Alasan Zidan Sering Pulang Malam dan Dampaknya Terhadap Hubungannya dengan Raisya Bawazier

Proses perceraian antara pengusaha Muhammad Zidan dan pesinetron Raisya Bawazier belakangan ini menarik perhatian banyak pihak. Di tengah berbagai spekulasi yang beredar mengenai keretakan dalam rumah tangga mereka, pihak Zidan akhirnya memberikan klarifikasi terkait isu yang dianggap menjadi penyebab utama perpisahan tersebut.
Dalam sidang mediasi yang berlangsung di Pengadilan Agama Jakarta Pusat pada 8 September 2026, pihak Muhammad Zidan dengan tegas membantah bahwa perselingkuhan menjadi alasan di balik berakhirnya pernikahan mereka.
Kuasa hukum Zidan, Didi Lestarion, mengungkapkan bahwa masalah dalam rumah tangga kliennya lebih disebabkan oleh kurangnya waktu yang dihabiskan bersama, serta tantangan yang dihadapi pasangan muda dalam menjalani kehidupan pernikahan yang baru dimulai.
Didi menambahkan bahwa Muhammad Zidan memiliki jadwal yang sangat padat sebagai seorang pengusaha. Tuntutan dari pekerjaan tersebut mengharuskan Zidan untuk sering pulang larut malam, yang berimbas pada minimnya waktu bersama Raisya di rumah.
Kondisi ini tentu berpengaruh pada frekuensi pertemuan Zidan dan Raisya, padahal mereka sedang berada di fase awal pernikahan yang seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk membangun kedekatan serta beradaptasi dengan kehidupan baru bersama.
“Klien kami adalah seorang pengusaha. Dalam menjalankan perusahaannya, dia sering pulang malam dan jarang berada di rumah,” ungkap Didi Lestarion saat memberikan keterangan, merujuk pada tayangan yang dipublikasikan pada 8 September 2026.
Menurut Didi, situasi yang ada dapat menimbulkan ketegangan dalam hubungan, terlebih ketika salah satu pasangan merasa kurang mendapatkan perhatian dan waktu bersama. Harapan yang berbeda mengenai kehidupan rumah tangga bisa dengan mudah berubah menjadi konflik.
“Pasangan yang baru menikah biasanya sangat sensitif terhadap hal-hal seperti ini jika salah satu dari mereka sering pergi,” jelasnya lebih lanjut.
Minimnya waktu untuk bertemu secara langsung mengakibatkan komunikasi antara Zidan dan Raisya lebih banyak dilakukan melalui media digital. Namun, interaksi melalui perangkat tersebut tidak selalu berjalan mulus dan efektif.
Didi juga menyatakan bahwa pertengkaran di antara keduanya sering terjadi melalui aplikasi pesan instan maupun telepon. Perselisihan yang berulang kali ini dianggap sebagai salah satu penyebab yang memperburuk keadaan dalam rumah tangga mereka.
“Pertengkaran melalui WhatsApp dan telepon itu sering terjadi. Hal ini menjadi alasan mengapa perceraian ini layak untuk dipertimbangkan, karena alasan-alasan tersebut sesuai dengan Kompilasi Hukum Islam,” tambahnya.
Pernikahan Zidan dan Raisya sendiri baru berlangsung sekitar delapan bulan. Dalam kurun waktu yang masih singkat ini, keduanya masih harus beradaptasi dengan karakter, kebiasaan, serta rutinitas satu sama lain.



