slot deposit qris depo 10k
bisnis

Bursa Asia Anjlok, Serangan Rudal Houthi ke Israel Memicu Tekanan Ekonomi Global

Bursa Asia-Pasifik mengalami penurunan yang signifikan saat dibuka pada sesi perdagangan hari ini, Senin, 30 Maret 2026. Penurunan ini masih dipengaruhi oleh ketegangan yang berkepanjangan di Timur Tengah, yang kini telah memasuki minggu kelima meskipun ada upaya diplomatik yang dilakukan untuk meredakan konflik.

Kelompok Houthi dari Yaman mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan serangan rudal ke Israel pada Sabtu, 28 Maret 2026. Ini menandai keterlibatan langsung Yaman dalam konflik yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang sebelumnya tidak terlibat secara langsung.

Dalam sebuah pernyataan di platform X, Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, mengungkapkan bahwa mereka menargetkan sejumlah lokasi militer di Israel dengan rentetan rudal balistik. Saree menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk dukungan kepada Iran dan Hizbullah, sekutunya yang berbasis di Lebanon.

Serangan dari Yaman ke Israel ini menandakan peningkatan eskalasi dalam perang yang telah dimulai dengan serangan udara oleh AS dan Israel terhadap target-target Iran pada tanggal 28 Februari 2026. Ketegangan ini semakin meningkat dan mengakibatkan dampak yang luas terhadap pasar global.

Berdasarkan informasi dari CNBC Internasional, indeks Kospi di Korea Selatan mencatat penurunan lebih dari 5 persen. Indeks Kosdaq, yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil, juga mengalami penurunan signifikan sebesar 3,97 persen.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 mengalami penurunan 3,97 persen, sedangkan indeks Topix tercatat tergerus 3,9 persen. Regulator Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) saat ini sedang membahas kemungkinan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam pertemuan yang dijadwalkan bulan Maret 2026.

Kenaikan suku bunga acuan ini disebabkan oleh lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah, yang memberikan tekanan terhadap inflasi. Salah satu anggota Dewan BOJ menyatakan bahwa pengetatan kebijakan moneter mungkin perlu dipercepat, sebagaimana tercermin dalam ringkasan pendapat yang dirilis baru-baru ini.

Indeks S&P/ASX 200 di Australia juga mengalami penurunan, melemah sebesar 1,46 persen. Indeks Hang Seng di Hong Kong menunjukkan penurunan 1,52 persen, sementara CSI 300 mengalami penurunan sebesar 0,77 persen.

Di Amerika Serikat, Wall Street juga menunjukkan koreksi yang cukup signifikan menjelang penutupan pasar akhir pekan. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 793,47 poin atau 1,73 persen, dan ditutup pada level 45.166,64.

Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 1,67 persen, mengakhiri sesi perdagangan pada level terendah dalam tujuh bulan terakhir, yaitu 6.368,85. Sementara itu, Nasdaq Composite merosot 2,15 persen, menutup hari di angka 20.948,36.

Related Articles

Back to top button