slot deposit qris depo 10k
berita

Trump Kirim Kapal Induk Ketiga USS George HW Bush ke Timur Tengah, Konflik Iran Semakin Memanas

Kapal induk nuklir USS George HW Bush akan dikerahkan ke kawasan Timur Tengah bersama armada pendukungnya, di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik dengan Iran. Hal ini diumumkan oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Selasa, 31 Maret 2026.

USS George HW Bush adalah kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz yang ke-10 dalam armada Angkatan Laut Amerika Serikat, resmi ditugaskan pada tahun 2009. Dengan panjang lebih dari 1.000 kaki dan bobot mencapai 100.000 ton, kapal ini mampu mengangkut sekitar 90 pesawat tempur dan dilengkapi dengan dua reaktor nuklir yang mendukung operasional jangka panjang.

Pengumuman ini muncul setelah gugus kapal induk Bush berangkat dari pangkalannya di Norfolk, Virginia, seperti yang dilaporkan oleh Navy Times, menandakan pengerahan yang sudah direncanakan sebelumnya.

Kapal induk ini akan bergabung dengan dua kapal induk AS lainnya yang sudah beroperasi di Timur Tengah, yaitu USS Gerald Ford yang berada di Laut Mediterania dan USS Abraham Lincoln yang beroperasi di Laut Arab.

Pengerahan ini bisa jadi akan menjadikan tiga kapal induk AS berada di kawasan tersebut untuk beberapa waktu ke depan, yang mencerminkan peningkatan signifikan dalam kehadiran angkatan laut Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Pengerahan USS George HW Bush terjadi di tengah peringatan dari Trump dan Hegseth bahwa fase paling kritis dari perang yang telah berlangsung selama sebulan di Iran akan segera tiba, di saat ribuan pasukan AS juga mulai dikerahkan ke kawasan tersebut untuk kemungkinan operasi di lapangan.

“Kita tidak akan berada di sana terlalu lama lagi. Kita sedang menghancurkan mereka sekarang,” kata Trump dalam sebuah wawancara telepon dengan New York Post.

Iran telah mengalami serangan roket dari AS dan Israel setelah pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas bersama 50 pejabat tinggi pemerintah dalam serangan mendadak yang menghancurkan pada 28 Februari.

Namun, Teheran berhasil menutup sebagian besar Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting dalam distribusi minyak global, dan hal ini telah mengguncang pasar internasional seiring terus berlanjutnya konflik.

Meskipun demikian, Presiden Trump juga menunjukkan bahwa ia mungkin bersedia mengakhiri perang di Iran tanpa perlu merebut kendali atas Selat Hormuz dari tangan Iran.

Related Articles

Back to top button