Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) bersama dengan Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Pusat telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini menunjukkan komitmen mereka untuk memberikan dukungan kepada warga yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana alam.
Bantuan tersebut diserahkan dalam kegiatan yang berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Kabupaten Manggarai pada Rabu, 7 Oktober 2026. Penyerahan dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bantuan dapat langsung dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
Safriati Safrizal, yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Umum TP Posyandu Pusat sekaligus Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat, mewakili Ketua Umum TP PKK dan TP Posyandu, Tri Tito Karnavian. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi dari pengurus TP PKK dan TP Posyandu Pusat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terpengaruh oleh gempa bumi, termasuk pasien yang dirawat di RSUD Ruteng.
“Penyaluran bantuan dari pemerintah melalui TP PKK dan TP Posyandu hari ini lebih dari sekadar sekedar bantuan, tetapi merupakan simbol nyata kepedulian dan solidaritas, serta kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang tengah berjuang dalam proses pemulihan pascabencana,” ungkapnya pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Dalam kesempatan tersebut, TP PKK dan TP Posyandu Pusat memberikan beragam bantuan, termasuk 100 paket sembako, 100 selimut, 20 pasang sepatu bot, 100 handuk, 50 paket makanan ringan untuk anak, 30 dus air mineral, satu dus Promina Snack Rice Blueberry, enam dus pembalut, 17 dus susu Indomilk cokelat, 20 dus susu Ultramilk Tango, lima dus susu UHT cokelat, serta tiga dus biskuit Roma Sari Kelapa.
Selain itu, perlengkapan juga diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) untuk mendukung mereka dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Bantuan ini meliputi sepatu bot, selimut, dan handuk untuk tenaga kesehatan yang bertugas di lapangan.
TP PKK dan TP Posyandu Pusat tidak hanya melakukan penyerahan bantuan, tetapi juga menjajaki tenda pelayanan rumah sakit dan meninjau fasilitas pelayanan yang ada di RSUD Ruteng, termasuk poliklinik dan instalasi gawat darurat (IGD).
Safriati menggarisbawahi bahwa pemulihan setelah bencana bukan hanya tentang perbaikan fisik, tetapi juga tentang menguatkan ketahanan keluarga dan memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Dalam hal ini, peran PKK dan Posyandu sangat penting sebagai penggerak perubahan di tingkat keluarga dan komunitas.
“Saya mengajak seluruh anggota TP PKK dan TP Posyandu untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan sektor terkait, agar dapat terus aktif dalam memberikan pendampingan, edukasi kesehatan, dan melaksanakan kegiatan yang memberikan dampak positif kepada masyarakat selama proses pemulihan pascabencana,” tuturnya.
Dengan adanya bantuan seperti ini, diharapkan masyarakat yang terdampak bencana di Manggarai, NTT dapat segera pulih dan melanjutkan kehidupan mereka dengan lebih baik. Komitmen TP PKK dan TP Posyandu Pusat dalam memberikan bantuan ini adalah langkah awal yang penting dalam mendukung masyarakat pada masa-masa sulit.

