Pengalaman saya sehari-hari menggunakan ponsel ini, streaming video ataupun scrolling media sosial terasa nyaman tanpa harus sering mencari colokan—cukup sekali isi penuh di pagi hari, bisa bertahan sampai malam.
Fitur Pengisian dan Efisiensi Energi
Galaxy A55 mendukung pengisian cepat 25W, meski adaptor charger dijual terpisah. Sayangnya, fitur pengisian nirkabel belum tersedia di seri A5x ini. Tapi setidaknya, chipset Exynos 1480 cukup efisien dalam manajemen daya, sehingga baterai tidak cepat terkuras meskipun digunakan untuk aktivitas berat.
Secara keseluruhan, kombinasi kapasitas baterai besar dan efisiensi chipset membuat Galaxy A55 menjadi partner yang bisa diandalkan untuk mobilitas tinggi.
Insights Praktis & Takeaways
– **Performa dapur pacu** cocok untuk penggunaan sehari-hari, multitasking, dan gaming casual hingga mid-core.
– **Kamera utama** unggul dalam berbagai kondisi cahaya, sehingga cocok untuk dokumentasi aktivitas harian maupun pembuatan konten sederhana.
– **B




