Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa likuiditas perekonomian, yang diukur melalui uang beredar dalam arti luas (M2), menunjukkan pertumbuhan positif dengan total mencapai Rp 10.089,9 triliun pada Februari 2026.
“Pada bulan Februari 2026, angka M2 tercatat sebesar Rp 10.089,9 triliun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 8,7 persen,” ungkap Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, dalam pernyataan resminya yang dirilis pada 27 Maret 2026.
Ramdan menjelaskan bahwa pertumbuhan M2 ini didorong oleh peningkatan uang beredar sempit (M1) yang tumbuh sebesar 14,4 persen secara tahunan, serta uang kuasi yang meningkat 3,1 persen dibandingkan tahun lalu. Meski demikian, pertumbuhan ini menunjukkan perlambatan jika dibandingkan dengan angka pertumbuhan Januari 2026 yang mencapai 10,0 persen secara tahunan.
Selain itu, Bank Indonesia mencatat bahwa dinamika uang beredar pada Februari 2026 dipengaruhi oleh kenaikan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat serta penyaluran kredit yang meningkat.
Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat mengalami pertumbuhan signifikan, yakni 25,6 persen secara tahunan, yang memang lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka Januari 2026 yang tercatat pada 22,6 persen.
Dari sisi penyaluran kredit, sektor ini menunjukkan tanda-tanda ekspansi yang positif dengan pertumbuhan mencapai 8,9 persen secara tahunan. Ini merupakan kelanjutan dari tren kenaikan pada bulan Januari 2026 yang mencapai 10,2 persen secara tahunan.

