Site icon ICMI Sleman

Yaqut Cholil Qoumas Kembali Menjadi Tahanan Rutan KPK Secara Resmi

Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, secara resmi kembali menjadi tahanan di rumah tahanan negara yang dikelola oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kehadirannya di gedung KPK hari ini terlihat dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye.

Saat memasuki kompleks KPK, Yaqut tampak enggan berbicara banyak. Ia hanya menyampaikan kebahagiaannya karena sempat bertemu dan meminta restu dari orang tuanya pada perayaan lebaran yang lalu saat ia berada dalam status tahanan rumah.

“Alhamdulillah, saya bisa sungkem kepada ibu saya, ke Ibunda saya,” ucap Yaqut pada Selasa, 24 Maret 2026.

Menurut informasi dari Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Yaqut telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan yang dimulai sejak malam 23 Maret 2026 dan berlanjut hingga pagi hari ini.

“Tim medis terus melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Jakarta Timur, sejak tadi malam hingga pagi ini,” jelasnya.

Di sisi lain, Budi menyatakan bahwa perkembangan penyidikan kasus kuota haji menunjukkan kemajuan yang positif.

“Penyidik tetap fokus untuk melengkapi berkas penyidikan agar dapat segera dilimpahkan ke tahap penuntutan,” tambahnya.

Sebelumnya, pada 21 Maret 2026, istri dari terdakwa kasus dugaan korupsi yang melibatkan pemerasan, yaitu mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan, Silvia Rinita Harefa, memberikan keterangan kepada media setelah mengunjungi suaminya.

Silvia mengungkapkan kepada wartawan bahwa ada informasi di antara para tahanan mengenai ketidakhadiran Yaqut di rumah tahanan negara.

“Tadi saya tidak melihat Gus Yaqut. Informasinya, dia keluar pada Kamis malam, 19 Maret,” ungkap Silvia pada Sabtu, 21 Maret lalu.

Ia melanjutkan bahwa kabar buruk mengenai ketidakhadiran Yaqut juga terdengar saat pelaksanaan Shalat Idul Fitri pada 21 Maret 2026.

“Menurut orang-orang di dalam, memang tidak ada. Beliau tidak ada,” ujarnya.

Ketika ditanya lebih lanjut apakah hanya Ebenezer yang mengetahui informasi tersebut, Silvia menyatakan bahwa semua tahanan sudah mengetahuinya.

“Semua tahanan tahu tentang hal ini. Mereka hanya bertanya-tanya. Katanya ada pemeriksaan, tetapi tidak mungkin jika menjelang malam takbiran ada pemeriksaan yang dilakukan. Hingga hari ini, Sabtu, 21 Maret, pun tidak ada,” jelasnya.

Exit mobile version